
Bugh
Dor
Prang
Dugh
Bugh
Akhhh
Bukh
Arghhh
Tanpa belas kasihan aura membantai seluruh penjaga yang ada disana, membuat sang ayah terkejut.
"Pu... Putriku. "Guman ayah terbatah.
"Jangan diam saja ***!!"Bentak aura kesal pasalnya tak satupun dari para bodyguardnya bergerak membantunya.
“Baik.”Jawab semuanya serentak.
“Jaga dia!Aku tak ingin ia menyusahkan.”perintah sakura kepada anak buahnya.
“Say hello to the hell bastrad.”batin aura dengan seringai yang amat sangat lebar membuat siapa saja yang melihatnya akan bergidik ngeri.
Disisi lain
Tanpa memerhatikan sekeliling kedua pemuda itu berlari menuju pintu keluar bandara. Umpatan serta segala macam sumpah serapah dari orang orang yang mereka tabrak hanya dianggap angin lalu oleh keduanya.
"Sial... Kita pakek apa? "Tanya salah seorang pemuda dengan pemuda lain.
"Itu. "Tunjuk pemuda tersebut kearah mobil audiy berwarna putih dengan seorang pria paruh baya disampingnya.
"Pulang lah ini ongkos untukmu."ujar pemuda itu memberikan beberapa lembar uang kepada pria paruh baya itu.
Tanpa banyak bicara segera saja mereka pergi meninggalkan bandara menuju tempat dimana aura berada dengan berbekalkan GPS kevin.
"Sedikit lagi hon.."batin stev cemas akan keadaan aura.
"Lo harus baik baik aja ra."batin kevin dengan perasaan yang entahlah.
Disisi lain
Seorang pemuda dengan setelan serba hitam tampak tengah berkutat dengan kebingungan yang amat sangat menyiksanya. Ayah atau pujaan hatinya?
"Sial."umpat pemuda itu sambil meninju kaca yang ada di salah satu kamar tempat ia menyandra anak itu.
"Sorry ra."guman pemuda itu memandangi potret seorang gadi berambut hitam dengan mata coklat yang tak lain dan tak bukan adalah aura.
Disisi lain
Tampak seorang bocah laki laki yang beringsut mendekati kepala ranjang guna menjauh dari jangkauan pria paruh baya di hadapannya.
"Kemarilah. Aku tak akan menyakitimu."rayu pria paruh baya itu.
"Angga au ulang."tolak bocah itu membuat pria itu geram bukan kepalang.
"Angga mau ama kak lala."
"Kau akan bertemu mereka sebentar lagi."ujar pria paruh baya itu.
"Ap..
CEKLEK
"Maaf tuan. Mereka telah datang."ujar salah seorang anak buahnya membuat tanpa sadar segaris seringai terpampang apik di bibir pria itu.
"Ah.. Mereka cepat juga."ujar pria itu berlalu pergi namun sebelum pergi ia memerintahkan anak buahnya untuk membawa rangga dan jyga memanggil BE untuk segera menuju ke ruang tamu.
Diruang tamu yang ada di rumah itu tampak banyak orang dengan berbagai raut wajah dan juga penampilan tengah berkumpul. Terlihat seorang bocah laki laki yang diikat dikursi dengan seorang pemuda bertopeng serta berbaju hitam disampingnya dengan mata yang tak kunjung lepas dari aura.
"Apa mau mu carly?"ujar yoan dengan raut wajah yang amat sangat marah. Apa yang diinginkan pria itu dari keluarganya? Tak cukupkah ia merenggut istrinya tiga tahun yang lalu?
"Khhh... Bukankah kau cukup pintar yoan? Seharusnya kau tau apa yang kuinginkan."balas pria paruh baya yang ternyata bernama Carly.
"Kau!!!"
"Apa?"
"Serahkan seluruh sahammu dan juga seluruh hartamu maka akan ku bebeaskan putra kecilmu."ujar carly dengan seringai dibibirnya.
"Ap..
"Siapa dirimu heh?"celetus aura tiba tiba membuat semua yang ada disana memandang kearahnya yang hanya ia tanggapi dengan raut datar dan dingin miliknya.
"Ah... Kau pasti Aura Fanesha putri pertama dari pria tak berguna diujung sana bukan?"ujar carly dengan senyum manis yang membuat aura muak.
"Mmmm.. Emmm.. "rangga tampak mencoba berbicara tapi sialnya lakban yang ada dibibirnya membuat ia tak bisa berbicara.
"Lepaskan adikku."ujar aura dengan kepala yang ia tundukkan.
"Minta ayahmu menyerahkan seluruh hartanya maka aku akan memberikan adikmu."ujar carly tersenyum angkuh tanpa tau malaikat maut tengah mengintai nyawanya.
"Khhh... Hhhhh... Hhhh... "
Suara tawa aura menggelegar diseluruh sudut ruangan membuat hampir semua yang ada disana memasang sikap siaga.
