
"Ini rumah sakit bukannya ring tinju."
"Ho...Honey!!"kaget stev melihat kehadiran aura yang kini berada diantara dirinya dan juga ares ditambah dengan keadaan aura yang menahan pukulan mereka.
"Aa...Aura."begitulah respon yang diberikan ares yang sama pula dengan respon stev.
"Nyolo aja ekspresi lo pada."sindir aura sambil menyentakkan tangan keduanya.
"Ra...lu...lu kok ada disini?"tanya getta bingung sekaligus syok.
"Disini?"ulang aura dengan kernyitan didahinya pertanda ia bingung.
"Bukannya lu didalem lagi kritis?"ujar ranti dengan kringat dingin.
"Gue...KRITIS?"ujar aura sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ngak tuh gue sehat sehat aja."lanjutnya sambil menggidikkan bahunya.Santai.
"Tunggu dulu."ujar aldi sedikit kencang.
"Kalo aura disini,terus yang didalem siapa?"tanyanya bingung.
"Orang lain lah."ujar aura datar.
"Terus lo dari mana?"tanya getta ikut nimbrung.
"Dari ngurus administrasi tu cewek."jawab aura acuh ta acuh.
"Terus kenapa baju lo ada darahnya?"kini giliran ares yang bertanya.
"Gara gara bantu ngangkat tu cewek."
"Jadi bukan lo yang ketabrak?"ucapan ranti tadi membuatnya dipandang heran oleh ares,getta dan juga aldi sedangkan aura hanya memandangnya datar sedatar papan tulis.Asikkk.
"Ee...mak...maksud..gu..gue bukan gitu tap.."
"Ya ngak lah.Orang gue lagi didepan pintu bank waktu tu cewek DITABRAK."jawab aura tajam sambil melirik kearah ranti.
~Sial~umpat seseorang.
"Gue mau pulang."ujar aura dengan datar.
"Tas gue mana?"tanya aura kepada stev yang sejak tadi diam memperhatikan pembicaraan mereka.
"Nih.."sodornya memberikan sang tas kepada sang empunya.
"Hon...tunggu dulu."cegah stev sambil menggenggam tangan aura dan hal itu bikin dua cowok disana berdecit ria ditambah satu orang gadis tengah menahan kekesalannya setengah modar.
"Hn."
"Gue anter pulang ya."tawar atau lebih tepatnya paksa stev.
"Hn."guman aura.
"Lagian motor gue masih diparkiran bank."lanjutnya lagi sebelum melangkah meninggalkan yang lainnya.
"Tunggu dulu."
Lagi dan lagi baru beberapa langkah aura berjalan sudah dicegah kembali oleh getta.Aisss_-
"Apa lagi?"ujar aura kesal pasalnya ia ingin cepat cepat pulang.
"Terus tuh cewek didalem gimana?"tanya getta
"Yaelah...bentar lagi keluarganya datrng."jawab aura sedikit kesal.
"Udah ah...gue capek...pengen pulang...yok stev."ujar aura sebelum pergi dengan menyeret stev.
"Pulang yok."ajak getta sedikit lesu.Lelah mungkin menghadapi kejadian yang cukup menguras emosi hari ini.
"Yok."jawab ares dan aldi yang mungkin juga merasakan hal yang sama seperti yang getta rasakan.
"Ran."panggil aldi memecah lamunan ranti.
__ADS_1
"Ya."
"Lo ngak pulang?"tanya aldi.
"Eh...ngak gue masih ada urusan."ujar ranti kepada aldi dengan senyum yang menurut ares sedikit aneh.
"Lu pada pulang aja duluan."tambahnya lagi.
"Beneran?"tanya ares memastikan.
"Ya."ucap ranti yakin.Kurasa.
"Yaudah."ujar getta menarik ares dan aldi meninggalkan ranti seorang diri.
Setelah memastika ketiga sahabatnya pergi ranti segera berjalan menuju parkiran.
