Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#48


__ADS_3

"Bagaimana ini bisa terjadi hah!!!"


"Jawab!!!"


Bugh....


Semua yang ada disana tak berani membuka suara.Mereka hanya diam dengan tubuh yang bergetar takut serta jantung yang berdetak tak beraturan.


"Bukankah sudah ku katakan untuk terus bersama rangga.Kemanapun INGAT KEMANAPUN!!"


"Tapi sekarang apa?Rangga DICULIK?"


"KEMANA SAJA KALIAN!!!"


Meledak sudah amarah yang sejak tadi aura tahan.Bagaimana ia tak marah bila ia mendapat kabar bahwa sang adik diculik?Tell my siapa yang tak akan marah?Tanpa pikir panjang aura segera memesan tiket penerbangan menuju singapur untuk mencari sang adik,ia takut kejadian yang menimpa almarhumah ibunya kembali terulang.


"Ra..tenang.Sekarang kita tunggu kabar dari kepolisian."ujar ayah mencoba menenangkan aura.Ia cukup terkejut ketika melihat aura dengan tiba tiba menghajar para bodyguard itu sekaligus.Ia tak percaya putrinya yang ia kenal lembut berubah menjadi ganas seperti itu apalagi sampai ada yang pingsan.


"Polisis..Khhhhh."ujar aura dengan kekehannya membuat semua yang ada disana memandangnya bingung apalagi sang ayah.


"Jangan buat aku tertawa.Aku BISA menemukan adikku sendiri tanpa bantuan siapa pun."ujar aura dingin sambil berlalu menuju pintu apartemen yang digunakan ayahnya dan juga rangga selama ada disini.


"Kalian semua ikut aku."perintah aura sebelum benar benar pergi dari sana.


Disisi lain


Seorang pemuda tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang bisa dibilang melanggar ketentuan lalu lintas.Tak perduli dengan umpatan maupun sumpah serapah dari pengemudi lain yang ia salip yang terpenting sekarang adalah ia harus menemukan dimana aura.


Ia sudah mencari ke berbagai tempat dimulai dari rumah aura,taman bahkan danau tempat mereka biasa menenangkan diri pun aura tak ia temukan.Hanya satu harapan yang ia punya yaitu rumahnya.


CKIT...


Dengan tergesah gesah ia memasuki rumahnya.


"Hon...Hon...Hon!!"teriak stev memanggil aura.Berharap sang pujaan hati berada disini.Namun,nihil bahkan ia telah mengelilingi rumahnya aura tetap tak ada.


"AAARGGH!!!!"Jerit stev frustasi.Andai...andai ia tak mendiamkan aura.Andai ia langsung minta maaf dan tak bersikap kekanakan.Andai ia tak membiarkan mayang mendekatinya.Andai...andai...terlalu banyak perandaian yang ia inginkan namun semua itu percuma saja sebab semua tak akan mengembalikan aura kepadanya.Aura pergi meninggalkannnya.


Disisi lain


Seorang anak kecil berusia sekitar enam tahun terlihat menggeliat diatas kasur tampaknya ia akan bangun dari tid-ah bukan tampaknya ia akan sadar dari pingsannya.


"Enghh~Angga di mana?"ujarnya sembari mengucek kedua matanya guna menyesuaikan penglihatannya.Ia tak kenal dengan tempat yang ia tiduri ini.

__ADS_1


"Kak lala mana?Angga atut."ujar bocah itu sambil menarik selimut guna menutupi tubuhnya.


KRIEKK..


Pintu kamar terbuka menampilkan seorang pemuda dengan baju serba hitam serta topeng diwajahnya.Ia tampak membawa sebuah nampan mendekati ranjang itu.


"Kau sudah bangun?Ini makanan untukmu."ujar pemuda itu sembari memberikan nampan tadi kepada bocah itu.


"Kaka ciapa?kak lala mana?angga mau pulang.Angga atut."ujar bocah itu dengan kedua mata yang sudah berkabut.


"Makan."


Tanpa membantah bocah itu memakan makanan yang ada dihadapannya.Makanan itu terbilang layak untuk dimakan.Kenapa ia mudah menuruti apa kata pemuda itu?Jawabannya karna ia yakin bahwa kakak ini tak akan berlaku jahat kepadanya.Hey bocah bagaimana kau bisa yakin?Ia yang menculikmu?Jawabannya sebab ia tau.Hhhhh....kau tau kata kata bahwa anak kecil tau mana orang jahat dan orang baik?Mungkin ia merasa bahwa pemuda itu orang baik.


"Kurasa aku pernah melihat bocah ini.Tapi dimanan?"batin pemuda itu kembali mengamati bocah yang tengah dengan lahapnya memakan makanan yang ia berikan.


