Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#18


__ADS_3

Disebuah gang sempit yang cukup kotor dan gelap ditambah bau busuk yang menyengat terdengar suara bass antara dua orang pemuda berhodi dan bertopi.


"Gue ngak suka lo deket deket ama dia."ujar sorang pemuda yang mengenakan jaket hitam berhodi.


"Kenapa?"tanya pemuda lainnya yang menggunakan topi.


"Karna dia milik gue."geram pemuda berhodi.


"Milik lo....hhhhh...lo becanda kan?"tanggap pemuda bertopi tertawa setelang mendengar jawaban pemuda berhodi.


"Gue serius ***."geram pemuda berhodi menarik kerah baju pemuda bertopi.


"Terus mau lo apa hah!!"teriak psmuda bertopi setelah melepaskan cengkraman pemuda itu.


"Mau gue lo JAUHIN dia."ujar pemuda berhodi dengan emosi.


"Kalo gue ngak mau?"tantang pemuda bertopi sembari menyeringai.


"Lo MATI."singkat,padat dan jelas namun mampu membuat pemuda bertopi sedikit menegang karna terkejut akan ancaman yang di layangkan pemuda berhodi.


"Gue ngak takut."ujar pemuda bertopi.


BUKKK~~


    Karna sudah terlalu geram akan tingkah pemuda bertopi,satu pukulan dilayangakn oleh pemuda berhodi.


"***."umpat pemuda berhodi kembali menyerang pemuda bertopi.


BUKKK~~BUKK


   Kepalan tinju kini ia berikan kepada pemuda bertopi yang ada dibawahnya tidak mau mati konyol pemuda bertopi itu membalas pukulan pemuda diatasnya dengan memberikan tendangan pada bagian perut pemuda berhodi.


    Keadaan kini nerbalik pemuda bertopi itu mencengkram kuat kerah jaket pemuda berhodi.Kepalan tangannya kini mendarat dirusuk pemuda berhodi membuat pemuda itu mengerang kesakitan.


"Lo ngak punya hak buat ngelarang gua deket ama dia."teriak pemuda bertopi sambil memberikan satu pukulan pada wajah pemuda berhodi.


BUKKK~~


"Sial."dengan sekali tendangan pemuda berhodi dapat lepas dari kungkuhan pemuda bertopi.


"Lo masih suka kan ama dia?"tanya atau lebih tepat pernyataan dari pemuda berhodi kepada pemuda bertopi.


"Kalo iya kenapa?"ucapnya.


"Hhhh....ngak bisa MOVE ON ehh?"sindir pemuda berhodi sambil menyeka darah yang mengalir dari bibirnya.


"Bacot lo."kelas pemuda bertopi.

__ADS_1


"Dia ngak akan nerima lo lagi."ujar pemuda berhodi dengan datar.


"Karna dia udah ngak suka lagi ama elo."tambahnya.


"Gue bakal buat dia suka lagi ama gue."tekat pemuda bertopi.


"Hhhh...Terserah."


"Tapi satu hal berani usik gua ama dia.Lo gue ABISIN."ancam pemuda berhodi sebslum pergi meninggalkan pemuda bertopi itu sendirian.


"Brengsekk lo BEDUA."teriak pemuda bertopi itu kesal pasalnya sudah dua kali ia mendapat ancaman yang sama hanya karna merebutkan satu gadis.Gadis yang kebetulan sama sama mereka sukai.


"Gue bakal dapetin lo ra.Apapun caranya."ujar pemuda bertopi.


    Ais ternyata yang menjadi topik perdebatan ini adalah tokoh utama kita.Aura Fanesa.


    Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah mengawasi perkelahian mereka dari balik pohon yang ada didekat gang sempit itu.Entah apa yang ia pikirkan.Sebuah seringai tampil dibibir merah jambunya.


DRET~DRET


    Bunyi henphone yang ada disaku jaketnya membuat sepasang mata itu beranjak dari sana.


