
Cit... Cit... Cit
Burung burung tampak saling berkicau menyambut pagi dengan riang. Langit tampak masih berwarna merah kekuningan, bau tanah basah tampak menyambut indra penciuman aura. Dikerjapkannya kedua matanya guna menyesuaikan pandangannya.
~Sshh... Kepala gue.. Pusing~batin aura sembari mencengkram kepalanya guna menghilangkan rasa sakit yang menderanya.
Saat ia berusaha bangkit. Ia merasakan ada sesuatu yang menahan perutnya. Seperti seb~eh dua buah tangan memeluk tubuhnya.
DEGH
~Sial. Apa yang terjadi semalam~batin aura bingung ketika menolehkan kepalanya kekanan ia melihat stev tengah tertidur dengan damai lalu ketika ia menoleh kekiri ia melihat ares yang tengah tertidur pulas. Oh tidak apa yang ia lupakan?
Pikiran buruk mulai berkeliaran dalam pikirannya apa lagi ditambah dengan pakaiannya yang telah berganti menjadi piama putih polos.
~Sial. Apa yang udah gue lewatin? ~batin aura.
"Gue ngak inget apa pun setelah gue pingsan. "Guman aura sambil menjambak rambutnya. Sangking frustasinya ia tak menyadari bahwa ada seseorang yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Lo udah bangun? "Ujar orang itu sembari berjalan mendekari ranjang.
"Lo.. Apa yang udah terjadi? "Tanya aura kepada orang itu dengan pertanyaan yang sama seperti yang tengah ia pikirkan sejak tadi.
"Nanti gue jelasin. Sekarang lo mandi aja dulu! "Jelas orang itu sambil membantu aura menuju kamar mandi. Oh tuhan rasanya badannya perih, kebas dan juga rasanya seluruh tulangnya remuk.
"Panggil gue kalo lu udah selesai. Gue mau bangunin dua bajingan tengik itu dulu. "Tambang orang itu sebelum menutup pintu kamar mandi.
CEKLEK
Nah sekarang saatnya ia memberikan pelajaran pagi kepada dua bajingan yang trngah tertidur dengan nyamannya diatsa ranjang.
KRETEK... KRETEK
"Mari bermain. "Guman orang itu dengan seringai yang amat sangat lebar dibibirnya. Oh my lord apa ia tak takut bibirnya robek bila ia menyeringai selebar itu.
BUGH~DUK
BUGH~DUK
"AKHH!!! "Rintih stev dan ares ketika terjatuh dari ranjang dengan tidak elitnya. Sudah jatuh dapet bonus bogeman lagi. Bukannya berkurang malah bertambah sudah nyeri yang mereka rasakan.
__ADS_1
"Shit!! "Umpat stev sembari mencoba berdiri dengan punggung yang meradang nyeri.
"Lo!!! "Bentak ares setelah berdiri dengan telunjuk yang mengacuk kepada pelaku pembogeman.
"Mandi. "Ujar orang itu dengan nada yang amat sangat dingin dan datar. Ia juga memberikan dua buah paper bag yang berisikan pakaian mereka.
"Au...
"Cepet!!! "Bentak orang itu membuat keduanya bergegas pergi.
"Shit. Liat aja lu berdua. Bakal gue abisin karna udah buat aura luka ama takut semalem. "Guman orang itu dengan tatapan yang amat mengerikan bak seorang psychopat yang ingin menyiksa mangsanya. Kurasa kalian berdua harus hati hati ne res, stev.
SKIP TIME
Kini mereka berempat tengah berada ditaman belakang rumah aura lebih tepatnya mereka tengah duduk di sebuah gazebo. Sejak mereka duduk disana belum ada yang ingin membuka suara. Emang suara bisa dibuka lu kira tutup botol.
SREET
"Hon,Maaf gue tau kemarin gue udah bener bener kelewatan. Gue... Gue cuman ngak mau ada cowok lain yang nyetuh lo, hon. Gue... Gue cemburu. "Jelas stev dengan keberanian yang telah ia kumpulkan sejak tadi. Ia genggam tangan aura dengan posisi berlutut.
"Hn. "Guman aura seadanya sebab ia sendiri masih syok atas kejadian kemarin. Ia tak menyangka stev dan ares bisa senekat dan sebrutal itu.
~Jadi ini alasannya~batin aura menemukan alasan kenapa mereka melakukan itu kepadanya kemarin. Jadi karna cemburu kepada aldi. Sebegitu cintakah mereka pafanya? Adakah yang bisa menjawab pertanyaanya?
