Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#15


__ADS_3

****Sebelumnya


"STEV!!"


"Hay honey."



"Lo-...lo ngapain disini stev?"tanya aura dengan nada bingung yang cukup kentara disuara dan mimik wajahnya.


"Sekolah lah hon...yakalik berenang."ujar stev dengan nyengir kayak ngak ada dosa gituh dianya.


"Oh sekola~...WHAT...Sekolah?"pekik aura kaget dengan tampang yang ekhm...bodoh~


Sialan lu thor~aura


Lah kan emng kenyataannya ra~author


Sera lu thor thor apalah dayaku yang hanya pemain~aura


"Kenapa ngak bilang sih stev~~dan-...dan kapan lo daftar disini stev?"Tanya aura dengan nada yang terdengar manja dan oh jangan lupakan bibir yang kini ia pourkan yang sialnya terlihat imut dimata ketiga pemuda yang tengah menatapnya.


"SURPRISE."ujar stev cukup keras yang membuat beberapa penghuni kelas melihat kearah mereka berdua.


"Hn."guman aura kembali membaca bukunya.Bukan karna ia marah kepada stev tapi karna M-A-L-U dipandangi yang lain.


"Shit. Stev bikin malu aja."batin aura sedikit merona tolong ya digaris bawahi hanya sedikit.


"Honey."panggil stev.


"Honey kamu marah ya?kamu ngak suka aku ada disini."ujar stev dengan raut sedihnya yang membuat aura menoleh kepada stev dan meninggalkan bukunya begitu saja.


"Hey..lo ngomong apa sih stev,gue ngak marah kok gue cuman kaget aja dan lagi gue SENENG kok lo ad disini."jelas aura cepat karna ia takut kalau stev salah sangka dengan respon yang ia berikan.

__ADS_1


"Hmm."Guman stev.


"Stev."panggil aura namun diacuhkan oleh stev.


"Stevan~~"panggil aura lagi sambil menggenggam tangan stev dan jangan lupakan suaranya yang sedikit bergetar.


"Stev..hiks..maaf."dengan suara yang mulai sesenggukan dan juga aliran air mata yang mulai mengalir aura kembali memanggil stev.


"Hey..Honey..kamu kenapa nangis aku ngak marah kok."Dengan cepat stev menghapus air mata yang mengalir di pipi aura.Ia langsung menggenggam kedua tangan aura untuk menenangkannya.


"Eh..lo apain aura?"seru getta yang langsung berdiri dari duduknya untuk menghampiri mereka berdua.Dan sialnya sadar ngak sadar gara gara getta berdiri dari tempat duduk yang di dudukin ama andri juga(ceritanya tempat duduk nya tuh bagi dua,andri di ujung kanan dan getta dikiri)yang sayang seribu sayangnya malah ngebuat andri kejengkang dari kursi.


"Kamvret lu ta."maki andri sambil mengusap pantatnya yang sakit gegara ngebentur keramik dan sialnya ia malah ditertawakan oleh teman teman yang lain sedangkan getta hanya melengos pergi(dikacangin guys_^)


"Hiks...stev..hiks..marah..hik..ma gue~"jawab aura.


"Honey maaf aku ngak marah kok."seru stev.


"Hah??"respon getta yang emm sedikit ooc.


"Astaga ra gue kira lo diapain ma dia."celetus getta dengan kesal bahkan sangking kesalnya getta sampai menunjuk stev.


"Hmm."guman aura ambigu yang pastinya bikin getta makin kesel dan karna kekesalannya itulah getta baru sadar(emang getta pingsan apa_?)bahwa andri kini tengah duduk dilantai dengan posisi yang kurang elit.


"Loh ndri..ngapain lo lesehan dilantai?"seru getta dengan polosnya yang malah makin bikin andri kesel plus suara ketawa temen temen makin kenceng ngalahin suara toa sekolah.


"Boker."saut andri dengan kesal.


"Hah?"


"Ya jatoh lah yakalil gue beneran boker."jawab andri yang malah bikin seisi kelas pada ngakak termasuk aura ama stev yeah walau ngak kenceng kenceng amat.


"Jatoh?"ulang getta yang ternyata otaknya masih loading guys.

__ADS_1


"Au'ah ta.Kesel gua ma elu."seru andri sambil kembali ketempat duduk kali ini tempat duduk dia sendiri ya(trauma kalik dianya)


"Ahkk..Sorry ndri."ujar getta sambil meringis setelang ingat bahwa ialah penyebab kenapa andri bisa nyungsep dilantai dengan tidak elitnya.


"Huu'h."dengus andri kesal(Ngambek dianya_^)


"Maaf ndri."ujar getta sembari menyusul andri ke meja mereka dan akhirnya aksi maaf memaafkan pun dimulai TAM-MATT~~


Oke kita tinggalkan saja dulu segudang maafnya getta dan juga segudang kelesalan andri,mari kita lihat bagaimana stev menghentikan tangisan aura.


"Honey...maaf aku ngak marah kok."jelas stev kembali meyakinkan aura bahwa ia tidak sedang marah kepada gadisnya.


"Bener hiks?"tanya aura yang dibalas oleh anggukan dan juga senyum tulus stev yang hangat bagai matahari dipagi yang cerah(Puitis amata lu thor)


"Jangan nangis lagi ya hon!"minta stev sambil menggenggam kedua tangan aura dan ia juga memberikan beberapa kecupan disana yang membuat semua "penghuni kelas"pada cengoh pasalnya stev adalah murit baru disini tetapi sudah berani membuat aura menangis dan kini ia dengan selo bin santainya malah main nyium nyium aura yeah~~walaupun cuman ditangan doang sih tapi tetep aja bikin hampir semua "Penghuni kelas"pada melongo.


WHAT THE HEAL MAN


"Apa mereka saling kenal?"begitulah batin hampir seluruh "penghuni kelas"


"Aura ama stev pacaran ya?"batin getta dan ayu bertanya tanya.


"Kok rasanya sesek sih?"batin seorang pemuda sambil memegang dadanya dan mengalihkan pandangannya dari aura ke gambarnya.


"Cih..awas aja lo stev.Liat aja nanti apa yang bakalan gue lakuin ke elo karna udah berani nyentuh milik gue."batin seorang pemuda dengan seringai sadisnya yang ia tutupi dengan komik yang tengah ia baca.


Bersambung


Hay guys.Gimana SP#16Nya oke ngak.Biasa aja ya?Pundung ane dipojokan ya ngak lah canda doang_^garing ya?yaudah ane to the poin aja.Jangan lupa vote and comen and follow cerita ane.


Salam Manis Dari Author💞


Auratiananggraeni😘

__ADS_1


SweetPsychopat🔪❤


__ADS_2