Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#19


__ADS_3

X IPA I hari ini menjelma menjadi pasar saat pergantian pelajaran olahraga usai.Sebagian anak cewek penghuni kelas ini pada sibuk moles muka mereka pakek bedak dan juga berbagai macam make up lainnya,karena pelajaran olahraga tadi sudah berhasil membuat dandanan mereka luntur ngak karuan akibat keringat.Sedangkan anak cowok pada teparan dilantai bahkan ada yang udah bukak baju dan ngak malu sama sekali.Kelas yang ajaib_-


"Woy!!!Ada kabar bagus nih."ujar andri setengah berlari dari depan pintu.


"Apaan ndri??"


"Hari ini bu lili ngak masuk!So kita bakal free selama dua jam...ahahahah...Say No To Kimia."jelas andri dengan girangnya bahkan ia kini telah lompat lompat mirip kangguru sangking senangnya.


"Asiiiikkk/Horrreeee."seisi kelas pada gaduh,bersorak sorak seakan akan mereka baru saja memenangkan lotre satu miliar.Tapi gimana mereka ngak seneng lah wong buk lili ngak ngajar hari ini.Salah satu dari jajaran guru terkiller yang mampu membuat sembilan puluh menit terasa bagai berabad abad(lebai_-).Kimia adalah pelajaran yang isinya ngak akan pernah jauh jauh dari molekul,rumus ama zat zat antah berantah yang membuat kepala pusing.Maka dari itu ketidak hadiran bu lili membuat kelas jadi rame,biasanya kalo udah jam segini kelas tuh sunyi,senyap macam kuburan.


TEEET....TEEET


    Ngak kerasa bel istirahat udah bunyi aja.Banyak siswa yang sudah berhamburan keluar kelas guna mengisi perut mereka.


"Kantin yuk!!"ajak getta kepada ranti yang sejak tadi duduk di kursi andri.


"Bentar lagi lah ta."ujar ranti.


"Loh kenapa?"


"Masih rame.Males ngantri."jelas ranti.


"Lah dari pada ntar keburu masuk."paksa getta.


Kayaknya nih anak udah laper banget dah.


"Yaudah iya.Ajak yang laen gih."putus ranti sedikit jutek.


"Oh ya,ajak aldi sekalian."ujar ranti dengan semangat.


~nih anak kenapa?Tumben ngajak aldi~batin getta sambil menghampiri meja ares.


"Res ngantin yuk!"ajak getta kepada ares yang dijawab anggukan oleh ares.


"Ple.Ngantin yuk!"kali ini giliran meja aura.


"Hn."guman aura ambigu namun ia langsung berdiri.


"Stev."panggil aura kepada stev yang tampaknya tengah tertidur.


"Stev."panggil aura sambil mengelus pucuk kepala stev membuat empunya menggeliat bangun.


"Enghhh...hon."ujar stev sambil mengucek matanya mirip anak kecil baru bangun tidur.Menggemaskan.


"Kantin."ujar aura singkat namun stev paham maksud ucapan aura.Langsung saja menggandeng tangan aura menuju pintu kelas meninggalkan getta yang dibuat melongo dan juga dua orang pemuda lainnya menggeram emosi.Cemburu eh.


"Sekarang tinggal aldi."ujar getta.


"Lah aldinya kemana?"tanya getta bingung pasalnya saat ia melihat kemeja aldi,ia sudah tak ada disana.


"Yaelah.Gue yang ngajak eh malah gue yang ditinggalin.Dasar temen nyebelin."gerutu getta dengan kesal.



"Eh..lupada udah disini."celetus getta setelah ia sampai dimeja kantin yang isinya temen dia semua.


"Lu dari mana aja.Lu yang ngajak eh lu yang ngilang."ujar ranti kepada getta yang bikin getta makin gondok.


"Lu pada emang temen gue yang paling kocak,amezing,manis,pinter,rajin,elegan,terampil.Dan disingkat jadi KAMPRET."ujar getta dengan senyum yang amat manis.


"Lupada ninggalin GUE."ujar getta sedikit kencang.


"Lah kan lu yang ngilang gitu aja."bela ares.

__ADS_1


"Iya gue kira lu idah disini."tambah ranti.


"Pala lu peang.Gue tadi tu nyamperin al-"Belum sempat getta menyelesaikan ucapannya,ia sudah disela oleh suara lain.


"Hai.Boleh gabung ngak?"tanya suara itu.


"Eh...boleh kok.Gabung aja aldi."ujar ranti dengan semangat mengizinkan orang itu yang ternyata adalah aldi.


~***~umpat ares dalam hati.


~Pengganggu~batin stev.


~Yes ada aldi~batin ranti gembira.