"Ya hallo."



    Aura kini tengah uring uringan menunggu stev.Pasalnya sudah dua jam stev pergi dan belum juga kembali.


"Stev kemana sih."ujar aura dengan raut yang amat kentara bahwa ia kini tengah benar benar khawatir sekaligus takut.Ya takut kejadian satu tahun yang lalu terulang kembali.Membayangkan hal itu terjadi membuat aura dirundung cemas.


"Gue telpon aja deh."guman aura sambil mencoba menelpon stev.


"Hallo."ujar aura


"Ya Hallo."jawab suara disebrang sana yang ia kenali.


"Stev lo dimana?"tanya aura dengan suara yang masih begetar sebab cemas.


"Nih lagi dijalan."


"Cepetan pulang."ujar aura dengan suara yang naik satu oktav.


"Iya...iya.Kenapa kangen."goda stev disebrang telpon.


"Ngak.Lima belas menit lo belum nyampe gue kebiri lu."ancam aura sebelum mematikan sambungan telpon tanpa mau menunggu respon stev.


    Stelah menunggu selama lima belas menit didepan pintu akhirnya stev pulang dengan menggendarai motor kesayangannya.

__ADS_1


"Lah hon kok nunggu diluar?"tanya stev bingung sebab saat ia sampai ia telah melihat aura ada didepan pintu dengan raut cemas.


"Kamu ngak papa kan hon?"tanya stev sambil menyentuh bahu aura.


"Syukur lo udah pulang."ujar aura dingin namun tak menghilangakn nada lembut disuaranya.


"Lo kenapa hmm?"tanya stev merangkul bahu aura.Ia rasa ada yang tak beres.


"Ngak cuman nunggu tomat gue aja"dan juga gue nunggu lo.gue khawatir ama lo.Lanjut aura hanya saja dalam hati tak mungkin ia mengatakannya kepada stev.Egonya terllu mendominasi pikirannya.


"Nih."ujar stev sembari menyodorkan sebuah kantong kresek kepada aura.Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan aura segera melengos pergi memasuki rumah dan meninggalkan stev yang melongo di depan pintu akibat tingkah aura.


"Jangan lupa kunci pintu."teriak aura dari dalam rumah menyadarkan stev dari lamunannya.Dengan segera stev masuk kerumah sebelum mengunci pintu.


"Hon."panggil stev yang tiba tiba muncul dibalik punggung aura.Setelah lebih dari tiga puluh menit ia hanya melihat aura memasak dari meja makan.


"Apa?"ketus aura.


"Mau."ujar stev dengan wajah memelasnya mirip seperti saat upin ipin meminta diajari rebana oleh tuk dalang.


"Nih."ujar aura sambil menyerahkan semangkuk sup buatannya kepada stev.


"Selamat makan."guman keduanya sebelum memulai makannya.


    Entah mereka sedang lapar atau memang sup buatan aura enak.Mereka makan dengan lahap.


"Aku selesai."ujar aura bikin stev melongo dengan sendok yang mengambang tepat didepan mulutnya.Gimana dia ngak melongo lah wong baru lima menit yang lalu mereka mulai makan namun aura sudah selesai.


"Hon kamu laper ato beneran ngidam?"tanya stev tanpa sadar.


"Apa lo bilang?"


"Serius hon kamu beneran ngidam apa laper?"tanya stev dengan tampang konyol.


"LAPER."ketus aura.


"Beresin nih semua gue pengen tidur."perintah aura dengan datar dan jangan lupakan tatapan tajamnya yang mampu membuat stev bergidik ngeri.Dengan terpaksa stev harus membereskan semuanya sendirian.Daripada aura makin ngambek mending gue beres beres.Pikir stev.


Bersambung


See you next time😏


Salam Manis Dari Author😘


Auratiananggraeni😍


SweetPsychopat🔫

__ADS_1


__ADS_2