Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#28


__ADS_3

Diaula hotel para tamu tampaknya tengah mendengarkan kata sambutan dari tuan rumah.Pemilik hotel Lewis.


"Honey."panggil seorang wanita kepada pria yang duduk disampingnya.Merasa dipanggil sipria menolehkan kepalanya kearah si wanita yang ada di sebelah kirinya.


"Aku harus ke kamar mandi."ujar si wanita.


"Baiklah.Jangan terlalu lama.Mengerti?"ucap si pria mengizinkan wanitanya.Setelah mendapat izin dari prianya si wanita bergegas menuju kamar mandi.Sedangkan si pria masih mengamati wanitanya sebelum hilang di balik pintu tadi.Mata emerald itu tetap tertuju pada pintu tadi.Tampaknya ada yang takut wanitanya tak kembali eh-_


DiToilet


     Karna terlalu tergesah gesah seorang wanita tanpa sengaja menabrak seorang pria yang terlihat terburu buru juga hingga akhirnya si wanita hampir jatuh namun tak jadi sebab dipinggangnya kini terlilit sebuah tangan yang bisa dipastikan adalah tangan pria yang ia tabrak.


"Ah..sorry."ujar si wanita setelah sadar akan keterkejutannya dan juga melepaskan pelukan dipinggangnya,ia takut terlalu lama dengan posisi tersebut akan membuat yang melihat salah faham apalagi prianya bisa bisa di introgasi semalaman suntup.


"Tak masalah.Saya juga minta maaf."ujar si pria itu sedikit kaku.


Emerald dan safir bertemu.


     Entah ini hanya perasaan keduanya saja atau memang ini nyata,bahwa mereka merasa tak asing dengan bentuk wajah dan juga suara dari masing masing mereka.


~Seperti suara.....~Batin keduanya terpaku mengamati wajah yang ada dihadapannya.


"Beby are you oke?"seru seorang pria dari belakang mereka.


"Ahh...I am fine,honey."


"Saya permisi."pamit si wanita namun dengan cepat si pria mencegahnya.


"Boleh saya tau namamu?"tanya pria bermata safir itu.


"Rose."jawab si wanita sebelum berlalu menuju ke prianya.Sedangkan pria bermata safir tadi terus melihat kearah keduanya dengan perasaaan yang tak menentu.


~Kurasa ia mirip seseorang....tapi.....emerald....kurasa bukan dia.~batin si pria bermata safir itu sambil berjalan menuju lift dan menekan tombol nomor 2.Sebelum pintu lift tertutup pria itu seperti mengucapkan sesuatu sebelum menyeringai dengan lebar.


"I'am coming MICE TRASH."



Disisi lain


"Apa ia telah sampai?"tanya seorang pemuda kepada gadis yang kini tengah berjalan disampingnya.


"Belum."


"Lalu kapan kita akan melakukan tugas kita?"tanya si pemuda dengan kesal.


"Sesuai aba aba kevin."ujar si gadis.

__ADS_1


"Kita harus cepat menyelesaikan tugas kali ini,stev."lanjutnya lagi.


"What's wrong,honey?"tanya stev dengan raut muka bingung pasalnya ia merasa bahwa sejak di hotel tadi aura tampak kesal dan ingin cepat cepat menyelesaikan tugas mereka.


"Karna gue ngak mau keduluan ama DIA."ujar aura dengan emosi.Aiss masih kesal rupanya.


"Aaa....aku tau."guman stev.


"Lebih baik kita tunggu saja klian kita.Kita tunggu aba aba dari kevin bila klian kita sudah datang baru kita tunjukkan kerja kita."ucap aura yang sedikit blak blakan membuat stev hampir tertawa namun ia tahan,ia tak mau menjadi mangsa aura.Lebih baik tak tertawa dari pada jadi korban honey.Begitulah pikir stev.



Disisi lain


     Sedangkan dilantai 2 hotel lewis seorang pemuda tengah asik dengan ponselnya.


"Cctv control."gumannya sambil melirik cctv yang ada diatasnya.Benar benar pemikiran yang licik,berdiri dititik buta cctv.Tapi ia merasa cukup aneh saat menghack cctv tadi.Bagaimana tidak aneh bila saat kau akan menghack sebuah cctv tapi cctv itu sudah di hack orang lain.Entah itu menguntungkan atau malah merugikannya.Bagiaman bila itu jebakan?Ais sudahlah toh ia bisa menyelesaikannya bila ini jebakan.