~Nih bocah kenapa?~batin getta bingung.


~Perlahan tapi pasti~batin stev sambil melirik ke pujaan hatinya.


~Berisik~umpat aura kesal.


"Gue pesen makanan dulu ya."pamit getta yang langsung melangkah meninggalkan meja itu padahal yang lain belum mengatakan pesanan mereka.


    Entah ini hanya perasaan aura saja atau memang suasananya ajadi agak horor?Ares diem itu hal yang biasa lah ini stev yang biasanya suka manja manja ama dia tiba tiba jadi diem kan aneh apalagi ditambah dengan aldi yang sejak tadi terus saja menatap dirinya yang membuatnya merasa risih dipandangi sebegitu intens oleh aldi.Menyebalkan.


"Nih pangsitnya."getta kembali dengan nampan besar berisi mie pangsit yang ia bagikan kepada ares,ayu,aldi,stev dan juga aura.


"Stev ngak suka makan sawi."ujar aura spontan.


"Cie...aura perhatian banget ama stev."


    Sadar ngak sadar ucapan getta barusan malah membuat suasana jadi makin ngak enak.Aura yang menyadari perubahan dari hawa yang dikeluarkan oleh ares dan aldi langsung mengambil inisiatif untuk kabur.


"Biar gue yang pesen deh."ujar aura sebelum pergi.Tak berapa lama ia telah kembali dengan nampan berisi tiga mangkok bakso.


"Lo inget?"tanya aldi yang dijawab dengan anggukan oleh aura dan hal itu bikin salah satu gadis disana kesal pasalnya pemuda yang ia sukai sejak tadi selalu saja memerhatikan aura.


"Awas lo ra!"guman gadis itu dengan kesal.Tanpa ia sadari gumanannya terdengar oleh gadis lain yang ada disana.


~Kenapa?~batin gadis itu bingung


"Lah terus yang bayar nih pangsit siapa?"tanya getta bingung.


"Biar gue aja yang bayar."jawab aura sambil menyerahkan jang seratus ribu buat bayar pangsit.


"Dah ya.Lu semua makan aja."tambahnya lagi sebelum beranjak pergi.


"Lo mau kemana ra?"tanya ares.


"Ada urusan."jawab aura SPTJ.Singkat,Padat dan Tak Jelas.


"Urusan?"lang aldi.


"Hn."


"Urusan apa?"tanya getta.


"Adalah."jawab aura sebelum bergegas pergi.


"Ngak makan dulu hon?"cegah stev.


"Nanti aja."


"Ntar mag lo kambuh ra/ple/hon."ujar ares,aldi,getta dan juga stev berbarengan.

__ADS_1


"Ngak akan."ujar aura sebelum benar benar pergi meninggalkan mereka.


~Urusan apa?~batin stev dan ares  bingung.


~Aura~btin getta dan aldi.


~Menyebalkan~batin ranti kesal.


Klentang..


   Bunyi aluminium bertemu dengan piring keramik terdengar mengalihkan atensi mereka dari aura ke ranti.


"Gue selesai."ujar ranti ketus.


"Loh cepet banget."ujar aldi.


"Ya."ujar ranti sebelum pergi meninggalkan mereka.


"Ayu kenapa?"tanya ares bingung.


"Lagi ngak mood mungkin."tanggap getta acuh tak acuh.


"Oh..."


   Setelah percakapan itu tak ada lagi yang ingin membuka suara.Mereka melanjutkan acara makan mereka dengan khidmat.


Disis lain


"Gue ngak mau tau pokoknya lo harus ikutin tuh cewek.Dia baru aja keluar sekolah.Lo harus celakain tu cewek."ujar sebuah suara yang berasal dari toilet perempuan.


"....."


"Bagus."


"....."


"Gue tunggu hasil kerja lo."ujarnya sebelum memutuskan sambungan telfon.


"Liat aja apa yang bakal gue lakuin ke elo ra."ujar orang itu sambil melihat foto seorang gadis.


"Lo udah berani rebut milik gue dan lo harus bayar itu....


...AURA FANESA."ucapnya dengan seringai yang mengerikan terpatri dibibirnya.


Disiai Lainnya


"Kok perasaan gue ngak enak ya."


"Apa bakal terjadi sesuatu?"


"Kok gue tiba tiba kepikiran ama aura ya?"ujar orang tersebut.


Disisi Lain


"Jadi lo mau nyelakain DIA."ujar seorang pemuda dibalik pintu bercat hijau dengan lambang Wc di samping lintu.


"Ngak akan gue biarin."ujar pemuda itu sebelum berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


BERSAMBUNG


Salam Manis Dari Author😘


Auratiananggraeni😊

__ADS_1


SweetPsychopat😈


__ADS_2