Disisi Lain
Tampak seorang gadis tengah menelphon seseorang sebelum menjalankan motornnya.
"Temuin gue dikafe cemara jalan mawar."ujar sigadis sebelum memutuskan sambungan telphon secara sepihak
"Sialan."umpatnya kesal.
Dirumah
Setelah menempuh waktu kurang lebih tiga puluh menit aura dan stev telah sampai dirumah aura.Setelah masuk dengan cara mengendap endap bak sorang detektif yang tengah menyelidiki pelaku,kini keduanya telah berada di sebuah kamar yang diyakini sebagai kamar aura.
"Hon."panggil stev kepada aura setelah mengunci pintu kamar aura.
"Apa?"jawab aura sambil mencari baju dilemari miliknya.
"Jelasin SEMUANYA."titah stev dengan nada bicara yang tak ingin dibantah maupun ditolak.Haaaah~
"Nanti honey jelasin.Abis honey mandi oke."bujuk aura dengan nada manis nan lembut yang biasa ia keluarkan untuk membujuk stev maupun "dia" saat situasi begini.
Setelah mengatakan hal tersebut aura melangkah menuju sebuah pintu yang menurut penitian auyhor adalah kamar mandi.
"Ikutt~~~"ujar stev bersiap melangkah menuju aura.
BRAKKK
"Sadis amat hon."keluh stev kembali duduk diatas kasur aura.Menunggu sang empunya kamar selesai mandi.
15 Menit kemudian
Aura telah selesai diengan ritual mandinya.Kini ia tengah mengenakan baju kaos oblong warna putih dan juga hot pans.Pemandangan yang Subhanawlah buat stev.
"Apa liat liat."sentak aura garang ketika menangkap basah stev yang tak berkedip melihat kearahnya.
"Hhhh....ngak hon."ujar stev cengengesan.
"Sekarang jelasin."ujar stev kembali kemode serius.
"Hahhh~ jadi gini."
FlasBack~
Setelah meninggalkan yang lainnya aura segera bergegas menuju parkiran untuk mengambil sepedah motorku.
"Pak bukak gerbangnya."ujar aura kepada pak satpam.
"Eh..non mau bolos ya?"tanya pak satpam kepada aura.
"Hn.Bukak aja gerbangnya."ualng aura dengan datar.
"Ngak bisa non."tolak pak satpam.
"Hahh~nih."ujar aura sambil menyodorkan uang seratus ribuan sebanyak tiga lembar ke pak satpam.Pak satpam yang ngeliat duit merah tiga lembar matanya langsung merah(Bukannya ijo_-").Akhirnya mau juga tuh pak.satpam bukain pintu gerbangnya.
Setelah mengendarai selama lima belas menit aura telah sampai disebuah gedung bertingkat tiga yang tak jauh dari sekolahnya.Ia dengan santai memasuki gedung tersebut yang merupakan sebuah bank,masih dengan seragam yang melekat apik di tubuhnya.Saat sedang berjalan melewati lorong gedung,ada seseorang yang membekap mulutnya dan menariknya kearah pintu yang bertuliskan TANGGA DARURAT.
"Lep..as."ujar aura mencoba melepaskan bekapan yang ada dimulutnya.
__ADS_1
"Sssttt..ini gue ra."ucap si pelaku ditelinga aura.
"ELO..."kaget aura melihat siapa pelaku yang dengan lancang dan beraninya membekap dan menyeret seorang AURA FANESA.
"Ngapain lo disini?"tanya aura bingung pasalnya yang ia tau.Pemuda yang ada dihadapannya kini seharusnya tengah berada di singapur.
"Gue kesini mau ngasih tau lo.Kalo ada yang mau nyelakain lo."jelas pemuda itu sambil menyenderkan tubuhnya dipintu.
"Maksud lo?"
"Gue tadi kesekolah lo."ujar si pemuda membuat aura tambah bingung.
"Tau dari mana lo sekolah gue?"pertanyaan konyol ra.Kan dia sama kayak LO.Apa sih yang ngak dia tau.
