Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#42


__ADS_3

"Menemukan sesuatu ehh?"


     Dengan reflek ares melihat kearah kanannya, disana berdiri seorang gadis yang tentu saja adalah aura ia tengah memandang kearah taman dengan raut sedatar kaca dihadapan mereka.


"Kaca anti peluru, ya? "Entah itu sebuah pertanyaan atau malah sebuah pernyataan.


"Hn."Guman aura.


"Kau tau kami keluarga pembisnis, banyak orang yang ingin Menghancurkan kami.Jadi kurasa kau paham bukan? "Ujar aura sembari menyeringai.


"Ya. Nyawa kalian selalu diintai, sama sepertiku. "Ujar ares sedikit pelan diakhir katanya namun sayang aura sudah mendengar dengan jelas apa yang ia katakan.


"Hn. "Guman aura berlalu meninggalkan ares.


     Ares yang ditinggal aura hanya memberikan lirikan sebagai respon. Ya ia hanya melirik sedikit namun ia tetap mengawasi semua pergerakan aura yang tampak tengah menelpon seseorang.


"Bik.Bawakan makan siang ke ruanganku. Sekarang! "Ujar aura.


"... "


"Hn. "Guman aura menandakan berakhirnya percakapan tersebut.


     Lima belas menit kemudian makanan telah berada diruangan itu. Mereka segera menyantap makanan itu dengan khidmad.



     Kini mereka berlima tengah berada diruang keluarga yang ada dirumah aura.Ruangan ini lumayan besar dengan berbagai macam perabotan mengisi didalamnya. Tapi dari semua pajangan yang ada disana, hanya satu yang benar benar menarik perhatian mereka.

__ADS_1


"Ra. "Panggil aldi membuat aura yang tengah asik dengan ponselnya kini beralij menatap aldi.


"Hm."guman aura.


"Itu foto keluarga lo? "Ujar aldi sambil menunjuk sebuah foto yang terpajanga apik didinding ruang itu. Difoto itu terdapat potret sebuah keluarga dengan seorang pria paruh baya dengan setelan jas berwarna putih dengan kemeja hitam yang membuatnya tampak gagah. Lalu seorang wanita parih baya yang  tampak cantik dengan setelan gaun putih dilengkapi dengan syal hitam dilehernya. Lalu seorang balita laki laki yang tampak lucu dengan kemeja hitam, ia tampak sangat tampan dengan kemeja itu. Lalu yang terakhir adalah seorang gadis remaja dengan gaun hitam selutut yang membalut indah tubuhnya apalagi dengan rambut yang ia sanggul. Foto itu tampak sangat hangay dan bahagia. Dengan suami yang memeluk sang istri dan juga anak anaknya.


"Ya.Itu keluarga ku. "Kawab aura singkat dengan senyum tipis yang terukir dibibirnya sangking tipis tu senyuman kagak ada yang nyadar ama senyuman itu.


"Terus ayah lo sekarang dimana?"tanya getta sambip mencicipi beberapa cemilan yang telah disediakan oleh bi inah.


"Singapur ama adek gue. "Jawab aura tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang ada di gengamannya. Ck sebenarnya apa yang sedang kau lihat ra.


~Kurasa sekarang saat yang tepat~batin aura setelah melihat sesuatu yang ada diponselnya.


"Ekhem. "Dehem aura membuat yang lain melirik kearahnya.


"Ehh... I.. Iya. "Jawab aldi sedikit gelagapan sebab ia tengah gugup. Buru buru ia ikuti keman aura pergi membawanya. Emang lu barang al di bawa bawa ama aura? Lu kan manusia.



     Kini keduanya tengah duduk disalah satu bangku yang ada ditaman belakang rumah aura.Sejuknya udara dan juga angin sepoi sepoi menjadi sambutan yang membuat aldi maupun aura sedikit rilek.


     Entah kenapa aura membawa aldi kemari.


"Ranti suka ama lo, al. "Ujar aura langsung saja keinti masalah yang tengah ia coba selesaikan.


     Jika waktu itu aura yang mengalami kebimbangan dan juga keterkejutan akan beberapa kenyataan yang ia dengar, maka kali ini aldilah yang mengalaminya. Empat kata yang baru saja aura ucapkan, mampu membuat aldi syok. Oh ayolah ranti menyukainya. Yang benar saja. Itu lh yang aldi pikirkan.

__ADS_1


"Ngak mungkin. Ada  ngak mungkin suka ama gue ra. Please deh jangan becanda. "Ujar aldi dengan kekehan diakhir katanya. Hei jangan bilang kau tengah mencoba menepis kenyataan yang baru saja kau dengar al.


"Terserah lo mau percaya apa enggak. Itu terserah lo tapi yang jelas ranti beneran suka ama elo. "Ujar aura dengan datar plus dingin sama kayak balok es gituh. Udah datar dingin lagi. Macam balok es berjalan saja kau ra.


     Diam, itulah yang tengah aldi lakukan ia bingung dan juga syok. Banyak hal yang berseliweran dikepalanya.


~Sejak kapan ranti suka ama gue? Dan...Dari mana aura tau kalo ranti ada rasa ama gue? Dan..... Dan... Akhhh.. Kepala gue pusing~batin aldi kesal ya amat sangat kesal.


     Lebih dari lima menit mereka diam tak bersuara. Membiarkan sang angin lah yang bersuara dengan suara selembut beledunya.


PUK


"Al...lupain gue. Apus rasa cinta lo ke gue. Hubungan kita udah lama berakhir al. Gue ngak punya rasa spesial selain temen ke elo. "Ujar aura dengan suara lembut selembut beledu. Aldi kontan saja tercengang saat melihat aura tetsenyum kearahnya. Senyum yang tersrmbunyi dalam kebekuan, kini terukir apik dibibir manis gadis yang ada dihadapannya ini.


"Gue... Gue ngak bisa ra. Gue cintanya ama elo bukan ranti. "Kekeh aldi menggenggam tangan aura yang berada di bahunya. Ia genggam erat tangan itu seakan akan bila ia takut terlepas dan aura akan hilang dari kehidupannya.


"Ngak. Lo ngak bisa gini, al. Ada ranti yang cinta ama elo. Seharusnya yang lo kejar itu dia bukan gue. Karna dia yang bisa bales dan ngasih cinta ke elo al sedangkan gue enggak. "Terang aura berusaha meyakinkan aldi untuk melupakannya.


"Tap..


"Please al. Gue mohon, lo harus mulai belajar suka ama ranti. Bales perasaan dia al. Gue ngak mau ranti sakit hati gara gara kita dan gue ngak mau ranti sampek benci ama kita. Gue mohon al. "Ujar aura dengan nada yang bergetar menandakan seberapa frustasi dan putus asanya dia saat ini.


"Oke. Gue bakal turutin apa mau lo tapi dengan beberapa syarat. "Ujar aldi setelah beberap menit kembali terdiam guna memikirkan ucapan aura.


"Jadi syaratnya lo harus.....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2