Sweet Psychopat

Sweet Psychopat
SP#26


__ADS_3

Disisi Lain


      Disebuah kafe yang terlihat cukup ramai walaupun jam masih menunjukkan pukul sebelas.Banyak meja yang tersusun rapi disana.Disalah satu meja yang ada dipojok kafe tampak seorang gadis yang tengah menunngu seseorang.


"Ranti lama banget sih."gerutu getta.


"Oh...ya aura udah tau apa belom ya kalo kita mau ngumpul?"ujar getta teringat aura karna hal itu getta langsung menghubungi aura namunnhanya suara operator yang menjawabnya.


"Aiss...kok ngak bisa di telphon sih?"gerutu getta kesal sebab sudah beberapa kali ia menghubungin nomor aura namun tak kunjung diangkat.


"Hai ta."sapa ranti kepada getta yang tampaknya sudah menunggu lumayan lama.


"Hai."jawab getta sedikit lesu.


"Elo kenapa?"tanya aldi kepada getta.


"Ngak papa."yakin getta kepada aldi yang awalnya tak ia sadari keberadaannya.


"Bener?"tanya aldi memastikan.


"Iya."jawab getta sambil memasang senyum manis di bibirnya guna memastikan kedua teman.


"Aura mana?"tanya aldi setelah cukup lama diam.


"Oh...gue kurang tau."jawab ranti dengan nada datar.


"Gue udah coba nelphon dia.Tapi mbak mbak operator terus yang njawabnya."jelas getta sambil kembali mencoba menghubungi nomor aura.


"Coba gue yang nelphon."ucap aldi yang langsung meraih ponsel disaku celannanya.Sama dengan yang dialami getta,lagi lagi panggilannya adalah suara operator.Sepuluh menit mereka habiskan untuk menelpjon aura dan hal itu membuat ranti badmood.


"Bisa ngak sih kalian tarok hp kalian dulu?"tanya ranti dengan tampang kesal yang amat kentara terpasang di wajahnya yang sedikit memerah menahan kesal.


"Maksud lo?"tanya getta tak mengerti dengan ucapan ranti.


"Kita ngumpul buat seneng seneng bukan buat asik nelphonin aura."ujar ranti dengan nada yang terkesan sedikit membentak.


   Getta dan aldi yang memang tak mau ambil pusing dengan ucapan ranti memilih acuh.Mereka kembali sibuk mencoba menghubungi aura.Melihat hal itu membuat ranti marah.


"Kalo gini caranya.Mendingan gue pergi aja."bentak ranti yang membuat getta dan aldi terlonjak kaget sekaligus kesal.


"Lo apa apaan sih ran??"bentak getta jadi kesal dengan tingkah ranti.


"Kalian tuh yang apa apaan."balas ranti dengan suara yang cukup membuat mereka menjadi tontonan pengunjung kafe lainnya.


"Kita emang ngumpul buat seneng seneng tapi kita juga jarang ngumpul bareng aura dan lagi nomornya ngak aktif kita bedua jadi khawatir."ujar getta turut terbawa emosi melihat tingkah ranti yang entah kenapa sejak tadi sangat menyebalkan dimatanya.


"Tenang ta."ujar aldi menenangkan getta yang sedang emosi terhadap ranti.

__ADS_1


"Terus sekarang mau lo apa?"tanya aldi dengan ekspresi datar kepada ranti.


"Lo mau kita seneng seneng?Oke kita seneng seneng tanpa AURA."rambah aldi dengan dingin dan juga ekspresi terpaksa yang sempat tampil di wajahnya namun cepat cepat ia normalkan kembali.Mendengar hal itu membuat hati seseorang disana terasa diremas tangan tak kasat mata.Sakit dan perih.


    Dengan segera aldi membawa getta keluar kafe walaupun awalnya getta membrontak untuk dilepaskan namun akhirnya ia menurut juga setelah aldi membisikkan sesuatu di ikuti oleh ranti yang berjalan sambil menundukkan kepalanya.


~Sakit~batin seseorang merasakan nyeri di hatinya.


~Ra lo dimana~batin seseorang sambil memandang awan putih yang terhampar dilautan langit biru.


~Jangan buat gue khawatir ra~batin seseorang  dengan pandangan kosongnya.


Disisi lain


       Disebuah bandara yang ada dikota bandung seorang pemuda tengah menyeret kopernya.Tampaknya ia baru saja tiba disana.Pemuda itu mengenakan baju kaos putih yang dibalut jaket berwarna merah dengan kaca mata hitam bertengget dihidungnya ditambah postur tubuhnya yang tinggi dan juga rambut yang di acak.Penampilan yang mempesona dan juga keren.


    Setelah sampai dipintu masuk bandara ia segera menaiki taxi yang telah terparkir disana.


"Pak ke hotel dahlia."ujar si pemuda kepada sopir taxi tersebut.