"Khhh.... Cih."tanpa takut aura mendengus dengan terang terangan. Ayolah kenapa ia harus taku?Memangnya kenapa bila ia mendengus terang terangan? Apa akan ada yang membunuhnya? Cih sebelum orang itu mbk mbunuhnya kubunuh duluan.
__ADS_1
"Apa yang kau tertawakan?"tanya carly bingung. Ayolah apa karna adiknya ia sandra kakaknya menjadi gila? Jangan bercanda.
"I kill you bastrad."
Dor
Dor
Dor
Brukh
Dugh
Disisi lain
"Apa ini tempatnya? "Tanya stev melirik bangunan yang ada dihadapan mereka sat ini.
"Ya."jawab kevin sesekali ia melirik kearah hanphonnya yang masih menunjukkan titik merah yang jaraknya tak jauh dari titik biru posisi mereka saat ini, tanda merah itu adalah tanda bahwa aura tepat berada didalam bangunan didepan mereka.
"Apa kau yakin?"kembali stev bertanya sebab ia kurang yakin. Kenapa? Karna untuk apa aura ada disini?
"Ya. Lihat!"ujar kevin yakin sambil menunjuk kearah beberapa penjaga yang telah tergeletak entah tak sadarkan diri alias pingsan atau malah tak bernafas lagi alias mati kau tau? Mati. Dead.
"Tap..
Dor~Dor~Dor
"Sial."umpat keduanya sebelum berlari memasuki gedung tersebut.
Disisi lain
"Berani melangkah kubunuh bocah ini."ancam carly dengan pisau yang ia todongkan kearah leher rangga mau tak mau membuat aura berhenti menembak kekubu carly padahal tinggal dua pengawal lagi maka carly akan sendiri terkecuali pemuda bertopeng itu, entah kenapa ia merasa tak asing dengan mata pemuda itu serta tatapan yang entah bagaimana terasa terus mengarah kearahnya dengan pandangan sendu sarat akan penyesalan. Apa ia mengenal pemuda itu?
"Tanda tangani surat ini maka anakmu akan ku bebaskan."
"Beri aku alasan kenapa kau lakukan ini pada keluargaku?"ujar aura dengan tatapan yang amat sangat dingin.
"Khhh... Kau ingin tau ehh? Baikalah akan ku jawab. Semuanya berawal dari ibumu."ujar carly membuat aura memandang bingung kearahnya.
"Apa maksudmu?"tanya aura.
"Jangan main main carly!"bentak yoan marah.
"Kenapa?"ejek carly membuat yoan semakin marah.
"Putri mu harus tau."
"Kami dulunya adalah sahabat dekat namun semua berubah ketika ayahmu berpacaran dengan ibumu yang entah kebetulan atau bagaimana adalah gadis yang ku cintai. Orang tuamu menikah mereka bahagia dengan perusahaan ayahmu yang makin berkembang sedangka aku? Sendirian. Kau tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang amat kau cintai? "Jelas carly membuat aura membolakan matanya terkejut. Apa lagi ini tuhan?
"Car...
"Jika aku tak bisa memiliki ibumu maka tak akan ada yang bisa memilikinya juga termasuk ayahmu."seru carly dengan raut yang amat berantakan. Tunggu dulu apakah aku baru saja melihat setitik air mata jatuh dari mata pria paruh baya itu?
.... Adikmu juga."
Oh tidak apa yang akan pria sialan itu lakukan? Jangan bilang kalau ia akan...
"Mmmmm... Mmmmm.... "Ronta rangga ketika ujung pisau itu mengenai kulitnya.
"Selamat tinggal."ujarnya dengan seringai yang mengerikan.
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
Brugh
Brugh
Dugh
"Akhh... Sialan kalian."umpat carly ketika dua timah panas menembus kulirnya. Tunggu dulu dua?
"Apa yang kau lakukan BE?"bentak carly ketika sadar bahwa yang menembaknnya bukan hanya aura melainkan BE juga. Apa pemuda ini berhianat darinya?
"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan AYAH?"ujar BE dengan penekanan diakhir ucapannya.
"Ap...
"Kenapa?"ujar pemuda itu membuka topeng serta hodi yang menutupi identitas aslinya.
"A.. Ares.."kaget carly begitu melihat rupa BE.
"Elo!!!"bentak stev dan juga kevin. Ah ya aku lupa memberi tahu kalian tentang keberadaan dua pemuda ini ya. Mereka berdua telah berada disana tepat sebelum para penjaga menembakkan timah panas kearah aura dan ayahnya yang dilindung beberapa bodyguard. Merekalah yang menembak dua pengawal carly.
"Kenapa? Kenapa ayah melakukan ini?"
"Cih... Lebih baik kau tak usah ikut campur ares."
Sementara keduanya sibuk bertengkar kevin mengambip kesempatan itu untuk menyelamatkan rangga.
"Tap..
"CUKUP!!!"bentak aura membuat semua yang ada disana menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Kau harus membayar semua perbuatanmu sialan. Tak peduli sekalipun kau ayah dari pemuda yang kucintai.Kau harus mati."ujar aura membuat semua yang ada disana syok terutama ares, stev dan juga kevin serta carly tentunya.
