
KLENTING...
Suara lonceng yang ada di pintu masuk kafe berbunyi pertanda adanya pelanggan yang datang.Tampilan kafe ini cukup menarik dan nyaman.Sesuai dengan namanya OLYMPHUS,sudah pasti banyak hal yang berbau yunani tertata rapi di dinding dan juga sudut sudut kafe.
Si pelanggan tadi sempat celingak celingku alias toleh kanan toleh kiri mencari seseorang.Setelah beberapa saat akhirnya ia menemukan orang yang ia cari.Orang yang ia cari kini tengah duduk dimeja yang terletak pojok kafe.Dekat jendela.
"Sorry gue telat."ujar seorang gadis yang baru saja datang menghampiri seorang pemuda yang tampaknya sudah menunggunya lumayan lama.
"Hn."
"Udah lama lo nunggu?"tanya si gadis dengan nada datarnya.
"Lumayan sekitar setengah jam."jawab pemuda itu sambil menyesap kopinya.
"Si maniak elo ngak ikut?"tanya pemuda itu sambil meletakkan cangkirnya keposisi semula.
"Ik..."
"Bermimpilah."ujar suara lain yang berasal dari arah belakang si gadis.Disana terlihat seorang pemuda dengan jaket Denim yang membalut baju seragamnya.
"Ku anggap ini mimpi.Jadi pergilah...
...STEV."saut pemuda yang tengah duduk dengan seringai yang mengembang lebar dibibirnya.
"Sial..."
"Bisa diem ngak?"sindir sang gadis yang mulai jengah dengan keributan yang dibuat kedua pemuda itu.
"Dia yang mulai duluan hon~"adu pemuda yang menggunakan jaket yang nyatanya adalah STEV.
"Enak aja.Elu yang mulai."balas pemuda lainnya dengan nada kesal yang amat kentara.
"Elu."
"Eh tai..elu"
"Elu"
"Elu"
"STEV....KEVIN...STOP."bentak si gadis dengan emosi.Lihat sada hidungnya yang kembang kempis menahan emosi apa lagi tatapan tajamnya yang bisa membuat orang bergidik takut hanya dalam sekali tatap.Oke kalian membangunkan SINGA BETINA YANG TENGAH TERLELAP.
"Ho..honey~"
"Diam."hardik si gadis membuat stev segera menutup rapat mulutnya bila tak ingin sesuatu yang buruk menghampirinya.
"Langsung ke intinya saja.Apa yang kau dapat kemarin....
__ADS_1
.....KEVIN?"tanya sang gadis kepada pemuda dihadapannya yang ternyata bernama KEVIN.
"Nih...lo kenal ama ni cewek?"tanya kevin sambil menyodorkan beberapa lembar foto yang memuat gambar seorang gadis berseragam sama dengan yang ia kenakan tengah berbincang dengan seorang lelaki disebuah kafe.Tampaknya foto itu diambil secara diam diam,melihat hasil potretannya yang diambil dari berbagai arah dan juga jarak foto yang lumayan jauh.
"Ini kan..."stev tak melanjutkan ucapannya melainkan ia malah menggantungkan ucapannya diujung lidahnya.Tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Lo kenal?"kembali kevin menanyakan pertanyaan yang sama kepada si gadis.
"Ya.Dia salah satu temen gue."jawab si gadis dengan gigi yang bergemeletup pertanda ia tengah menahan luapan emosinya.
"Awalnya gue ragu kalo nih cewek sekongkol ama tu pelaku.Tapi waktu gue inget inget lagi suara tuh cewek sama persis kayang suara yang gue denger di toilet kemarin.Gue rasa dia dalang dibalik kecelakaan itu ra."jelas kevin menyampaikan pendapatnya kepada aura.Ya gadis itu adalah AURA.
"Lo yakin ni cowok yang nabrak aura kemarin?"tanya kevin dengan raut wajah yang serius.
"Ya.Karna gue tau mobil yang nabrak kemarin itu mobil yang sama ama yang di pakek tu cowok buat pergi ke kafe dan lagi setelah mobil itu nabrak orang suruhan gue,gue langsung ikutin tu mobil."terangnya kembali.
"Lo berhasil nangkep tuh cowok?"tanya stev sambil melirik aura yang sedari tadi hanya diam memandang kearah foto yang ia genggam.
~Apa yang lo pikirin ra~batin stev mencoba menerka nerka apa yang tengah aura pikirkan.
"Lo ngeremehin gue ehh!!!"
"Lo sendiri yang bilang."ujar stev dengan seringai yang amat menyebalkan yang kini terpatri dibibirnya.
~Aiss...mancing emosi aja nih bocah~batin kevin kesal sekesal kesalnya.
"Sial..."
"Ntar gue anter lu kesana tapi sebelum itu...."jedanya
"..lo ngak kangen apa sama gue?"lanjutnya dengan suara sedih sekaligus kecewa yang sengaja dibuat.
~Menjijikkan~batin stev sambil merotasikan matanya,jengah melihat sikap manja kevin yang menjengkelkan sekaligus menggelikan.Apa ia tak sadar diri.Berkacalah wahai Tuan STEV.
"Ngak."bukan aura melainkan stev yang menjawab pertanyaan dari kevin.
"Gue ngak nanya ke elo STEVANDI."kesal kevin kepada stev.
"Lah gue cuman utarain pendapat gue KELVIN."ejek stev memancing emosi kevin.