"Baik tuan."Dengan sopan si sopir menjawabnya.Setelah mengetahui kemana tujuan penumpangnya,si sopir segera melajukan taxinya.Membaur bersama kendaraan lainnya.


    Selang 5 menit setelah taxi yang membawa si pemuda tadi pergi.Ditempat yang sama tiga orang muda mudi mendapatkan taxi mereka.


"Ke hotel dahlia ya pak."seru salah seorang pemuda diantara tiga orang tadi.



Hotel DAHLIA.


     Setelah sampai dihotel tujuannya,mereka bertiga segera melakukan chec in dan mendapatkan kunci kamar mereka.Segera saja mereka menuju kamar mereka yang terletak di lantai 15.Dengan menggunakan lift mereka sampai dilantai tujuan mereka.Perlahan lahan dicermati oleh mereka nomor demi nomor yang tertera disamping kiri setiap pintu yang ada dilorong lantai itu.


"280...280..ehmm mana ya?"guman salah seorang pemuda disana.


"2...7...9,280...nah ini dia."ujarnya menemukan kamar mereka.


CEKLEK...


     Seketika pintu kamar terbuka.Dengan segera mereka bergegas masuk kekamar itu.


"Jangan lupa lo kunci lagi tu pintu stev."perintah pemuda lain yang tengah menenteng koper miliknya dan koper satu satunya gadis disana.


"Iya iya...bawel amat lu vin."ketus stev namun tetap ia kerjakan.


"Udah udah.Jangan pada ribut ngapa?Udah gue mau istirahat dulu."ujar gadis itu sambil mengambil koper miliknya dari tangan kevin.


"Oh ya...gue mau kasur yang ditengah.Stev yang dikanan dan kevin lu yang dikiri.Gue ngak mau lu bedua ribut aja kalo tidur sebelahan."tambahnya sebelum menghilang dibalik pintu kamar.

__ADS_1


     Yap.Mereka memesan satu kamar untuk 3 orang dengan kamar yang sedikut istimewa,karna dikara mereka terdapat 3 ruangan yaitu ruang santai,ruang dapur dan juga kamar yang didalamnya telah ada toiletnya.Dilantai 18 ini hanya terdapat 5 buah kamar dari nomor 279 sampai 283.Dengan begini mereka dapat konsentrasi dalam melaksanakan pekerjaan mereka.


      Setelah cukup lama bersantai diruang santai stev dan kevin memilih menyusul aura yang telah terlebih dahulu berlabuh di alam mimpi.


Disisi lain


      Dikamar hotel dahlia dilantai 18 dengan nomor 283 tampak seorang pemuda tengah membongkar isi kopernya.Terdapat beberapa stel baju ganti didalamnya,namun bukan itu isi sebenarnya dari koper itu melainkan  beberapa macam pisau seperti,pisau Sog seal knife 2000 dan juga pisau elekhorn lalu ada sebuah mechine gun lalu 2 buah shot gun dan juga 2 buah revolver yang sudah dipasang peredam suara.Entah dari mana pemuda itu mendapatkan semua senjata itu.


DRTT...DRTT..


      Begitu si pemuda akan pergi menuju kamar mandi ponselnya yang ada diatas meja bergettar dengan arogan.


      Tadinya ia ingin membiarkan panggilan itu dan baru menelphon balik setelah ia selesai mandi,namun ia berubah pikiran begitu melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


"Hallo."ujar pemuda itu dengan datar.


"Black aye."suara bast disebrang sana menunjukkan bahwa si penelphon adalah seorang lelaki.


"Ya."


"Aku ingin kau segera membereskan semuanya."perintah dari lelaki itu.


"Aku tau."saut pemuda itu datar.


"Pesawatmu akan take off jam 02 dini hari.Jadi cepat bereskan."ujar suara disebrang telphon.


"Ya."


"Soal bayaran akan kuantar setelah kau selesai dengan tugasmu."ujarnya lelaki itu sebelum memutuskan sambungan telphon.


     Setelah mendapatkan telphon dari kliennya,si pemuda berjalan menuju kamar mandi sambil menenteng handuknya.Melanjutkan acara yang tertunda tadi.


     Setelah selesai mandi ia keluar dengan balutan handuk yang ia lilitkan disekita pinggang.Aiss...penampilan yang akan membuat para gadis mesem mesem ngak jelas bila melihatnya.


      Segera ia mencari baju yang akan ia kenakan dikopernya.Saat ia sedang mencari baju yang pas tangannya tak sengaja menemukan sebuah undangan yang sudah pasti memang ia letakkan disana.


PELELANGAN MOBIL


Haah~pemuda itu tampak menghelan nafas dengan berat.Pertanda ia tengah lelah.


"Tampaknya harus ku selesaikan dengan cepat nee~."gumannya sambil mengenakan pakaiannnya.


Bersambung


Salam.Manis.Author😍


Aura.Tian.Anggraeni😘

__ADS_1


Sweet.Psychopat💀


__ADS_2