
"Eeh..ra!!lo udah sembuh?"getta sontak berteriak ketika aura muncul dari luar kelas.
"Hn."sahut aura pelan disertai senyum tipis yang nampak ia paksakan.Yang ikhlas dong senyumnya ra.
"Bodyguard lo mana?"canda getta sambil menghampiri aura yang masih ada diambang pintu.
"Hn."guman stev yang baru saja berhenti tepat disamping aura.
~Kayak hantu aja nih orang~batin getta bergidik ngeri melihat stev yang tiba tiba saja muncul entah dari mana.
Hari ini menjadi hari pertama aura hadir kembali setelah beberapa hari tak masuk karna sakit.Dengan gaya yang santai ia melangkah memasuki kelas,otomatis hampir semua mata tertuju padanya.Mata mata itu seperti hendak menanyakan bagaimana kabarnya dan juga ada beberapa pasang mata yang benar benar menatapnya secara intens.Aura sadar akan tatapan itu,hanya saja ia memilih acuh.Namun apa mau dikata,tatapan itu membuatnya cukup terganggu.Risih coy.
Dari arah jam satu,ia bisa merasakan ada seseorang yang tengah menatap nyala kepadanya,tatapan penuh dendam dan juga kebencian yang amat kentara terpancar dari aura tubuhnya.
Dari arah jam tiga juga ada seseorang yang tengah menatapnya dengan tatapan rindu.Lalu yang terakhir dari arah jam enam,ia rasa keduanya tengah menatapnya namun dengan tatapan yang berbeda.Bila si gadis dengan tatapan sayu dan juga senang maka si pemuda manatap aura dengan tatapan bersalah dan juga lega.
__ADS_1
Bel masuk belum berbunyi,hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh getta,aldi,riyan dan juga yang lainnya untuk memborbandir aura dengan pertanyaan yang sudah tak sanggup ditampung oleh otak mereka hingga jam istirahat tiba.
"Ra gimana keadaan lo?"getta menjadi orang pertama yang membuka sesi tanya jawab.
"Iya,udah sehat?"tambah aldi.
"Lumayan."ujar aura acuh tak acuh,ia butuk ketenangan saat ini.
"Ehh...gimana ceritanya elo bisa jatoh dari tangga ,ra?"riyan yang pada dasarnya adalah orang yang kepoan bertanya dengan antusias.
"Lo jatoh ditangga?"tanya andri yang dibalas anggukan oleh aura.
"Tangga rumah lo?"tanya getta lagi.
"Hn."guman aura dengan ambigu.Hei mereka tak paham arti gumanan mu ra.
__ADS_1
"Hn tu iya ap....
TEET...TETT...
Bunyi bel tanda dimulainya jam pelajaran pertama menandari usainya sesi tanya jawab mereka pagi ini.Getta,riyan dan andri menjadi tiga orang yang paling cepat beranjak dari sana,sebab tempat duduk merekalah yang paling jauh dari posisi mereka saat ini.
Tanpa mereka sadari ada lima orang muda mudi yang sejak tadi mencuri dengar apa yang tengah mereka bincangkan.
~Ngapa ngak mati sekalian sih~batin seorang gadis yang duduk paling depan pada baris kedua dengan raut kesal.Sebab bila aura masi ada maka 99% pemuda yang ia cintai akan mengacuhkannya dan lebih perhatian serta dekat dengan aura.Bukankah itu kesialan baginya.
~Syukur lo baik baik aja ra~batin seorang gadis sambil menatap punggung aura dengan pandangan penuh kelegaan.Ia tak lagi marah dan benci kepada aura,ia tau bila rasa cinak tak bisa dipaksakan dan ia tau tak selamanya rasa cinta akan selalu terbalas.Ia tak mau egois akan rasanya,bila memang pujaan hatinya bahagia dengan aura ia akan melepasnya.Ia bahagia asalkan aura dan pujaan hatinya turut bahagia.Oh baik sekalai,tapi apa kau mampu bertahan menahan sakitnya PATAH HATI.ehhh
~Apa karna ucapan gue waktu itu~batin seorang pemuda yang kini tengah memandangi sebuah sketsa wajah seorang gadis cantik dengan latar sunset yang indah.Sketsa itu ia selipkan diantara buku catatannya.Ia rasa ini semua ada hubungannya dengan pernyataan rasanya tempo hari ditaman.
~Gue tau lo bohong ra/hon~batin dua orang pemuda yang berada setengah meter dari tempat aura duduk.Mereka tau pasti bila aura tengah berbohong,tapi mereka juga tak tau secara pasti apa penyebab aura berbohong dan apa yang sebenarnya yang telah dialami aura beberapa hari yang lalu.Hhhhh...kenapa kalian tak coba bertanya pada aura atau kalian mau mencoba bertanya pada rumput yang bergoyang yang ada ditaman sekolah.
__ADS_1
Bersambung