
Disebuah rumah yang tampak tak terawat dimana dindingnya yang tertutup oleh tanaman rambat namun tampak cantik(tadi katanya ngak kerawat_-),lalu halaman yang tertimbun oleh dedaunan kering yang berasal dari dua buah pohon palm dan cemara dan juga beberapa pot bunga yang bunganya entah kemana menyisahkan pot yang berisi tanah kering.
Kreeakkk....
Bunyi engsel yang terdengar sangat berisik menandakan bahwa rumah itu telah lama tak dijamah pemiliknya.
"Ini rumah siapa?"tanya seorang gadis ketika telah memasuki halaman rumah itu.
"Rumah kita."jawab si pemuda sambil menarik tangan si gadis untuk segera masuk ke dalam rumah.
Haruskan aku takjub melihat interior rumah ini.Diluar boleh kita bilang rumah ini tak terawat tapi didalamnya sungguh bersih,rapi dan juga nyaman.sigadis tampak terpanah melihat penataan rumah ini,terlihat rapi dan serasi.Rumahnya memang tak terlalu besar hanya saja terasa nyaman.
"Giamana lo suka ngak sama rumah ini,hon?"tanya sang pemuda meminta pendapat si gadis.
"Nyaman.Gue suka stev."jawab si gadis kepada pemuda itu ya g ternyata adalah stev.
"Gue seneng lu suka ra."ujar stev kepada si gadis yang ternyata adalah aura.
"Sekarang bikinin gue nasi goreng yang lu janjiin stev."tagih aura.
"Iya iya.Sekarang lu mandi aja dulu kayaknya gue udah beli deh baju lu ra."perintah stev sambil berjalan menuju arah dapur.
"Hn."guman aura sambil melangkah menuju tangga yang menghubungkan antara lantai satu dan lantai dua.
"Oh ya,kamar lu yang ada bordiran bunga mawarnya hon."teriak stev dari dapur mengingatkan tentang yang mana kamar aura.
TEET...TEE
Bunyi bel berbarengan dengan masuknya ibu dian ke dalam kelas.Tanpa banyak basa basi bu dian langsung memulai pelajarannya.Bu dian adalah guru yang mengajar mata prlajaran biologi.Materi kali ini adalah struktur tubuh yang ada di hewan.
"Anak anak untuk materi kali ini ibu akan membuat beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas yang akan ibu berikan.Masing masing kompok akan diisi oleh lima orang sesuai dengan pilihan ibuk."ujar bu dian menjelaskan dengan panjang,setelah itu beliau segera membagikan kelompok yang telah ia bentuk.
Sebagian besar merasa bahagia dengan kelompok yang dibagikan oleh bu dian,sebab mereka sudah merasa cocok dengan anggota kelompok itu.Aura,getta dan ayu masuk dalam golongan orang bahagia itu.Sedangkan seorang pemuda nampak menekuk wajah sebal sebab ia gak sekelompok dengan sang pujaan hati.
"Maaf bu."ujar di sambil menunjuk tangan.
"Saya kurang setuju dengan kelompok yang ibu bagikan."ujar aldi menyela bu dian.
"Saya mau sekelompok dengan Aura."ujar aldi lagi.
WTH BOY...
Aura menegang kala namanya ikut dibawa bawa oleh aksi nekat aldi menentang bu dian.Hey kenapa harus namanya kenapa bukan yang lain.pikir aura kesal.
"Aduh di.Rumah lu kan jauh ama rumah kita apalagi rumahnya aura.Entar lu malah sering ngak dateng."protes getta.
"Itu mah gampang.Besok gue pindah depan rumah aura bila perlu satu rumah deh."ujar aldi tetap kekeh mau pindah kelompok.
"Boleh ya buk."rayu aldi kepada bu dian.
"Saya tukeran ama ayu deh buk."usul aldi yang bikin ayu kaget.
"Bagaimana ayu?kamu mau?"tanya bu dian.
Awalnya ayu menolak dengan alasan sudah cocok dengan kelompoknya namun karna aldi terus memaksa dan terus memohon jadilah ia tak tega dengan hati yang amat sangat terpaksan ia mengangguk pasrah.
~ais pengganggu~batin stev dan ares.
~kok sesek ya?~batin seorang gadis dengan wajah yang tertunduk.
~menyebalkan~batin aura kesal.
Setelah perdebatan itu bu dian kembali melanjutkan materi pelajarannya.
Tak terasa waktu istirahat tiba.Sebagian siswa segera pergi menuju kantin guna mengisi perut mereka sedangkan kelompok aura tampak tengan mendiskusikan dirumah siapa praktikum akan dilaksanakan.
"Gimana kalo dirumah ares aja?"tanya getta.
