Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#46


__ADS_3

Sudah tiga hari baik aura, stev maupun ares tak hadir disekolah. Sejak kejadian digazebo baik ares,stev, aura maupun kevin tak ada yang saling menghubungi satu sama lain atau pun hanya sekedar bertemu guna saling menyapa maupun meluruskan masalah ini.


     Ares dan stev tampak masih enggan bertemu siapa pun terutama aura. Mereka masih belum bisa memaafkan diri mereka tentang kejadian tiga hari yang lalu. Lalu kevin, ia hanya mengamati aura dari  saru satunya cctv yang tersisah dirumah aura, yaitu yang ada dikamar aura. Sebab semua cctv yang ia letakkan di rumah aura telah dicabut oleh aura tepat setelah mereka bertengkar. Tapi entah bagaimana cctv yang ini tak dicabut? Mungkin ia tak tau. Sedangkan aura ia lebih banyak menghabiskan waktunya didalam kamar ataupun diperpustakaannya.Ia pun sering melamun dan telat makan,hal itu membuat bi inah cemas aka kondisi kesehatan nonanya.


AURA POV


     Sebenernya apa salah gue? Kenapa mereka pergi ninggalin gue begitu aja? Rasanya sakit dan juga sesak. Gue tau ares ama stev salah dan kevin cuman coba ngelindungin gue tapi ares ama stev lepas kontrol juga gara gara liat gue ama aldi, seharusnya waktu itu gue ngak ngebiarin aldi meluk gue.


AURA POV END


 


     Hari ini aura putuskan bahwa ia akan sekolah dan ia akan menjelaskan perihal kejadian empat hari yang lalu dan tentunya ia harus minta maaf kepada kevin juga.


     Awan mendung tampak menghiasi langit pagi ini. Guntur menggelegar dan petir tampak menyambar nyambar kian menambah kesan mencekam pada pagi ini.


"Haah~ untung gue bawak mobil. "Guman aura saat ia tepah sampai diparkiran.


SKIP KORIDOR X


     Aura melangkahkan kakinya tenang tak bersuara di koridor kelas X. Keadaan koridor masih lumayan sepi sebab saat ini masih tergolong amat pagi bagi siswa mau pun siswi. Lama ia berjalan akhirnya ia sampai didepan pintu kelasnya, disana ia dapat mendengar suara tawa dan juga orang yang tengah berbincang bincang. Aura sempat bingung sebab jarang sekali murid kelasnya datang di jam segini kecuali ada tugas maupun ulangan. Karna bosan menerka nerka siapa gerangan yang ada didalam langsung saja ia buka pintu itu.


CEKLEK


     Setelah pintu terbuka, hal pertama yang ia lihat mampu membuatnya diam mematung sebab syok dan juga emm kesal mungkin tapi entah lah. Disana, didalam kelas terlihat dua pasang muda mudi yang tengah asik berbincang bincang hingga tak sadar ada seseorang yang tengah berdiri di dipan pintu dengan raut wajah yang sulit diartikan.


     Entah kenapa rasanya aura enggan melangkah masuk ke kelas,jadi ia memutuskan untuk pergi meninghalkan ruangan itu dalam diam. Hatinya sakit setelah melihat apa yang ada diruang kelasnya. Bayangkan saja disana ada area yang tengah bercanda gurau dengan putri dan mereka terlihat dekat. Lalu ada stev yang tampaknya tengah mendengar cerita mayang yang dengan beraninya menggenggam tangan stev dan yang lebih parahnya stev tak menolak hal itu. ****!!! Rasanya ia ingin menghancurkan apa saja sekarang ini.


     Bukankah waktu itu mereka bilang mencintainya lantas barusan itu apa? Apa mereka hanya mempermainkannya? Shit.


     Tanpa ia sadari kakinya membawanya ke lapangan basket yang ada disekolahnya. Ia melangkah menuju kesudut lapangan basket mengambil bola basket yang sejak tadi menganggur.


     Tampaknya bukan masalah besar kalau ia memainkan bola itu toh bel juga belum berbunyi. Mula mula aura tampak mendribble bola itu lalu melemparnya ke ring. Dan hasilnya.... Masuk. Tak meleset.Kembali ia mendribble bola itu ditengah lapangan sambil berlari kecil. Aura tampak tengah bersiap siap melempar bola dari jarak cukup jauh... Dan... Hupp.. Bola sudah melewati bolonga ring dengan indah. Bola kembali ada ditangan aura saat ini, kemudian ia melempar bola dan.. Hupp.. Masuk lagi tentunya.

__ADS_1


"Ck.. Kenapa ngak meleset sih. Masuk mulu. "Gerutu aura kesal sebab sejak tadi ia berusah membuat bola tak masuk eh taunya masuk mulu. Kan jadi kesel dianya.


