Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#31


__ADS_3

Hiks....Hiks....Hiks...


     Kurasa ada seseorang yang tengah menangis disana.


"Kenapa?"


"Kenapa harus aura?"jeritan itu rasanya amat sangat putus asa.


"Apa kurangnya gue?Gue cantik,baik,pinter,modis.Kurangnya gue apa?"nilainya.


"Apa yang aldi suka dari cewek dingin dan datar itu?"


"Apa??"jeritnya sambil memukul watsafel yang ada dihadapannya.


"Gue sayang ama elo di.Sayang..."ujarnya dengan suara lemah sarat akan putus asa.


Hiks....Hiks...Hiks....


"Gue sayang ama elo di."ujar gadis itu lagi dengan keadaan yang amat mengenaskan.Rambut berantakan,pipi yang memerah,hidung merah dan juga mata yang sedikit membengkak.Satu kata untuk keadaannya kini.Menyedihkan.


     Tanpa ia sadari seseorang tengah melihatnya dengan hati yang remuk seakan akan ada tangan tak kasat mata yang meremasnya.Karna tak tahan melihat hal itu,orang itu pergi dengan membawa rasa sesak yang mengganjal dadanya.


Disisi lain


     Disudut kamar lain,seorang pemuda tampak tengah memandangi sebuah foto yang selama ini ia simpan.Foto seorang gadis tengah tersenyum lebar,sangat bahagia.Foto gadis yang amat ia cintai dan ia sayangi.Tanpa sadar ia tersenyum menatap foto yang ada digenggamannya.


"Apa kehadiran gue di dekat lo itu salah?Apa gue malah nyakitin lo?Atau mungkin gue ganggu elo?Gue bingung.Gue sayang ama elo.Bahkan gue cinta ama elo.Andai elo tau perasaan gue.Tapi gue takut persahabatan kita rusak karna rasa gue.Gue bingung,gue harus gimana.ARGHTT!!!"teriak pemuda itu putus asa didiringi oleh tangisan yang mulai pecah.


     Ketika pemuda itu sibuk dengan tangisannya.Seseorang dibalik pintu pun ikut menangis menyaksikan keadaan sahabatnya.


"Kenapa jadi gini?"tanyanya entah kepada siapa.


"Cobaan apa lagi yang diberikan tuhan untuk kami?"ujarnya lagi sambil menutup matanya.


"Entah kenapa perasaan gue ngak enak."ujar orang itu setelah menghentikan tangisannya.Dilihatnya keadaan di dalam kamar pemuda itu telaj tertidur dengam memeluk foto yang ia genggam tadi.Baik baik saja.


~Tapi kenapa masih ngak enak.~batinnya bingung.


"Jangan jangan....."perasaanya makin tak enak.Ada satu nama yang mengitari pikirannya.Namun,ia tetap berusaha untuk menolak pikiran itu.Ia berharap pikirannya salah.Ia harap bertemu dengan seseorang yang ada dipikirannya.Ya...ia harus bertemu dengan AURA saat itu juga.


Disisi lain


"Aura mana?"tanya getta kepada ares yang tengah duduk dikursinya.


"Toilet mungkin."ujar ares pasalnya ia ingat terakhir melihat aura pergi ke toilet.


"Ranti ama aldi juga kemana?Terus stev?"


"Ranti ngak tau.Kalo aldi paling ditaman dan stev sakit."jawab area dengan sedikit lesu.


"Lo kenap......


     Belum sempat getta bertanya kepada ares terdengar suara pintu yang dibuka oleh aldi dan diikuti oleh ranti dibelakangnya.Getta yang melihat mereka ingin menyapa tadi melihat keadaan mereka yang sedikit kacau.Bagaimana tidak aldi yang biasanya rapi kini terlihat berantakan dan juga ranti yang biasanya juga rapi kini berantakan dengan mata merah.Apa dia menangis?Pikir getta.


"Lu betiga kenapa?"tanya getta menyuarakan isi pikirannya.


"Ngak papa."jawab ketiganya berbarengan.


"Serius."

__ADS_1


"Ya."


"Tap....


     Belum sempat getta kembali bertanya,saat bu luna muncul diambang pintu.


"Pagi anak anak."sapa bu luna ramah.


"Pagi bu."


"Kita absen dulu."ujar bu luna sambil membuka buku absen siswa.


Disisi lain


     Di koridor sebuah sekolah yang sepi terlihat seorang pemuda tengah berjalan sambil mengotak atik ponselnya.


"Hallo."


"Ya."jawab seseorang disebrang sana dengan suara yang parau.


"Lo dikelas kan?"tanya si pemuda sambil tetap berjalan.


"Ngak."jawaban itu membuat si pemuda berhenti sejenak namun ia kembali melanjutkan langkahnya.


