
Diaula
Ketika lampu padam,semua tamu tampak panik apalagi ditambah dengan sirine kebakaran yang menyala.Dengan langkah yang berdesak desakan semuanya meninggalkan aula menuju pintu keluar.
Situasi ini dimanfaatkan oleh dua orang muda mudi yang langsung berjalan mendekati target mereka.Dengan menggunakan kacamata yang didisain untuk melihat dalam kegelapan.Dengan mudah mereka membidik target mereka.
BLUSS
BLUSS
Dua buah peluru melesat dari masing masing shot gun yang mereka kenakan.
"Akhhh."rintih kedua pria disana.
"Sial."umpat salah satunya merasakan bagian pinggang bawah bagian kirinya tertembak.
"Siapa kalian?"teriak pria lainnya yang juga terkena tembakan pada bagian bahu kirinya.
"KHkkkk."hanya kekehan yang terdrngar dari dua muda mudi itu.
"Keparat."umpat pria itu lantang.
Dengan susah payah kedua pria itu mengeluarkan pistol dari jas mereka dan dengan pisisi saling memunggungi keduanya memberikan tembakan secara sembarang.
DOR...DOR...DOR
Dengan gesit pula kedua sosok muda mudi itu menghindar.Mereka memanfaatkan meja yang ada diruangan itu sebagai tameng dari tembakan sembarang yang ditembakkan oleh targetnya.
"Cih..tak kena."ledek salah satu sosok disana.Kurasa ia seorang pria terbukti dari suaranya.
"Keparat mati kau."dengan emosi kedua pria itu kembali menarik pelatuk pistol mereka.
DOR...DOR..DOR
Ternyata usaha mereka tidak sia sia,salah satu peluru mereka mengenai sisosok itu.
"Sial."umpat sosok itu menahan prih dilengan kanannya.Dengan cepat kedua muda mudi itu memberikan tembakan pada kepala dan juga jantung target mereka.
BLUSS BLUSS
Setelah itu terdengar suara bedebum seperti benda yang jatuh membentur lantai dan juga beberapa benda lain.Rupanya bunyi itu berasal dari tubuh target mereka.Segera setelah memastikan bahwa targetnya telah mati.So pasti mati lah.Mereka meninggalkan mayat itu dengan setangkai bunga mawar merah dan juga sebuah kartu dengan lambang joker disana.
"Hon...are you oke?"tanya sosok wanita itu kepada rekannya.
"Sial.Dia menembak lengan kananku."umpat sosok pria itu sambil mencengkram lengan kanannya.
"Shedow melapor."sebuah suara yang berasal dari earphone mereka terdengar mengalihkan atensi mereka.
"Sebaiknya kalian percepat langkah kalian.Lampu satu menit lagi akan ku nyalakan dan para penjaga telah berhasil membuka pintu aula.Jangan sampai kalian tertangkap mereka."jelas seorang lelaki di sebrang sana.
__ADS_1
"Kami tau."jab wanita itu sambil memapah prianya.
"Bagaimana dengan BE?"tanya si pria sambil menahan perih dilengannya.
"Lima menit setelah tembakan pertama ia segera meninggalkan hotel.Murasa ia tau ada orang lain yang mengincar targetnya."
"Baiklah,kurasa para penjaga sudah dekat.Tunggu kami di mobil."ujar si wanita.
"Sial."umpat prianya.
"Luka ini menghambat kita."ujarnya sebelum kehilangan kesadaran.
"Help..Help me!!!"teriak seorang wanita dalam kegelapan.
"Someone..please help me."teriaknya lagi diiringi dengan isak tangisnya yang mulai pecah.
DUPP
Tiba tiba lampu menyala,menampakkan sebuah ruangan yang berantakan dan juga darah disekitar jasad dua lelaki disana.Penjaga yang memang sudah ada disana segera menghampiri wanita yang tengah memeluk seorang lelaki dan juga dua jasad yang ada disana.
"Help...help my husband."ujarnya
Dengan sigap para penjaga itu menolong suami dari wanita bermata emerald itu dan juga mengevakuasi jasad dua lelaki disana.
"Emm...hiks..sorry sir.Can you hiks bring my hiks husband to my hiks car?"tanya wanita itu kepada salah seorang penjaga masih dengan sedikit sesenggukan.