"Kalo di rumah gue ngak bisa."alasan ares menolak dirumah nya.
"Kalo rumah gue,kejauhan buat ares ama stev terutama aldi."jelas getta.
"Gimana kalo rumah aura aja?"ta ya aldi kepada yang lain.
"Ngak.Bokap gue ngak suka kalo rumah berisik."tolak aura datar.
"Trus rumah siapa dong?"ujar getta sedikit bingung.
"Rumah gue aja."ujar stev yang sejak tadi diam.
"Oke.Fiks rumah stev ya."ujar getta memastikan dan dijawab oleh anggukan setuju yang lainnya.
__ADS_1
"Pulang sekolah jam tiga ya."ujar aldi menambahkan.
"Oke."
Jam 15:00 wib
Tampak tiga orang remaja tengah berdiri di depan sebuah rumah yang entahlah dibilang tak terawat tapi lumayan bersih halamannya tinggal dinding yang dirambati oleh tumbuhan merambat saja ya g membuatnya tampak kotor.
"Ini beneran rumah stev?"tanya aldi.
"Iya jalan mawar blok A nomor 28 kan.Ya ini."ujar getta sambil.melihat kearah nomor yang ada dipagar itu.
"Yaudah masuk yuk."ajak ares sambil membuka gerbang.Lagi dan lagu suara engsel gerbang berbunyi nyaring mengakibatkan sakitnya telinga yang mendengarnya.
Setelah berada didepan pintu aldi segera mengetuk pintu lebih dari lima menit mereka mengetuk tapi belum juga ada yang keluar.
Ceklek~~
Bunyi pintu yang terbuka.Tak terkunci.Ceroboh sekali membiarkan pintu tak terkunci.Akhirnya setelah cukup lama berdebat menentukan masuk atau tidaknya mereka kedalam akhirnya mereka sepakat untuk masuk kedalam.
Setelah mereka berada didalam,mereka dibuat takjub dengan tata letak barang dan juga dekorasinya.Minimalis tapi nyaman.Mereka terus berjalan memasuki rumah hingga mereka sampai disebuah ruangan yang tampaknya adalah ruang tamu sebab disana terdapat sofa dan juga sebuah lemari besar yang berisi guci dan juga buku.
"Itu kan..."guman aldi pelan namun masih dapat didengar oleh getta dan ares,ia tampak melihat sebuah foto yang dipajang didinding diatas sebuah lemari kecil.Foto seorang wanita dan pria dengan balutan jas toxsedo dan juga gaun.Wajah keduanya tak terlalu jelas sebab foto itu berlatarkan matahari tenggelam yang mengakibatkan wajah keduanya sedikit gelap.
"Mirip..."guman aldi
"Ap-"
"Kalian udah disini?"ujar sebuah suara yang berasal dari atas tangga.Sontak saja ketiganya segera menoleh melihat keasal suara.Di atas tangga itu aura tengah berjalan menuruni tangga.Ia mengenakan celana levis lendek dipadu dengan kaos hitam rambutnya ia jalin kelabang.Manis.pikir ketiganya.
"Eh..iya ra.Sorry kita makn masuk aja.Soalnya tadi aldi ujah coba ngetok eh ngak ada yang keluar dan lagi pintunya nvak di kunci jadinya ya kita nyelonong aja."jelas getta takut salah paham.
"Ohh..sorry gue tadi dikamar jadi ngak denger."ujar aura bikin yang lain bingung.
"Kamar?"beo ares dan aldi.
"Jangan mikir yang macem macem.Gue emang nginep disini dari kemaren."jelas aura sambil berjalan menuju sofa.
"Oh..terus stev kemana?"tanya ares ikut duduk.
"Dia masih dikamar.Mandi kayaknya."jelas aura.
"Kalo iya kenapa?"
Belum sempat aura menjawabnya sudah didului oleh stev yang tengah berjalan menghampiri mereka.Kurasa ia memang habis mandi terbukti dari rambutnya yang masih basah dan juga handuk kecil yang menggantung dilehernya.
"Ra..lo ser-"
"Ya enggak lah.Dirumah ini ada empat kamar.Jadi kamar kita lisah lah."sanggah aura sebelum getta bertanya yang macam macam.
"Udah ah.Mana kecebongnya?"tanya aura kepada ares.
"Nih."ares mengeluarkan toples berisi air yang didalemnya ada kecebongnya.
"Nih alat alatnya."sodor getta yang ikut mengeluarkan alat alat praktikum yang mereka pinjam dari leb biologi.
"Kodoknya mana?"tagih aura kepada aldi.
"Nih."Dengan bangga aldi menguarkan kodok hasil tangkapannya.Getta yang melihat hal itu langsung bergiding ngeri.