     Entah karna sedang kesal atau memang ia sudah asik bermain basket tanpa ia sadari ada beberapa senior yang melihatnya dengan pandangan kagum terutama senior pria.


"Anak kelas berapa tuh? "


"Gila... Jago bener main basketnya."


"Anak basket ya? "


"Wih ada tontonan pagi nih. Seger. "


     Yeah begitulah bisik bisik yang dilakukan oleh para senior pria yang melihat aura bermain basket dengan keahlian yang terbilang sudah pro.


     Entah sudah berapa banyak angka yang ia cetak yang jelas ia tak menghitungnya sebab ia masih kesal akan kejadian tadi.


"Kenapa mereka lakuin ini kegue?"tanya aura dengan nada kesal yang amat kentara. Ia benci bila ia sudah dilambungkan namun setelahnya ia dihempaskan. Ia benci itu. Tanpa ia sadari ternyata ia melempar bola terlalu kencang sehingga bukannya masuk malah meleset mengenai sisi lain ring, bola tampak memantul beberapa kali sebelum kembali ditangkap aura dengan satu tangan. Kembali ia lempar bola itu sebelum berbalik meninggalkan lapangan... Dan... Hupp... Bola kembali masuk dengan mulisnya. Ia lirik sebentar bola yang ia lempar tadi lalu ia tampak terseny.. Eh bukan ia tampak menyeringai. Hei apa yang kau pikirkan ra.


 


"Aura ngak masuk lagi?"ranya getta kepada seluruh penghuni kelas.


"Ehh.. Kayaknya ngak deh."jawab ranti dengan tatapan yang entahlah tak bisa ku artikan.


     Semua penghuni kelas saling memandang dengan tatapan bertanya satu sama lain. Apa aura tak masuk lagi?


KRIETT


     Pintu kelas terbuka membuat seluruh penghuni kelas melirik kearah pintu. Itu aura. Ia lalu berjalan masuk melewati getta yang tengah memandanginya terkejut, namun ia abaikan tatapan itu.


"Ndri.."panggil aura saat tiba di samping meja andri dengan tampang datar sedatar jalan tol.


"Ehh... Kenapa ra?"tanya andri bingung.Tumben aura mau nyamperin dia. Perasannya jadi ngak enak nih. Pasti ada sesuatu.

__ADS_1


"Pindah... Gue duduk sini!"perintah aura dengan tatapan tajamnya yang membuat andri bergidik ngeri. Hei asal kau tau ya tatapannya itu sangat tajam seakan akan bisa membunuhmu saat itu juga.


"Eh... Tap


"Ndri... PINDAH!! "oke fiks tanpa perlu menunggu pengulangan lagi andri memilih meninggalkan kursinya dari pada dia harus berhadepan ama aura. Merinding cuy. Serem dianya. Eh lukira aura hantu ato setan ato iblis ndri?


"Oke.. Bangku ini milik lo."ujar andri mengangkat kedua tangannya tanda menyerah sebelum pergi menuju bangku milik aura sebelumnya. Disebelah stev.


     Mereka yang ada dikelas mengernyit bingung akan tingkah aura hari ini. Semua tatapan tertuju kearah aura dan itu membuatnya risih plus jengkel.


"Apa liat liat? Mau gue congkel tu mata!"ancam aura dengan nada dingin serta tatapan intimidasi yang membuat semuanya bergidik ngeri membayangkan mata mareka dicongkel aura.


~Sadesss~batin semuanya kecuali aura, stev, ares dan juga getta.


"Lu kenapa ra? PMS?"tanya getta pelan amat sangat pelan.


"Hn."hanya itu respon yang aura berikan kepada getta.


"Lo ngak pa...


TEET.. TEET... TEET


     Bel menghentikan pertanyaaan getta. Bertepatan dengan itu guru yang akan mengajar jam ini telah ada di depan papan tulis. Wih tipe guru rajin baru aja bel eh dianya udah nongol. Pelajaran berjalan dengan lancar, semua murit memerhatikan dengan hidmat kecuali beberapa murid.


~Sialan~batin aura masih kesal. Kini ia tengah mengabsen penghuni kebun binatang secara satu persatu, tak kala melihat mayang dengan genitnya mencuri pandang dan juga mengerling genit kearah stev. Rasanya pengen aura colok tuh mata. Bicth.


~Aura aneh~batin getta yang sejak tadi melirik kearah aura yang tengah menatap mayang dengan tatapan membunuhnya.


~Apa honey masih marah ama gue~batin stev sambil menatap kearah aura dengan pandangan yang seakan akan ia tengah terluka sekaligus sedih.


~Maaf ra.Gue harus lakuin ini, biar lo sadar siapa pemilik hati lo sebenernya. Dan sekarang gue tau siapa yang lo pilih ra~batin ares menatap stev yang melihat aura lalu aura yang tampak menatap mayang dengan tatapan membunuhnya.


"Lo suka ama....

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2