Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#20


__ADS_3

Bel masuk sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu namun sampai saat ini aura belum juga kembali ke kelas.Hal itu tentu saja membuat bingung dan juga cemas yang lain.


"Aura kok belum balik juga ya?"tanya getta khawatir.


"Mungkin lagi di toilet."ujar ranti santai.


"Tapi ngak selama ini juga kali."ujar ares ikut menyuarakan perndapatnya.


"Perasaan gue ngak enak nih."ujar getta membuat seorang gadis yang ada disana menyeringai senang.


"Coba gue telpon aja deh."ujar aldi sambil mengeluarkan hanphon disaku celananya.


"Eh..gue aja."cegah ranti yang langsung menghubungi nomor aura.


"Ngak diangkat."ujar ranti.


"Coba lagi."paksa aldi membuat hati slah satu gadis disana berdenyut sakit.


~Segitu khawatirnya lo ama dia al~batin si gadis.


"Ngak diangkat juga."


"Sial.."umpat aldi sambil mengusap wajahnya.Kesal.


"Lo kemana ra."ujar aldi sarat akan kekhawatiran.


~Sialan lo ra~batin seseorang disana dengan emosi.


"Stev lo ngak tau apa aura pergi kemana?"tanya ares.


"Ngak."


"Lo kok biasa aja?"tanya getta.


"Gue yakin dia baik baik aja."ucapa stev santai.


"Kenapa lo bisa seyakin itu?"tanya ranti memicing tak suka kepada stev dan stev menyadari itu namun ia abaikan saja.


"Karna gue tau ngak akan ada yang bisa nyakitin dia."ucap stev dengan nada yang datar namun tegas.Membuktikan bahw ia benar benar yakin akan ucapannya.


"Tap..."


DRET....DRET...


      Tiba tiba hanphon disaku celana stev bergetar hebat.Buru buru stev melihat layarnya.Honey Is Calling...


"Hallo."ujar stev.


"Halo stev!"


"Hon lo dimanan"tanya stev kepada aura.


"Gue ada urusan.Simpenin tas gue."


"Lo emangnya mau kemana?"tanya stev lagi sambil menyimpan tas aura kedalam laci mejanya.


"Entar gue kasih tau.Udah ya by."


"Hallo...hon.."panggil stev namun terlambat panggilan sudah diputuskan secara sepihak oleh aura.


"Gimana?"tanya getta yang sejak tadi mencuri dengar apa yang dibicarakan oleh stev dan aura melalui telphon.


"Katanya ada urusan."jawab stev sambil menyimpan hanphonnya.


"Dia ngak balik?"tanya ares.


"Gue ngak tau."ujar stev.


"Em..."Belum sempat aldi melayangkan pertanyaannya,pak heru sudah muncul didepan pintu kelas yang membuat ia harus bergegas kembali ke tempat duduknya.Tanpa basa basi busuk pak heru langsung memulai pelajarannya.Dasar guru killer.


Disisi lainnya


   Disebuah parkiran bank  tampak seorang gadis yang masih mengenakan seragam sekolah tengah merapikan beberapa lembar dokumen yang ia genggam,sepertinya ia tampak buru buru sampai sampai ia tak sadar bahwa ada sebuah mobil yang tengah melaju kencang kearahnya.Dan....


BRUKKK


   Kecelakaan tak terhindarkan.Tubuh sang gadis terpental kesisi jalan.Si supor yang menabrak malah melarikan diri.Beberapa orang yang ada disekitar bang segera berlari menolong si gadis dan yang lainnya mengejar pelaku.


   Tubuh itu kini berlumur darah.Pelipisnya terluka dan bibirnya pecah.Hidung serta mulutnya menguarkan darah segar mengotori seragam yang ia kenakan.Tubub itu segera diangkat untuk dibawa kerumah sakit menggunakan mobil pinjaman dari orang yang mau menolong si gadis,karna bila menunggu ambulan bisa dipastikan nyawa si gadis tak akan tertolong.


Disisi Lainnya


"Halo."ucap seorang lelaki yang tampaknya tengah menelphon seseorang.


"Bagaimana?"ujar seseorang dari sebrang sana.


"Sudah saya laksanakan."ujar si laki laki itu.


"Bagus."


"Soal bayaran kamu tenang.Nanti saya transfer asal DIA benar benar celaka."ucap orang itu.