"Oke keluarin."perintah aura kepada aldi.
"Eh...mesti gue ya?"
"Ya iyalah kan kodoknya punya lu."ujar aura sedikit kesal melihat tingkah aldi yang radak ngeselin.
"Tapi...gue geli ra."aldi memberi alasan supaya ia terhindar dari tugas itu.
"Kan lu yang nangkep."ucap getta ikut memojokkan aldi.
"Lu aja deh."tunjuk aldi kepada getta.
"Gue mah ogah.Jijik."tolak getta sambil merapatnya tubuhnya ke ares sedangkan ares cuman nguap bosan liat keduanya.
"Sini gue aja,hon."ujar stev menengahi perdebatan itu.
Akhirnya dengan santai stev meraih toples berisikan satu ekor kodok itu dan dengan ekspresi yang biasa saja ia mengeluarkan kodok itu.Dengan cekatan aura membantu stev memasukkan kodok itu kealat praktikum diikuti dengan ares yang langsung membantu aura.
"Mesti kita betiga nih yang nyatet laporannya?"ujar aura dengan jutek.
"Eh..gue..gue aja ra."tawar getta dan aldi.Akhirnya dengan bergantian mereka menyatat hasil laporan kelompok mereka.Tak lama kemudian hasil praktikum mereka usai.
"Ehh,udah sore ya.Gue pulang dulu ya guys."getta tiba tiba bangkit dari tempat duduknya sambil melihat jam tangannya.
__ADS_1
"Udah sore aja."gerutu aldi.
"Cabut yuk!"ajak getta.
"Bentar lagi ah ta."jawab aldi ya.g dianggukan oleh ares.
"Yaudah gue pulang dulu."putus getta.Dengan segera getta menuju kearah aura dan yeah memberikan peluk cium mesra.
"Dah..."ujar getta sambil berlari menuju pintu dengan melambaikan tangan.
Setelah getta menghilang dibalik pintu tak lama kemudian terdengar suara motor yang meninggalkan rumah itu.Kurasa getta sudah pulamg.
"Kalian berdua ngak pulang?"tanya atau lebih tepatnya sindir stev.
"Dan ngebiarin kalian berduaan disini?"ujar ares dengan nada yang dingin.
"No.Ngak akan."tambah aldi sambil melirik stev tajam.
"Mending kalian pulang.Ini tuh udah sore."ujar stev dengan mesabaran yang semakin menipis.
"Ngak."kekeh aldi.
"Pulang."ujar stev sambil memejamkan matanya guna bersabar.
"Ngak mau."ujar ares kekeh.
"Gue bilang pulang!!"bentak stev tak bisa bersabar lagi.
"Tap..."
"Kalo masih mau debat lanjutin diluar gue mau istirahat."sela aura yang sejak tadi mulai jengah dengan perdebatan ketiganya.
"See...lo pada tuh gangguin aura."ujar stev dengan seringai kemenangan dibibirnya.
"Oke.kita bedua pulang.Tapi awas kalo lo macem macem ama aura."ancam ares.
"Ngak akan macem macem...paling cuman satu macem."ujar stev sambil melirik aura dengan seringai mesumnya.
"Mati aja lo."senggut aldi dan ares.
"Masih mau lanjut."sindir aura.
"Iya...iya..."saut keduanya meninggalkan rumah itu.
Setelah aldi dan ares pergi tinggallah aura dan stev dirumah itu.
"Hon."
"Hn."
"Gue keluar dulu ya."izin stev.
"Kemana?"tanya aura.
"Mmmm...kemini market beli makanan."
"Oh...beli tomat ama kentang sekalian."ujar aura sambil mengambilkan jaket untuk stev dilemari dekat pintu masuk.
"Buat?"tanya stev bingung pasalnya ia ingat bahwa ia telah mengisi bahan persediaan makanan dikulkas.
"Ya dimakan lah.Gue lagi pengen makan sup tomat."ujar aura
"Emmm...kayaknya enak deh."tambahnya sambil mengelus perutnya.
"Kamu ngidam?"cetus stev dengan konyol.
"Apa lo bilang?"
"Hhhh...canda hon..."cengir stev.
"Tapi kalo bener juga ngak papa...asalkan itu baby stev junior."lanjut stev sebelum mengambil langkah seribu meninggalkan rumah karna kalau tidak cepat bisa dipastikan ia akan merasakan bogemannya aura.
"STEVV!!!"teriak aura dari dalam rumah.
Bersambung
Hai guys.Ketemu lagi ama author ini.Gimana chap kali ini bagus ngak.Jangan lupa vote and comen ya guys.
See You Nexs Time😏
Salam Manis Dari Author😘
Auratiananggraeni😍
Sweet Psyhopat🔫
__ADS_1