
Setelah 3 jam beristirahat baik stev maupun aura dan kevin tampaknya masih enggan beranjak dari alam mimpi mereka.Sepertinya mereka mengalami jet lagged.
DRETT...DRETT...
Ponsel aura tiba tiba bergetar diatas meja.Memaksa sang empu untuk bangun dari tidurnya.Dengan mata yang masih sayup ia melihat siapa yang menelphonnya.Ahhh~~ternyata seseorang yang memberikan mereka pekerjaan yang menelphonnya.
"Hallo."
"Ini saya."ujar suara disebrang telphon sana.
"Ya."
"Saya rasa kalian sudah sampai."ujar seseorang disebrang telphon yang tampaknya seorang pria.
"Ya."
"Pukul 02 dini hari pesawat kalian akan take off.Jadi saya rasa kalian tau harus apa."
"Ya,saya tau."balas aura dengan nada datarnya.
"Soal bayaran akan saya antar setelah kalian selesai mengerjakannya."tambah pria itu.
"Dan saya rasa ada orang yang akan ikut campur dengan pekerjaan kalian kali ini."
"Siapa?"tanya aura dengan kernyitan didahinya.Bingung.Siapa yang akan ikut campur dalam tugas mereka kali ini.Ia harap bukan seseorang yang kini terbayang di pikirannya.
"Dia."bagai tersampai petir disore hari,aura dibuat kaget sekaligus marah mendengar bahwa Dia yang akan mengganggu tugasnya.
"Saya harap kalian segera menyelesaikan tugas kalian."ujar pria itu sebelum memutuskan sambungan telphon.
"Sial."umpat aura emosi.Bagaimana ia tak emosi lagi dan lagi susah lebih dari 3 kali Dia mengganggu pekerjaannya.Menjengkelkan.
Setelah sedikit tenang.Aura segera menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan diri menjalankan tugasnya.Selesai dengan acara mandinya aura berjalan menuju kopernya.Sesaat setelah selesai berganti pakaian,ia melihat sebuah undangan yang memang ia letakkan di dalam koper itu.
PELELANGAN
Ya undangan pelelangan yang akan dilaksanakan nanti malam tepat jam tujuh,disalah satu hotel yang ada dibandung.
__ADS_1
Haaah~~~helanan nafasnya terasa begitu berat.Ini alasan kenapa ia tak sekolah dan mengabari teman temannya.
"Let's play the game begin."gumannya sebelum membangunkan stev dan kevin agar mereka segera bersiap siap.Pasalnya mereka harus membicarakan rancangan dari pekerjaan mereka yang kini berubah menjadi perlombaan antara mereka dan juga Dia.
Pukul tujuh malam,berlokasi di hotel Lewis yang ada dibandung.Tampaknya disana tengah menggelar sebuah acara pelelangan mobil yang dihadiri oleh para pembisnis dari kelas menengah sampai kelas atas.
Pesta diadakan di aula hotel,di depan pintu aula terdapat empat orang penjaga yang akan memeriksa setiap tamu yang datang.Setiap tamu yang ingin masuk harus memiliki undangan resmi.
Diparkiran Hotel Lewis
Sebuah mobil BMW tampak memasuki pekarangan parkir yang dibuah khusus untuk tamu.Terlihat dua orang muda mudi yang sepertinya merupakan sepasang kekasih atau malah sepasang suami istri keluar dari mobil tersebut.
Si perempuan dengan gaun merah marun dengan model sabrina yang menutup sampai mata kaki tanpa lengan dipadu dengan height heel merah.Penampilan yang cukup berani apa lagi ditambah dengan rambut yang ia sanggul tinggi yang diberi hiasan tusuk konde dengan gantungan berbentuk pipih mengkilat apalagi riasan make up yang natural dan juga polesan warna pink di bibirnya membuat ia tampak lebih mempesona.
Sedangkan si pria menggunakan setelan kemeja putih yang dua kancing teratasnya sengaja ia buka dengan jas rompi bewarna abu abu membuat ia tampak berkharisma lalu tatanan rambutnya yang ia buat acak menambah kesan tampan sekaligus panas pada si pria.