"Siap."ujar si laki laki sebelum memutuskan sambungan telphon.


Disisi Lainnya


"Abis lo ra."guman seorang gadis dengan seringai jahatnya.


"Lo kenapa?"tanya gadis lain yang duduk disampingnya.


"Ngak papa."jawabnya.


"Aneh."

__ADS_1


Disis lain


   TEEET....TEET


     Bunyi panjang bel pulang,menjadi slah satu bunyi yang paling dinanti oleh para siswa.Tanpa adanya komando,hampir seluruh penghuni kelas X IPA I bebarengan berdiri dari tempat duduk mereka masing masing dan segera membereskan barang barang mereka.Namun tidak semuanya stev,ares,aldi,getta dan juga ranti tampaknya msih belum bergerak meninggalkan kelas.


"Aura belom balik juga."pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan getta.


"Gue telpon aura ya."ucap ares yang dianggukkan oleh getta dan aldi.


"Gimana?"tanya getta.


"Ngak diangkat."ucap ares .


"Coba gue yang nelphon."usul getta.


"Nih."sodor ares.


"Ngak diangkat juga."seru getta sedikit lesu.


"Terus gimana?"tanya aldi bingung.


"Udah deh.Mungkin aja aura udah pulang."ujar ranti sambil merapikan mejanya


"Tapi seharusnya dia ngabarin kita kan."ujar getta sedikit kesal dengan respon ranti.


"Mungkin dia lupa."sanggah ranti kelewat santai bagi getta.


"Lo ngak khawatir apa?"ujar getta dengan suara yang naik satu oktav.


"Khawatir?ya enggak lah...eh maksudnya...khawatirlah."jawab ranti gugub.


"Trus?"


"Ap...apa?"gugup rantu.


"Trus kenapa lo santai santai aja?"tanya ares ikut memojokkan ranti.


"Ya...itu...em...gu...gue...pikir positif aja...si...siapa tau aura dah pulankan."jelas ranti dengan gagap.


"Lo kenapa gagap?"tanya aldi semakin memojokkan ranti.


"Eh..nggak kok."jawab ranti berusaha tenang.


"Lo ngak lagi nyembunyiin sesuatu kan yu."tuding aldi membuat ranti makin tertekan.


"Ap..apaan sih al."elak ranti.


"Lo an.."


"Bisa diem ngak!!"bentak stev kepada mereka.


"Kalian tuh berisik."tambahnya lagi.


"Lo ngak khawatir ama keadaan aura apa?"bentak ares kesal.


DREET...DREET


   Tiba tiba hanphon stev kembali bergetar membuat stev tak jadi melanjutkan ucapannya.


"Hallo."


"....."


"Rumah sakit?"ucap stev dengan raut wajah yang berlipat tanda ia bingung.


"....."


"Lo kenapa?"


"....."


"APA!!"kaget stev membuat yang lain menatapnya was was.


"Kok bisa?"tanya stev syok.


"....."


"Iya iya gue kesana sekarang."ujar stev sebelum menutup telphon.


"Kenapa?"tanya ares dengan ekspresi kagetnya.


"Aura dirumah sakit sekarang."ujar stev sambil mengambil tasnya dan juga tas aura.


"APAA!!"Pekik ares dan juga aldi.


"Kok bisa?"tanya getta cemas.


"Gue belum tau pasti."ujar stev sambil berjalan pergi.


"Lo mau kemana?"tanya aldi.


"Ke rumah sakit."ujar stev sambil.berlalu pergi.


"Gue ikut."pekik aldi yang dianggukkan oleh ares.


"Gue juga."


"Yaudah.Buruan."ujar stev sebelum berlari menuju parkiran.


"Rencana gue sukses."guman gadis yang ada disana.


   Akhirnya dengan mengendarai kendaraan masing masing,mereka menuju rumah sakit dimana aura berada dengan stev yang menjadi pemandu mereka.

__ADS_1


~Hon~batin stev.


~Mampus~batin seorang gadis.


~Ra~batin gadis lainnya.



Rumah sakit


"Sus korban kecelakaan yang baru saja terjadi dimana ya susu?tanya stev kepada salah satu suster yang mereka temui.


"Oh...korban tabrak lari tadi.Ia ada diruang UGD."ujar si suster.


"Dimana ya sus?"tanya getta dengan sopan.