"Terus lo dimana?"ujar si pemuda agak bingung.


"Hotel."


"Hotel?"ulang si pemuda memastikan apa yang baru saja ia dengar.


"Hn."guman disebrang sana meng'iya kan ucapan pemuda itu.


"Gue disekolah elo ra."ujar si pemuda.


"Tap....


"Lima belas menit lo harus udah ada disini.Hotel rizon kamar no 28 lantai 3 atas nama aura."tambah aura lagi sebelum menutup telphon tanpa mau repot repot menerima bantaha dari pemuda itu.


TUTT....


     Dengan segera ia menuju kelas aura guna mengambil tas aura.Ia harus cepat waktunya tak banyak.


Disisi lain


      Bu luna masih menyebutkan nama nama siswa dikelas itu.


"Aura fanesa."ujar bu luna memanggil nama aura.


"Aura?"panggil bu luna lagi sambil melihat kursi aura yang kosong namun ada tasnya.


"Aura kemana?"tanya bu luna bingung.


"Ngak tau buk.Tadi sih ada cuman sekarang belum keliatan."ujar salah satu siswa yang ada dikelas itu.


"Aura bolos?"tanya bu luna.


"Ngak mung.....


TOK TOK TOK

__ADS_1


     Suara pintu diketuk mengalihkan seluruh atensi penghuni kelas.


CEKLEK...


     Pintu terbuka menampilkan seorang pemuda tampan yang membuat beberapa gadis disana terpesona.


"Permisi bu."ujar si pemuda dengan senyum manis yang membuat beberapa gadis disana pada jingkrak ngak karuan.


"Ya ada apa?"tanya bu luna ngak kalah ramah.


"Saya ingin mengambil tas milik aura."ucap pemuda itu.


"Tas aura?"


"Memangnya aura kemana?"tanya bu luna lagi dengan raut bingung yang amat jelas di wajahnya.


"Ahhh...ia sedang tak enak badan.Jadi ia izin pulang."terang pemuda itu menjelaskan alasan absennya aura di jam bu luna.


"Kalau saya boleh tau,anda siapanya aura?"tanya bu luna memastikan bahwa pemuda itu memang memiliki hubungan dengan aura bukan sekedar mau menipu.


"Saya kakak sepupunya.Kevin."


"Ah...baiklah.Silahkan bangku aura yang dipojok dekat jendela."ujar bu luna mengizinkan kevin mengambil tas aura.


     Dengan segera kevin mengambil tas aura namun sebelum benar benar pergi,ia melihat seorang pemuda yang rasanya pernah ia lihat tapi ia lupa dimana.Lalu seorang gadis yang ia ingay sebagai dalang dibalik kecelakaan waktu itu.


~Jadi dia sekelas ama aura~batin kevin sambil melirik gadis itu dan membuat si gadis salah tingkah dilirik oleh kevin.


~Aura sakit?~batin getta dan ranti.


~Gara gara gue ya~batin ares dan juga aldi.


"Bailah kita lanjutkan pelajarannya."


     Pelajaran kembali berlanjut namun baik getta, ranti,aldi maupun ares tak ada yang bisa berkonsentrasi dalam pelajaran.Pikiran mereka terbang entah kemana.


~Gue harus ketemu ama aura~batin seorang pemuda.


Disisi lain


     Dikamar hotel nomor 28 seorang gadis tengah meluapkan amarahnya dengan melukai dirinya.Darah bercipratan dimana mana.Diatas kasur dan juga lantai hotel.


Hiks...hiks...hiks...


Tangis si gadis terdengar memilukan.


     Setelah cukup lama melukai dirinya.Ia berjalan dengan langkah yang terseok seok menuju kamar mandi.Dengan tangan yang berlumur darahnya sendiri ia memutar shower dan air dingin mengalir membuat seragam yang ia kenakan.


Hiks....Hiks...Hiks...


     Kembali ia menangis.Dengan perasaan yang tak menentu ia mengisis bathub dengan air hangat.Setelah bathub itu penuh ia segera menenggelamkan tubuhnya kedalam air bathub.


     Perih panas sekaligus sakit ia rasa ketika air menyentuh luka ditubuhnya.Air yang awalnha bening pun menjadi merah akibat darah si gadis.


     Selama 10 menit ia biarkan dirinya berada disana.Membiarkan tubuhnya terendam air.Membuat wajahnya pucat akibat darah yang terus keluar dari lukanya.Air di bathub itu telah berubah menjadi darah.Merah kental.


BRAKKK...


     Dobrakan pintu kamar mandi membuat si gadis menoleh dan dengan sisa tenaganya si gadis mencoba membuka matanya.

__ADS_1


"Astaga ra."


Bersambung


__ADS_2