Mereka benar benar pasangan yang sangat cocok dan sangat sweet.Tampan dan cantik.Dan satu lagi yang membuat mereka makin serasi adalah mata mereka yang sewarna dengan hijaunya padang rumput di musim semi.Mata yang mampu membuatmu terjerat akan pesonanya.Serupa batu Emerald.Emerald jernih.Benar benar pasangan yang indah.
"What are you doing,hon?"protes si wanita kepada prianya.Hei dia mungkin malu bagaimana tidak ini tempat umum dan dengan seenaknya saja prianya menciumnya.Aisss ingin sekali ia menutup pipinya yang memerah sebab malu dan juga marah.
"What?aku hanya menunjukkan bahwa kau adalah milikku,honey."
"Kau tak lihat bagaimana pria pria tadi menatapmu bak seorang psychopat yang menemukan mangsanya hmm?"tambah si pria makin mengeratkan pelukannya yang membuat si wanita makin merapat padanya.Cih posesiv sekali.
"Bukan mereka yang psychopat but you."sengut si wanita kesal dengan ucapan pria disampingnya itu.
"You know that."guman pria tersebut dengan seringai yang oh tidak...sungguh seringainya benar benar melelehkan wanita yang melihat mereka.
PUKKK
"Jangan umbar seringaimu.Ingat aku masih ada dipelukanmu yang super posesiv ini."sindir si wanita setelah menimpuk wajahnya dengan tas tangan yang ia bawa.
"I know My Queen."jawab si pria sebelum membawa wanitanya menuju aula hotel.
__ADS_1
"Maaf,undangannya tuan."cegah penjaga yang ada di depan pintu masuk aula.Kurasa aku sudah mengatakannya bukan tentang penjaga.Mendengar hal tersebut si pria segera memberikan undangannya.
"Baiklah tuan dan nyonya silahkan masuk."
"Semoga anda menikmati pestanya."tambah si penjaga sedikit ramah.
"Terimakasih."ujar si pria sebelum melangkah masuk ke dalam aula dengan wanitanya yang tentu saja masih ada dalam pelukan posesivnya.
~Pasangan yang serasi~batin penjaga itu masih dengan melihat kearah pasangan tadi.
Di sisi lain
Sebuah mobil yaris hitam memasuki area parkir hotel lewis.Tampaknya mobil itu milik salah satu tamu undangan acara disana.Sekita lima menit setelah mesin mobil dimatikan.Si pengemudi baru menampakkan diri.Ah...ternyata pengemudinya adalah seorang pemuda dengan rambut perunggu serta mata biru safirnya yang menjadi daya tarik bagi pemuda itu apalagi ditambah dengan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya sengaja ia buka dan juga jas yang menempel pas ditubuhnya.Benar benar tampan.
"Maaf undangannya tuan."ujar si penjaga ketika ia akan memasuki aula.Setelah memberikan undangannya ia pun dipersilahkan untuk masuk.
Disisi lain
Disebuah kamar hotel yang ada di hotel lewis terlihat seorang pemuda yang tengah asik mengotak atik 3 buah leptop yang ada di hadapannya.
"Target berada di arah jam 2."ujarnya melalui earphone yang terpasang apik ditelinganya.
"Ya kami melihatnya."balas seseorang yang menjadi lawan bicara pemuda itu.
"Disana hanya ada 2 target yang 1 ada dikamar nomor 3 yang ada dilantai 2 tengah bercinta...sepertinya~"jelas pemuda itu dengan santainya.
"Baiklah."ujar pria disebrang sana.
"Segera laporkan bila target ketiga telah bergabung deengan yang lainnya."kali ini suara seorang perempuan uang terdengar.
"Baik."jawab pemuda itu.
Setelah melaporkan keadaan kepada kedua rekannya,si pemuda kembali sibuk mengotak atik leptop di depannya.Leptop yang ada disamping kanan menampilkan cctv yang ada dibeberapa lorong hotel lantai 2.Leptop yang disamping kirinya menampilkan sebuah acara pesta kurasa itu cctv diaula sedangkan yang ada dihadapannya memuat beberapa program yang harus ia hack agar rekannya dapat melalukan bagian mereka.
"Selesai."ujarnya setelah cukup lama mengotak atik laptop yang ada dihadapannya.
Bersambung
__ADS_1