"Ah...gue tau dari mana itu ngak penting yang jelas waktu gue disekolah lo,gue ngak sengaja denger ada cewek yang bayar orang buat nyelakain lo."jelas pemuda itu dengan tampang serius walaupun separuh wajahnya tehalang oleh poni dan juga hoddi yang ia kenakan.
"Terus gue musti gimana?"tanya aura.
"Gini aja.Entar gue bakal nyuruh orang buat dandan kayak lo.Terus dia bakal gue jadiin pancingan buat orang suruhan tu cewek.Entar kalo dia udah ngejalanin aksinya.Gue bakal ikutin tu orng dan nangkep tu orang juga."ujar pemuda itu dengan seringai dibibirnya.
"Terus gue harus sembunyi sambil nunggu orang suruhan lo dicelakain?"tebak aura.
"Ya."
"Lo GILA?"bentak aura.
"Dari pada elo yang dicelakain."bela si pemuda membuat aura memijit pelipisnya.Pusing.Ia pusing bukan karna ia memikirkan dirinya yang akan celaka tapi orang yang akan dijadika umpan oleh pemuda dihadapannya.Jujur saja ia bisa mengatasi ini sendiri namun ia takut malah akan membawa masalah baru.
"Udah.Ikut rencana gue aja.Kalo lo cuman khawatir ama tu oarang suruhan gue,lo bisa tolongin tu orang."ujar si pemuda menwbak asal kebimbangan aura.
"Terus abis lo tolongin lo pulang terus tinggal tunggu kabar dari gue."
"Ngerti?"tambah pemuda itu menunggu jawaban aura.
"Hn"guman aura datar.
"Yaudah gue siapin orang suruhan gue dulu."ujar si pemuda sebelum keluar dari tangga darurat.
"Oh ya.Entar lo tunggu di depan gedung ini aja,kalo orang suruhan gue udah siap."tambahnya sebelum benar benar menghilang dibalik pintu.
Setelah memastika urusannya di bank usai aura ingin bergegas pulang namun mengingat rencana dari pemuda itu,jadilah ia urungkan keinginannya untuk pulanga.Sepuluh menit ia menunggu kabar dari si pemuda sampai ia menerima sebuah pesan bahwa orang suruhan si pemuda sudah siap jadi ia pun harus menunggu di depan pintu gedung.Saat sudah sampai didepan gedung ia dapat melihat seorang gadis yang berpakaian sama persis sepertinya dan juga pemuda pemilik rencana gila bagi kita biasa bagi mereka,tengah berada di sebuah mobil hitam tak jauh dari gedung.Awalnya biasa saja namun beberapa menit kemudian ada sebuah mobil yang melaju kenacang menuju si gadis dan yeah kecelakaan tak terhindarkan.
FlasBack End~~
"Dan yeah untuk cerita selanjutnya lo bisa bayangin sendiri."ujar aura kepada stev.
"Jadi kecelakaan itu udah direncanain?"tanya stev dengan tampang syok dan juga serius disaat yang bersamaan.
"Ya."
"Dan DIA udah balik dari singapur?"tanya stev lagi yang dijawab anggukan oleh aura.
"Sejak kapan?"
"Entahlah."jawab aura datar.
"Mendingan lo mandi sekarang stev."ujar aura sambil beranjak mencarikan pakain untuk stev.
"Bentar lagi TUAN rumah bakal pulang."tambahnya dengan penekanan dikata tuan.Stev yang paham siapa yang dimaksud oleh aura segera berjalan menuju kekamar mandi sebelum mencuri satu ciuman dipipi aura dan hal iku bikin aura menggeram tertahan.
"Dasar."guman aura.
"Bajunya dikasur.Gue kebawah dulu."pesan aura sebelum pergi meninggalkan stev yang tampaknya telah memulai ritual mandinya.
Bersambung
Salam.Manis.Author.😍
Auratiananggraeni.😘
Sweat.Psychopat.🃏
I
__ADS_1