
SKIP TIME
Setelah puas meluapkan rasa yang ada di hati mereka masing masing,keduanya memilih pulang ketika sadar hari sudah beranjak sore.
Canggung.Itulah yang mereka rasakan saat ini,hingga mereka sampai dirumah aura pun masih belum ada yang ingin berbicara satu sama lain.
"Gue pulang dulu."pamit kevin tepat sebelum aura membuka pintu rumah.
"Aa..."guman aura masih dengan posisi semula.
"Kalo ada apa apa.Hubungin gue ya ra."pesan kevin dengan nada khawatir terselip diucapannya,sebelum berlalu meninggalkan aura.
Mau tak mau ucapan atau pesan kevin barusan memberi dampak pada tubuh,hati dan juga pikiran aura.Tububnya tetap diam didepan pintu dengan tangan yang menggantung di depan knop pintu.Hati yang tergores ngilu mendengar nada khawatir yang ada disuara kevin sebab ia tau kekhawatiran jenis apa yang kevin enggan utarakan kepadanya.Dan pikirannya yang terus saja memutar kejadian didanau tadi seperti tayangan kaset rusak yang selalu berputar berulang ulang.Tampaknya ia benar benar kacau.ia butuh air hangat dan juga obatnya.Saat ini juga sebelum ia lost control.
__ADS_1
"Kev...
"Kev...Hon...!!"teriak stev yang baru saja muncul dari balik pintu,mengagetkan kevin dan juga menyela ucapan aura yang bahkan belum lengkap terucap dari bibirnya.
"Kalian dari mana aja?"selidik stev dengan mata yang memicing curiga kearah aura dan stev,namun hanya gumanan ambigu yang ia dapatkan.
"Kal....
"Ayok pulang."sela kevin sambil menyeret stev menuju mobil.Stev yang menjadi korban seretan kevin awalnya membrontak tak ingin pulang namun setelah mendapat pelototan maut dari kevin ia jadi jinak,kagak kayak tadi yang brontak secara liar.
"Kev....stev...!!"panggil aura dengan nada datar sedatar papan selancaran.
"Makasih...
__ADS_1
"Maaf....
"Sampai ketemu besok.."ujar aura menjeda setiap kalimatnya.Namun saat ucapan yang terakhir ia mengucapkannya sambil tersenyum lebar membuat matanya ikut menyipir.Senyuman yang mampu menggetarkan hati kedua pemuda yang ada disana.
Setelah mengucapkan hal itu,aura tampak membuka pintu dan menghilang di balik pintu masuk rumahnya meninggalkan stev dan juga kevin yang masih terdiam mencerna apa yang baru saja terjadi.
~Lo udah buat gue jatuh dan sekarang cuman dengan liat senyuman lo...lo udah buat gue makin jatuh kedalam dasar rasa cinta ini ra~batin stev tanpa sadar menarik sudut bibirnya membentuk lengkungan kurva yang menawan.Bernama senyuman.
~Bakalan gue jaga senyum itu ra.Pasti bakal gue jaga.Itu janji seumur hidup gue buat lo~batin kevin sambil tersenyum dengan tangan yang tanpa ia sadari telah terkepal di depan dadanya persis seperti penghormatan di anime shingeki no kyojin.
Sejatinya mereka hanyalah dua anak adam yang entah bagaimana bisa saling mencintai gadis yang sama.
Bersambung
__ADS_1
Maaf pendek lagi ngak mood.Sorry.
21Mei2019