
Seminggu sudah penghuni kelas X Ipa I dibuat bingung akan tingkah aura, stev dan juga ares. Bagaimana tidak, stev yang biasanya selalu menempel pada aura kini malah tampak dekat dengan mayang bahkan mereka dikabarkan tengah menjalin hubungan. Sedangkan ares ia tampak semakin cuek akan keadaan sekitarnya dan juga aura ia tampak lebih dingin dari biasanya bahkan ia tampak jarang bicara bila tak perlu. Ada apa dengan mereka?
~Nih bocah betiga napa jal~batin yang lainnya melihat yingkah mereka bertiga.
Esoknya, kelas kembali heboh ketika mereka mendengar kabar bahwa ares tak masuk sekolah. Ayolah kenapa mereka lebai sekali. Hey... Mereka bukannya lebai hanya saja kemarin mereka tak sengaja melihat aura, ares dan getta sedang bertengkar, lebih tepatnya ares dan getta yang bertengkar sedangkan aura hanya melihat tak ada niat ingin ikut campur padahal ini masalah yang menyangkut dirinya juga.
Kalian pasti penasaran kenapa mereka bertengkar?
Semua berawal ketika getta menanyakan apa yang terjadi antara mereka bertiga kepada aura namun aura malah mengacuhkan pertanyaan getta hingga akhirnya getta memilih mencegat ares dan memaksanya untuk bicara dan akhirnya terjadilah perang mulut antara getya dan ares yang ditonton oleh aura.
Hari ini berjalan sebagaimana biadanya hanya saja dengan ares yang tak hadir.
Bel istirahat baru saja berbunyi. Sebagian siswa bersiap untuk sekedar menuju kantin guna mengisis perut mereka, namun semua itu mereka urungkan ketika melihata stev yang mendekati meja aura yang tengah asik dengan ponselnya.
"Ra."ujar stev manggil aura dengan raut gugup yang amat kontras di wajahnya.
"S.. tev."ujar aura sedikit kaget namun ia langsung menutupi kekagetannya itu.
__ADS_1
"Gue mau ngomong."
"Dari tadi."ketus aura padahal dihati doki doki udahan tu jantung.
"Hah?"respon stev bingung akan maksud ucapan aura barusan.
"Dari tadi lu udah ngomong."
"Honey, gue minta maaf soal waktu itu dan.. dan.. Gue juga minta maaf buat seminggu ini. Gue.. gue cuman.. "Ujar stev menggantungkan ucapannya membuat aura penasaran dan juga kesal.
"Cuman apa?"tuding aura dingin bin datar.
"Cuman belum bis...
"Ck. Urusin aja temen hidup lo yang baru. Lo... Lupain gue. Kalo lo emang mau ngejauhin gue. Oke fine. Gue bantu lo ngak akan liat gue lagi, stev."ujar aura dengan raut wajah yang datar dan dengan nada suara yang dingin namun coba lihat kedua matanya memancarkan rasa kecewa dan juga kesedihan. Apa yang lo lakuin ra? Setelah mengatakan hal itu, aura pergi meninggalkan stev yang mematung mencoba mencerna apa yang baru saja aura ucapkan.
DEG
~Aura ninggalin gue~batin stev kaget.
Segera saja ia sentak tangan mayang yang ada dilengannya hingga mayang terjatuh menabrak meja. Tak memperdulikan mayang, stev segera berlagi menyusul aura.
__ADS_1
"Hon lo dimana?"guman stev frustasai sebab hampir setengah jam ia mengelilingi sekolah namun tak ada tanda tanda keberadaan aura. Hanya parkiran yang belum ia periksa segera stev pergi keparkiran guna memastikan mobil aura ada atau tidak sebab bila mobil aura ada tentu saja aura masih ada disekolah. Namun sayang seribu sayang mobil aura sudah tak ada ditempatnya. Aura pergi.
"Damt!!"umpat stev sembari menendang ban mobil yang ada disampingnya dengan kesal. Hey stev itu mobil orang.
Disisi lain
"Ya. Halo"
".... "
"APA??"
"Shit!!"umpat orang itu setelah memutuskan sambungan telphon. Ia tambah kecepatan mobilnya guna menuju ketempat itu.
Disisi lain
"Halo. Sudah saya dapatkan."
".... "
__ADS_1
"Hn."guman orang itu sambil memandang seorang bocah laki laki yang tengah terlelap diatas kasur yang ada dikamar itu.
BERSAMBUNG