     Setelah merasa urusannya dengan cctv selesai ia segara menunju ketempat tujuannya.Kamar nomor 3 menjadi pilihannya.Dengan menggunakan sarung tangan ia membuka pintu kamar itu.


Cekklek....


     Pintu terbuka begitu saja.Tak terkunci.Kurasa seseorang lupa msnguncinya.Ketika ia sudah didalam bunyi rintihan dan juga desahan bersautan terdengar lumayan jelas.Aisss...sedang bercinta rupanya.Tapi apa tidak terlalu cepat bahkan ini baru jam 8 malam.


     Dengan langkah yang sangat pelan dan juga seringan kapas ia berjalan menuju asal suara itu.Semakin dekat semakin jelas pula suara desahannya.


     Suara rintihan si wanita terdengar keras.Agaknya mereka akan sampai pada puncaknya.


"Sedikit lagi."bisik si pemuda yang telah siap dengan Revolvernya.


BLUSSS


AAHHKK


     Suara desahan si wanita ketika mencapai puncak organismenya bertepatan dengan peluru yang dimuntahkan melalui revolver si pemuda.


AHKKK


     Entah desahan atau malah rintihan yang dikeluarkan si pria.


"Siall!!"umpatnya ketika menyadari bahu kanannya tertembak.Sedangkan wanita di bawahnya tampak tak mengerti kenapa pria diatasnya malah mengumpat setelah mereka mendapat pelepasan.


     Dengan segera si pria mengenakan celananya dan mencari sesuatu di saku jasnya.


"Ada apa sayang?"ujar si wanita bingung dengan tingkah pria itu.


"Siapa kau?Keluar jangan bersembunyi.Keparat."teriak si pria sambil menodongkang pistolnya membuat si wanita terkejut setelah sedikit memahami situasi yang terjadi.

__ADS_1


BLUSS BLUSS


     Lagi dua tembakan terlepas mengenai bahu kiri dan juga paha kanan si pria yang membuat ia menjatuhkan pistol dari genggamannya.


ARGGGGH


     Raung si pria merasakan perih di tangan dan juga kakinya.Si wanita yang awalnya akan melarikan diri mengurungkan niatnya ketika melihat bayangan di balik kegelapan kamar.Sial sekali mereka bercinta dalam keadaan gelap dan sekarang diserang seseorang yang menggunakan kegelapan sebagai tameng.


DOR DOR DOR DOR


     Dengan sembarang pria itu menembak ke segala arah memaksa si pemuda berlindung di balik lemari yang ada disebelahnya dan juga si wanita yang langsung beringsut di balik tubuh si pria.


"Cukup bermain mainnya."ujar sosok pemuda misterius yang ada di balik kegelapan.


"Mari akhiri ini."ujarnya sambil melempar pisau Sog Seal Knife 2000 yang sialnya mengenai tepat jantung pria itu dan membuatnya tumbang seketika.


AKHHH


     Teriak si wanita terdengar melengking begitu melihat pria yang baru saja bercinta dengannya kini telah tumbang terbunuh oleh pria misterius.


"Sekarang giliranmu JALANG."dengan sekali lempar pisau Eickhorn telah bersarang indah di kepala dan juga jantung wanita itu.


"One ready two else."guman sosok itu sebelum pergi meninggalkan kedua jasad korbannya.Namun sebelum benar benar pergi ia melemparkan sebuah kartu dengan inisial BE didekat jasad itu.



Disisi lain


     Seorang pemuda tampak sibuk dengab leptop yang ada dihadapannya.


"Shedow kepada rose and jack."ujarnya melalui eirphone.


"Jack kepada shedow."


"Waktu kalian lima belas menit setelah lampu dipadamkan dan sirine kebakaran dihidupkan dan aku akan menghambat para penjaga dengan merusak sistem pintu aula."terang si pemuda itu menjelaskan kembali apa yang akan ia lakukan kepada kedua rekannya.


"Baiklah."


"Cepat sebelum BE turun.Ia sudah membereskan target ketiga."lapor si pemuda sambil mengamati pergerakan seseorang melalui leptop lain yang ada dihadapannya.


"Sial."umpat rose semakin kesal dengan BE.


"Padamkan SEKARANG."perintah rose dengan nada datarnya.


"Let's play mose."guman pemuda itu sebelum memadamkan lampu seluruh hotel.


"Run."gumannya sambil menyalakan sistem sirine kebakaran.Setelah melakukan itu ia segera pergi menuju parkiran dimana mobilnya dan kedua rekannya berada.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2