Disis lain


"Dapat."Guman aura setelah hampir setengah jam mengotak ngatik leptop yang ada dihadapannya.Ia sudah melacak posisi sang adik dengan menggunakan alat pelacak yang sengaja ia pasangkan digigi sang adik,tak sia sia ia melakukan hal gila itu.


"Kalian.Ikut aku."ujarnya sambil mengambil koper yang ia bawa untuk jaga jaga.


"Ayah ikut."ujar ayah menghentikan aura yang akan pergi menuju lokasi sang adik.


"TIDAK."Ucap aura dengan penekanan.


"Kau hanya akan membuat semua semakin runyam.Kau tau!!"ujar aura dingin.


"Ayah akan ikut."kekeh ayah membuat aura menggeram rendah membuat para bodyguar gemetar takut.


"TERSERAH. apapun yang akan terjadi padamu nanti.Aku tak akan menanggungnya."Ujar aura mengeluarkan beberapa revolver dan juga pisau yang ia simpan di dalam koper.Mau tak mau hal itu membuat ayah terperanga melihat apa yang dipegang putrinya.


"RA.."


"Diam!Jangan berusaha menceramahiku."tukas aura dingin.Setelah itu ia berlalu pergi membawa mobilnya dengan kecepatan yang amat cepat diikuti mobil para bodyguar dan juga mobil sang ayah.


Disiai lain


Sayang lihat aku gagal menjaga mereka.Rangga diculik sayang,aku takut kejadian yang menimpamu terulang kembali.Aku tak sanggup.Dan kau tau sekarang putrimu yang lembut kini berubah menjadi gadis yang dingin dan kau tau apa yang paling mengejutkan ia memiliki tatapan yang amat asing dimatanya.Tatapan membunuh.Aku tau ia membenciku karna kepergian mu.Aku..akui bahwa itu memang salahku.Sungguh aku menyesal.Maaf.Maaf kan aku sayang.Maafkan ayah rangga.Maafkan ayah aura.Maaf.


Disisi lain


Seorang pria dengan setelan jas tampak berjalan memasuki sebuah rumah yang ada didalam hutan.Ia tampak ditemani beberapa orang bodyguard.

__ADS_1


"Dimana bocah itu?"tanyanya pada seorang pemuda yang tengah duduk membelakanginya.


"Dikamar."


"Bagus.Ini bayaran untuk mu."ujar pria itu memberikan cek dengan nominal yang lumayan.


"Mau kau apakan bocah itu."ujar pemuda itu tanpa membalik badannya.


"Urusan bisnis.Dan juga ini bukan urusanmu."jawab pria itu saat ingin melenggang meninggalkan pemuda itu.


"KATAKAN."ujar pemuda itu datar.Ia tampak menatap pria itu dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Khhhh...aku akan menjadikan bocah itu alat untuk kembali menghancurkan seseorang."jawab pria itu sebelum meninggalkan pemuda itu yang mematung ditempatnya.


"Kenapa?Jangan bilang bahwa..."


DEGH


"Rangga Saputra."


Tuhan apa yang sudah ia lakukan?Kenapa ia baru menyadarinya sekarang,setelah semuanya telah terlambat.Ia harus bagaimana?Haruskah ia melawan pria itu atau menolong bocah itu?Apa yang harus ku lakukan?


Disisi lain


Terlihat dua orang pemuda cemas sebab sudah hampir berjam jam lebih mereka mencari sang pujaan hati namun tak kunjung bertemu. Hanya tinggal satu cara lagi yang tersisah. Terpaksa mereka harus menghack data yang ada di bandara untuk mengetahui siapa saja yang memesan tiket penerbangan pada hari ini sebab ia sudah melacak keberadaan aura dengan menggunakan alat pelacak yang sengaja ia tanam dibalik tengkuk aura namun hasilnya nihil tampaknya aura tengah ada di ratus kilo meter dari posisi kevin kini.


"Dapet."ujar kevin setelah lima belas menit mengotak atik data para penumpang.


"Aura dimana sekarang? "Tanya stev begitu mendengar gumanan kevin.


"Singapur."


Tanpa banyak basa basi segera saja keduanya berangkat menuju bandara untuk menyusul aura menggunakan pesawat pribadi kevin.


"Hon.. Gue dateng."batin stev sembari melihat gumpalan awan dari kaca pesawat.


"Ra."batin kevin menyebut nama aura.


Disisi lain


"Lo berurusan sama orang yang salah. Bastard!"guman aura dengan seringai yang amat sangat lebar dibibirnya. Ia sudah benar benar berada di mode evil.


Bersambung

__ADS_1


Selasa, 27Agustus2019


SP


__ADS_2