"Nanti adek tinggal lurus aja terus belok kanan nanti ada pertigaan nah adek pilih yang kanan nanti adaek bisa liat ruangan dengan tulisa UGD dilayar monitorr disamping pintunya."jelas si susuter ramah.


"Makasih sus."ujar aldi.


   Setelah mengetahui letak ruangan yang mereka cari,dengan setengah berlari mereka menuju ke ruang UGD.Saat hampir sampai diruang itu mereka melihat sorang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.Segera saja mereka menghampiri si dokter.


"Dok...hah..hah.."cegah ares dengan napas yang ngos ngosan.


"Eh...ada apa ya?"tanya si dokter cukup kaget dengan kehadiran mereka.


"Ba...bagaimana...hah...teman saya dok?"tanya ares.


"Oh..kalian temannya."ulang si dokter memastikan ucapan ares yang dianggukkan oleh ares dan yang lainnya.


"Keadaannya lumayan parah.Teman kalian mengalami benturan yang cukup keras pada bagian kepala dan juga pada bagian kaki kanannya.Hal itu menyebabkan pasian mengalami masa kritis dan juga kaki kanan pasian patah.Ditambah dengan beberapa luka serius dibagian punggung dan dada menambah buruk keadaan pasien.."jelas si dokter membuat mereka syok berat.


"Kira...kira kapan...teman saya sadar dok?"tanya aldi dengan nada yang bergetar.


"Saya belum bisa memastikan kapan temna kalian sadar.Kita hanya bisa menunggu mukjizad dari tuhan."ujar si dokter membuat getta dan ranti menangis sejadi jadinya.


"Baiklah saya tinggal dulu."pamit si dokter.


"Bilang ke gue kalo ini mimpi."ujar aldi dengan kalut sambil menjambak rambutnya bahkan kini kedua pipinya telah basah oleh air matanya.


"Kenapa?kenapa kayak gini?"tanya ares tak kalah kalutnya dengan aldi.


~Yes~batin seseorang dengan gembira.


"Berisik."umpat stev kesal.


"Kalian bisa diem ngak?"bentak stev.


"Maksud lo apa hah!!"tanya ares dengan emosi.


"Kalian tuh berisik."ucap stev lagi.


"Lo gila ya."teriak aldi sambil mencengkram kerah baju stev.


"Nyolo aja."ujar stev melepas cengkraman aldi.


"Yang di dalem tuh bukan aura."jelas stev membuat ares emosi.


"Maksud lo apa hah!!"kini giliran ares yang mencengkram kerah baju stev.


"Kalo yang didalem aura terus yang nelphon gue tadi siapa?hantu ato malah rohnya?"ucap stev yang malah makin bikin mereka pada emosi.


"Lo..hik...kolo...ngomong..hiks..jangangasal ***."pekik getta emosi.


"Terserah lupada mau percaya apa enggak."ucap stev.


"Lo jangan mancing emosi kita."ujar ranti kesal.


"Kalo yang didalem bukan aura terus siapa?"tambahnya lagi.


"Ntah."ujar stev mengangakat bahunya.


BUKKK


"Ares."pekik getta kaget melihat stev sudah terjungkal akibat pukulan yang ares layangkan.


"Lo gila!!"bentak stev sambil memegangi bibirnya.


"Lo yang gila."balas ares.


   Karna tak terima dipukul secara tiba tiba.Stev segera berdiri dan melayangkan tinjunya guna membalas ares.


BUKKKK


"Astaga."pekik ranti panik.


"Woy...stop."lerai getta tak kalah panik.


"Al...pisahin."teriak getta menyadarkan aldi dari keterkejutannya.Segera saja ia bergegas memisahkan ares dan stev namun naas bukannya berhasil memisahkan mereka.Ia malah mendapat pukulan dari ares.


"Aldi."seru ranti yang langsung menghampiri aldi.


"*** lo."teriak ares sambil bersiap melayangkan pukulannya kepada stev.


"Lo yang ***."balas stev yang juga bersiap memberikan ares pukulan.


   Sedikit lagi pukulan keduanya akan mengenai masing masing lawan namun decegah oleh seseorang yang dengan mudah menahan pukulan keduanya.


"Ini rumah sakit bukan ring tinju."


Bersambung


Salam Manis  Dari Author😍

__ADS_1


Auratiananggraeni😘


SweetPsychopat😏


__ADS_2