"Khhh... Ternyata dunia ini sempit ya. Tak diasangka putrimu mu cintai anakku?"ejek carly membuat wajah yoan dan stev memerah menahan amarah.
"Khhh... Ya kau benar tuan. Tapi itu tak berlaku sekarang. Siapa pun yang telah menyakiti keluargaku maka ia harus menerima hukuman dari ku.. Fufufu~"balas aura dengan seringai lebar yang amat menakutkan.
"Kau bisa ap...
Dor
"Akhhh."teriak carly kesakitan sebab timah panas yang kembali menembus paha kanannya.
"Bawa rangga pergi kavin."perintah aura kepada kevin. Ayolah ia tak ingin adiknya melihat apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"Tap..
"Bila ku bilang BAWA ya BAWA SAJA!"bentak aura kesal. Tidak bisakah mereka menututi apa yang ia ucapkan tanpa ada bantahan?
"Nah mari kita bermain."ujar aura kembali mengisi peluru pada MK23 miliknya.
Dor
"Meleset."ejek aura ketika tembakan yang diluncurkan carly tak menghores barang sedikitpun kulitnya. Beberapa bodyguar tampak akan maju melindungi auar namun dihentikan oleh aura.
"Jaga saja rangga dan pria itu!"ujar aura memerintahkan mereka untuk menjaga rangga dan juga ayahya.
Dor~Dor
"Akhhh."
"Fufufu~ini menyenangkan."ujar aura dengan riang sebab ia telah mengenai lengan kiri serta pinggang carly. Ahh... Ini benar benar mengasikkan tapi tidakkah kau tau ra? Apa yang kau lakukan barusan membuat ayah serta ares menatap mu terkejut.
"Apa yang terjadi dengan puyriku ya tuhan?"batin yoan bertanya tanya.
"A.. Aura.. I.. Ini beneran aura?"batin ares benar benar terkejut.
"Ares!! Bantu ayah."bentakan carly menyadarkan ares dari keterkejutannya begitu pula dengan yoan.
"Nee... Ares kau akan membantu ayahmu atau kau akan diam saja?"tanya aura dengan tampang polos yang ahh... Entahlah tak bisa dijelaskan.
"Ares!! "Bentak carly. Lagi.
Dor~
"Akhhh... "
"Ups maaf."tukas aura dengan senyum yang termat manis setelah kembali berhasil melukai lengan kanan carly membuat pistol yang ia pegang jatuh disisi tubuhnya yang terduduk sebab tak sanggup menahan berat badannya.
"Aura cukup."cegah ayah panik. Ia tak habis pikir bila putrinya akan melakukan hal sejauh dan senekat ini. Apa saja yang telah ia lewatkan selama beberapa tahun ini?
"Berhenti disana arau ku tembak!"ujar aura dingin. Tanpa segan ia arahkan MK23 miliknya ke arah yoan.
"Ra."panggil stev mencoba menyadarkan aura. Ia takut aura akan lepas control. Itu bisa berakibat fatal sebab ia tak akan bisa membedakan mana lawan mana kawan.
"Diam!!"
"Nah carly. Kau pilih mati dengan cara apa?"tanya aura mengeluarkan sebilah belatih perak dengan kilatan tajam yang menambah kesan ngeri dari belatih tersebut.
"Si... A.. Lan... Ukhukk... "Ahhh... Masih bisa mengumpat rupanya.
"Kuberi kau waktu lima detik ares. Bantu atau enyah?"ujar aura melirik kearah ares. Walaupun ia berharap ares tak akan ikut campur.
"Satu... Dua... Tiga... Empat... Lim..
Dor
A... Waktu mu habis."ujar aura dengan suara seringan kapas.
Bruk
Bunyi tubuh yang membentur lantai menyadarkan yoan, stev serta ares bahwasannya aura telah mengakhiri hidup carly.
"Ap.. Apa yang kau lakukan ra?"bentak yoan marah. Ia tak pernah mendidik putrinya menjadi seorang pembunuh.
"Membunuh tik..
Plak
Suara tamparan menggema disudut ruang itu. Entah bagaimana bisa yoan melayangkan tamparan kepada putrinya.
"Sialan aku tak pernah mengajarimu menjadi seorang pembunuh."bentak yoan marah. Ia marah, ia kecewa dan ia juga sedih saat ini.
"Kenapa kau diam hah?"bentak yoan.
"Ka..
"Kau seharusnya berterima kasih pada aura sebab ia telah menyelamatkan rangga."ujar stev dengan tanggan yang menggenggam tangan yoan yang akan kembali melayangkan tamparan kepada aura.
"Lepaskan!!Siapa kau berani memerintahku?"
"Ak..
"Khhhh.. Kau tau ayah? kau...
... MENJIJIKKAN."ucap aura dengan wajah datar serta nada dingin yang menusuk.
"AU...
Dor
"AURA!!!"
Bersambung~~
__ADS_1
Satu atau dua chap lagi bakal tamat. Sad or happy? Dan ada nggak yang tau apa yang terjadi dengan aura? Ada yang bisa nebak?