"Oh... Tak semudah itu. "Sela kevin membuat ketiganya menatapnya bingung dan juga heran.
"Setelah apa yang lo bedua lakuin, lu bedua main minta maaf begitu aja? Khhh.. Ngak semudah itu. Lu bedua emang BRENGSEK. "Terang kevin dengan emosi yang benar benar telah berada dipuncaknya. Ia kesal dengan ares dan stev yang begitu mudahnya meminta maaf kepada aura. Oh ayolah jangan bercanda. Tak semudah itu furgoso apa yang mereka lakukan telah melawati batas.
"Kevin. "Tegur aura mempringati kevin akan ucapannya.
"Apa? Lo mau maafin mereka? Iya. Lo ngak inget apa yang hampir mereka bedua lakuin seandainya gue ngak dateng? "Bentak kevin membuat ares dan stev terhenyak rasanya ada tangan tak kasat mata yang telah menampar mereka dengan kenyaatan yang baru saja diucapkan kevin.
~Kemaren gue hampir.... ~batin keduanya menyesali perbuatan mereka yang tergolong amat berengsek kemarin. Rasanya mereka ingin mati saja begitu ingat apa yang telah mereka lakukan.
"Seharusnya lo bedua malu. Lo bedua harusnya ngak muncul dihadepan aura. "Sindir kevin mengenai ulu hati keduanya. Apalagi tatapan yang ia layangkan seakan akan mereka hal terjijik yang pernah ada.
"KEVIN. STOP!!! "bentak aura mulai kesal akan apa yang kevin ucapkan.
"Mereka udah minta maaf. "tambahnya mencoba membela keduanya. Kevin yang mendengar hal itu tentu saja kesal dan juga kecewa. Sedangkan ares dan stev malah semakin merasa bersalah.
__ADS_1
TAP.. SREKK
"Apa yang dibilang kevin bener ra. "Ujar ares sembari berdiri dari duduknya. Tatapan matanya menyiratkan penyesaln dan kekosongan. Oh tidak rasa bersalah mulai membuatnya mati rasa.
"Kita emang udah bener benr keterlaluan kemaren hon, maaf. Gue ngak akan muncul lagi dihadepan lu ho. Tapi gue bakal terus jagain lo dari jauh. Sekali lagi maaf. "tambah stev sebelum melangkah meninggalkan aura dan ares diikuti kevin dibelakangnya, namun sebelumnya ia telah memberikan kecupan didahi aura dan satu hal yang mereka tak tau kecuali aura yaitu stev menangis terbukti dari satu tetes air mata yang mengenai pipi dan tanggan aura.
Melihat stev dan juga ares yang melangkah pergi, aura bergegas hendak menyusul keduanya sebelum tangannya dicekal oleh kevin.
"Kev, lepas!!! "Jerit aura meronta dalam cengkraman kevin. Ia harus menyusul ares dan stev sekarang juga.
"Ngak. "
"Gue harus kejer mereka kev. "Ronta aura lagi.
"Kenapa lo masih mau kejer mereka ra? "Bentak kevin amat sangat marah akan sikap aura.
"Karna mereka ngak salah. "Ujar aura kembali membela keduanya.
"Mereka udah kelewatan. "Benrak kevin bertambah kesal sesaat setelah aura kembali memebela keduanya.
"Elo kenapa sih kev? "Jengkel aura akan tingkah kevin sejak tadi.
"Gue cuman ngak mau mereka nyakitin lo ra. "Tutur kevin sedikit melembut.
"Tapi ngak gini caranya!!! "Bentak aura menyentak tangan kevin.
DEGH
"Gue kecewa ama lo ra. "Tutur kevin dengan nada yang amat sangat kentara bahwa ia benar benar kecewa akan aura. Ia pergi meninggalkan aura seorang diri disana. Ia kecewa, aura lebih memilih membela stev dan ares ketimbang mendengarkannya.
TESS... TESS
"Kenapa jadi GINI!!!! "raung aura dalam tangisnya. Ia bingung kenapa semuanya pergi. Apa salahnya? Kenapa lagi tuhan?
Ia terus menangis sendirian disana. Disana gazebo yang ia duduki menjadi saksi bisu akan pertengkaran mereka berempat.
Ais sebenarnya apa yang tengah author dan tuhan rencanakan?
Bersambung
__ADS_1