"Oh..te tentu..emm..mobil nyonya yang mana?"tanya penjaga itu sopan.
"Ini kuncinya."ujar si wanita memberikan kunci mobil.Saat ia ingin melangkah pergi seorang penjaga menahannya.
"Maaf nyonya.Boleh saya bertanya?"ujar si penjaga.
"Ya."
"Apa nyonya melihat pelaku penenmbakan yang baru saja terjadi?"tanya penjaga itu sedikit hati hati takut bila wanuta itu mengalami trauma akibat apa yang menimpa suaminya.
"Aahh...saya tak tau.Saya dan suami saya baru saja akan lari ketika mendengar beberapa kali tembakan dan saat tembakan kedua suami saya tidak sengaja tertembak hiks."
"Saya rasa pelakunya satu orang dan mungkin ia kabur setelah melepaskan tembakan beruntun yang kedua."jelas si wanita memberikan pendapatnya.
"Terimakasih atas informasinya nyonya."tutur si penjaga dengan ramah.
"Semoga suami anda cepat sembuh."tambahnya lagi.Setelah mengucapkan hal itu si penjaga langsung menuju kedalam hotel.Si wanita pun ikut pergi menuju mobilnya sebelum menggumankan sesuatu dengan seringai yang sangat tipis setipis kertas.
"Mungkin."
Brackk..
__ADS_1
Bunyi pintu mobil dibanting terdengar cukup kencang.
"What wrong honey?"tanya si pria dari bangku sebelah kemudi.
"Hn.Lebih baik kita bergegas pergi stev."ujar si wanita sambil menjalankan mobilnya.
"Kurasa berhasil."ujar suara lain yang ada dibangku belakang.
Disisi lain
Seorang pemuda bertopi dan juga mengenakan jaket berhodi tengah duduk dibangku taman sambil mengotak atik hanphone degenggamannya.Tak berapa lama seorang pria dengan setelah jas yang rapi tampak menghampirinya.
"Ini bayaranmu."ujar pria itu sambil memberikan sebuah koper kepada pemuda itu.
"Berterima kasihlah kepada orang yang membantumu menyelesaikan misi lebih cepat."ujar pria itu lagi.
"Aku tau."ujar si pemuda itu sebelum melangkah pergi meninggalkan pria itu sendirian ditaman.
"BE,BR,BJ DAN DS.Empat pilar yang saling bertolak belakang namun sama kuatnya."
"Tapi BR jauh lebih unggul dari mereka."guman pria itu sebelum pergi dari taman itu.
Disisi lain
Seorang gadis dengan setelan jaket merah dipadu dengan topi dan juga masker tengah duduk disalah satu meja sebuha kafe.Tampaknya ia tengah menunggu seseorang.
"Ini bayaranmu."ujar seorang pria dari meja yang ada dibelakang si gadis.Dengab cepat sebuah koper tengah berada ditangan si gadis.
"Dan ini bonus untuk kalian."tambah pria itu sambip mengoper dua buah koper kemeja si gadis.
"Saya puas dengan hasil kerja kalian bertiga."ujar pria itu sebelum pergi meninggalkan si gadis.Tak berapa lama gadis itu juga ikut pergi dengan membawa 3 buah koper hasil kerja timnya.
Di hotel dahlia
"Bagaimana?"tanya kevin kepada aura setelah aura duduk dihadapannya.
"Aku sudah menemuinya."ujar aura sambil memberikan kevin sebuah koper.
"Katanya ia puas dengan hasil karya kita."tambahnya.
"Lalu itu."tanya kevin menunjuk sebuah benda yang ada disamping aura.
"Hanya kenang kenangna yang akan ku bagi nanti."ujar aura.
"Stev mana?"tanya aura ketika menyadari bahwa stev tak ada diruangan itu.
"Tidur.Mungkin mereda rasa sakit ditangannya."
"Benar benar sial sekali nasibnya."tambah kevin dengan nada candaa yang kentara terdengar di kalimatnya.
"Bangunkan ia jam satu nanti."
__ADS_1
"Pesawat kita take off jam dua."ujar aura menambahkan.
BERSAMBUNG