Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#06


__ADS_3

Teet....Teet...(anggep aja suara bel ya)


Bel istirahat telah berbunyi,semua siswa tampak sudah tidak sabar lagi ingin pergi menuju kantin.Termasuk ares,getta dan ranti.Hey sepertinya kita melupakan seseorang...ah aura ya.Tampaknya aura sedang dalam mood yang buruk bahkan sedari tadi ia hanya diam dan mencorat coret asal bukunya.Anak sultan mah bebas.


"Kamu ngak ke kantin ra?"tanya ranti.


"Hn."ujar aura singkat.


"Yakin."tanya getta memastikan.


"Hn."ujar aura sambil mencoret bukunya.


SREEK


"Ke kantin sekarang."ujar ares kepada aura dengan nada memerintah. Ck...Siapa dirimu bisa memerintah seorang Aura Fanesa.


"Balikin."ujar aura pelan.


"Ke kantin."ujar ares penuh penekanan.


"Kubilang balikin res."ujar aura sambil menatap ares datar.


"Kamu kenapa sih?"ujar ares mulai kesal.


"Helo...Seharusnya yang kesal itu aku."batin aura kesal.


"Bukan urusanmu."ujar aura ketus.


Entah setan apa yang membuat ares malah membentak dan menarik tangan aura begitu kasar.

__ADS_1


"Kubilang ke kantin SEKARANG!"ujar area dengan penekanan.


"Akh...lepas res...sakit."ujar aura sambil meringis meminta dilepaskan.


"Res lepasin lo nyakitin aura."ujar getta sambil mencoba membantu melepaskan cengkraman ares ditangan aura.


"Ran bantuin."sentak getta kepada ranti yang masih mematung setelah melihat reaksi ares.


"Astaga ares."seru ranti kaget dengan segera ia membantu getta.


DEGH


"Astaga apa yang kulakukan?"batin ares kaget saat melihat aura yang meringis sambil melihat tangannya yang memerah dan jangan lupakan matanya yang berkaca kaca menahan tangissannya.


"Ra ma-.."


Aura Pov~~


Sebenernya ares itu kenapa?seharusnya yang marah itu aku bukan dia.Emang cengkraman tangannya tak terlalu sakit walau pun tanganku memerah tapi tetap tak sakit karna aku tak bisa merasakan sakit pada daerah tertentu ditubuhku tapi bentakannya itu yang membuatku sakit.Rasanya perih ketika ia membentakku.Aku ingin menangis tapi tak mungkin.


Aura End Pov~~


"Maaf ra.Aku ngak bermaksud buat bentak kamu.Aku..aku..."ujar ares gelagapan mencoba menjelaskan kepada aura yang sayangnya entah kenapa lidahnya terasa kaku.


"Aku.Aku kenapa?"ujar aura kesal.


Ares tampak diam karena tak tau ingin bilang apa sedangkan getta dan ranti hanya dapat diam melihat pertengkaran itu.


"Kok jadi berantem sih?"batin getta bingung.

__ADS_1


"Kapan kekantinnya coba?"batin ranti bosan.


"Maaf."ujar ares pada akhirnya karna tak menemukan kata kata yang lain(emang kata kata dicari ya)


Haaaah~~


"Udah ngak usah dibahas.Lagian aku udah biasa kok digituin jadi santai aja."ujar aura sambil menampilkan senyum manisnya walau tak sampai kemata.


"Sungguh aku tak bermaksud ra."ujar ares penuh penyesalan apalagi mendengar ucapan aura tadi."Sungguh aku benar benar merasa bersalah."jerit iner ares putus asa.


"Iya."ujar aura singkat.


Karna mungkin aura telah jenuh dengan perdebatan itu jadi ia meng-iya-kan saja.


"Dari pada makin panjang lebih baik diakhiri saja toh kalo diperpanjang ngak ada untungnya"batin aura.


Setelah perdebatan yang cukup memakan waktu(Emangnya waktu bisa dimakan?)aura,ares, getta dan ranti tampak pergi menuju kantin bersama sama walau masih ada kecanggungan disana.


**Bersambung**


Hey guys gimana SP# 06nya bagus ngak,biasa aja ya haaaah~~ maklumin aja ya author ngak pinter buat perdebatan ato konflik author bisanya cuman gini doang.


Nah buat reader yang mau kasih saran ato kritik silakan bumbuhkan di comen ya dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian oke.


Salam Manis Dari Author


Auratiananggraeniā¤


Sweet Psychopat😘

__ADS_1


__ADS_2