"Bisa ngak sekali aja kalo lu bedua ketemu tuh ngak berantem."sindir aura kepada kedua pemuda yang tengah bertengkar dihadapannya.
"Dia yang mulai."tuding kevin menunjuk stev.
"Lah lu yang mulai."tak terima disalahkan begitu stev pun balas menyalahkan kevin.
"Udah deh."lerai aura mulai kesal.
__ADS_1
"Kapan lu balik vin?"tanya aura mencoba mengalihkan focus mereka dari debat barusan.
"Kemaren."ujar kevin sambil mihat kearah aura.
"Aa...kenapa lo ngak bilang?"ujar aura lagi.
"SUPRAISS!!"Ujar kevin sambil membentangkan tangannya dengan raut wajah gembira.
~Serasa dejavu~batin aura sambil melihat kearah kevin.
"Cih...lebai."Rasanya ingin sekali kevin menenggelamkan stev ke laut terdalam agar ia dimakan ikan paus dan tak mengganggu ia dan aura.Pikir kevin sadis.
Setelah cukup lama berbincang bincang atau lebih tepatnya aura yang berbincang dengan kevin lalu stev akan ikut nimbrung walau ujung ujungnya pasti stev ama kevin berantem.Melepas rindu ala mereka bertiga.Setelah dirasa cukup basa basinya mereka memutuskan menuju ketempat dimana kevin menyekap pelaku.Setelah cukup lama berada dijalan kini mereka telah sampai disebuah rumah yang terletak didekat hutan.Dibilang terpencil letak rumah itu tak terlalu jauh dari pemukiman warga dibilang deket rumahnya terletak di dekat perbatasan hutan jadi serah lu mau bilang letaknya gimana.Tampaknya rumah itu sudah terbengkalai cukup lama dilihat dari kondisinya yang sudah tua dan juga sedikit miring.Namun dengan santainya kevin berjalan lebih dulu memandu aura dan juga stev.
KRIEET....
Bunyi engsel yang sudah berkarat menunjukkan bahwa rumah itu sudah benar benar rapuh(asik_^)dan sudah benar benar tak pernah digunakan.Ketika mereka sudah masuk mereka disambut dengan rangkaian sarang laba laba yang terjalin ditengah ruangan.Awalnya stev ingin menyingkirkan sarang laba laba itu namun dilarang oleh kevin.Ia beralasan bahwa sarang itu ia gunakan untuk kamuflase sehingga tidak ada yang tau bahwa ada seorang sandra/tawanan dirumah itu.Jadilah kini aura dan stev harus berhati hati dalam melangkah agar sarang itu tak rusak.
~Menyusahkan~umpat aura dalam hati namun ia tetap harus fokus agar tak merusak sarang itu.
~Lihat saja setelah ini gue bunuh lo kev.Bikin susah orang aja.Sial~gerutu stev dalam hati.Ingatkan dia untuk membalas kevin setelah ini.
Setelah lolos dari rintangan sarang laba laba tadi kini ketiganya melihat sebuah pintu di ruang terdalam.Ketika pintu itu dibuka terlihat sebuah ruang kecil menyerupai gudang disana terdapat sebuah bangku yang di duduki oleh seorang lelaki dengan keadaan tangan dan juga kaki yang terikat di bangku yang ia gunakan lalu mata dan mulut yang ditutup oleh sebuah kain.
"Lepaskan saya."teriaknya setelah kevin melepas ikatan kain dimulut lelaki itu.
"Siapa yang memerintahkan mu untuk menabrak gadis di bank kemarin?"tanya kevin mulai mengintrogasi lelaki itu.
"Tidak tau."jawab si lelaki dengan keringat dingin disekujur tubuhnya.Cemas.Bahgaimana ia tak cemas bila ada yang mengetahui kejahatan yang telah ia lakukan demi segepok uang.
"Oh...tak ingin mengaku rupanya."ujar stev sambil menggoreskan pisau lipat yang entah ia dapat dari mana keatas permukaan kulit lelaki itu.
"ARRGGH!!!"raung lelaki itu kesakitan.
"Masih ngak mau ngaku?"kevin kembali mengutarakan pertanyaan yang sama guna memancing si lelaki itu untuk menjawab.
"Tidak...Uhh."rintihnya menahan sakit.
"Baiklah."putus kevin membuat lelaki itu menghembuskan nafas sedikit lega.Ya sedikit sebab ia tak tau apa yang akan dilakukan dua orang ini kepadanya.
"Hon...boleh kami bermain?"izin stev kepada aura.Aura yang pada dasarnya menyukai kegiatan"bermain" yang akan dilakukan kedua pemuda dihadapannya pun meng-iyakan permintaan stev.Setelah itu kita bisa mendengar suar rintihan dan juga raungan dari rumah itu,untung saja rumah itu tidak terlalu dekat dengan pemukiman jadi aman_~
Setelah lebih dari lima nelas menit merasakan "permainan" dari stev dan kevin akhirnya lelaki itu mau menyebutkan siapa yang telah memerintahkannya.Dengan kondisi yang amat memprihatinkan dan dengan sisa tenaganya,ia menyebutkan bahwa yang memerintahkannya adalah.....
........Bersambung
Salam.Manis.Author.😘
__ADS_1
Aura.Tian.Anggraeni.😊
Sweet.Psychopat.😈