
Setelah mengetahui siapa dalang dibalik kecelakaan itu.Baik aura maupun stev masih belum percaya bila dalangnya adalah teman aura sendiri.Kevin yang memang tidak tau apa apa memilih diam saja dari pada ia bicara yang malah nantinya membuat keduanya membunuhnya.
"Sekarang kita mau kemana?"tanya kevin mengalihkan pikiran aura dan juga stev yang sedang melalang buana entah kemana.
"Pulang."jawab aura pelan hampir menyerupai sebuah bisikan namun masih bisa didengar oleh kevin dan juga stev.
"Ke..?"tanya kevin lagi.Hey bukan maksudnya untuk banyak tanya hanya saja ia memang tak tau harus pulang kemana rumah aura atau stev.
"Rumah gue aja."usul stev yang dianggukan oleh aura.Tampaknya ia tengah malas untuk kembali kerumahnya.
"Oke."
"Emang lu tau jalannya?"tanya stev dengan kernyitan didahinya.
"Tau."
"Dari?"ujar stev bingung namun tak berselang lama ia baru menyadari bahwa pertanyaannya adalah pertanyaan yang bodoh.Tentu saja kevin tau dia kan ahli dalam bidang "Menemukan dan Menyembunyikan".
"Bawel amat sih lu stev."tampaknya kevin mulai kesal dengan tingkah stev yang banyak tanya.Berisik ellah~
Setelah perdebatan kecil tersebut tidak ada lagi yang ingin membuka percakapan.Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing.Khayalan mereka berlayar ke negri nan jauh yanga hanua masing masing dari merekalah yang tau dimana batas,tempat dan ujung dari negri khayalan itu.
AURA POV...
Gue masih ngak percaya kalo Dia dalang dibalik semuanya.Kenapa?kenapa cobak dia ngelakuin itu?Apa gue punya salah ama dia?Perasaan semuanya baik baik aja deh.Argghhh...Bodo amat pokoknya gue harus cari tau alasan dia ngelakuin ini ke gue.
AURA POV END...
STEV POV....
Aneh bukannya Dia temennya honey.Tapi kenapa dia mau nyelakain honey?Apa jangan jangan dia pura pura jadi temennya honey tapi sebenernya dia jahat?Gue harus cari tau tentang tu cewek.Ya harus.Liat aja gue ngak akan biarin dia nyakitin honey.Kkkk...lo belom tau siapa yang lo lawan.
STEV POV END...
KEVIN POV...
Sebenernya tuh cewek siapa sih?Jadi penasaran gue.Kalo emang dia temennya aura terus ngapain coba dianya mau nyelakain aura.Apa dia ngak suka ama aura atau dia ada dendam atau dia ahh~~ngapain sih gue nebak nebak ngak jelas gini.Mendingan gue cari tau aja.Cih~gue ngak akan tinggal diem kalo dia berani nyelakain aura lagi.Liat aja gue bakal bales tu cewek.Lo belom tau siapa yang lo sakitin dan siapa yang bakal nales perbuatan lo ke aura.
KEVIN POV END....
Sang mentari telah menampkakkan wujudnya.Langit telah menampilkan warna merah kekuningan menampilkan perpaduan warna magenta yang indah.Disebuah kamar yang cukup luas bersemayam seorang gadis yang tampaknnya masih betah untuk berada dialam mimpi sampai....
TRILING...TRILING...
Dering ponsel memaksanya untuk segera kembali ke dunia nyata.Dengan mata yang masih setengah mengantuk ia meraih pinsel yang ada dimeja nakas sebelah tempat tidur.Ternyata ada sebuah email yang masuk.Sontak saja ia langsung melek sempurna ketika membaca isi email tersebut.
__ADS_1
"STEV!!KEVIN!!"teriak si gadis menggelegar dirumah yang lumayan besar itu.
Gedubrakkk...Gedebukkk...Prangg...Pring...Prunggg..Breekkk
Suara gaduh terdengan dari luar kamar.Entah apa yang terjadi di luar kamar itu sehingga menimbulkan suara yang absur itu.
BRAKKK...
Pintu kamar terbuka secara kasar dengan dua orang pelaku yang tampaknya sedang berusaha mengatur nafasnya yang memburu.
"Hahh...Ada apa?"tanya stev dengan nafas yang terputus putus.
"Ada hahh...maling?"pertanyaan konyol terucap dari bibir kevin.
"Ada kerjaan buat kita."ujar aura sambil melangkah menuju kamar mandi.
"Sekarang kalian siap siap."ujarnya sebelum menutup pintu kamar mandi.
"Tiga puluj menit lagi kita kumpul dibawah."ujar stev sebelum pergi dari kamar aura dengan menyeret kevin.
Skip Time~
Kini mereka tengah berada diruang keluarga untuk membicarakan "Tema" job mereka kali ini.
"Jadi..."ucap stev yang lanhsung dipahami oleh aura.
"Bagaimana kita terima?"tanya kevin meminta pendapat aura dan stev.
Dengan senyum yang manis stev menganggukkan kepalanya diikuti oleh aura yang juga memasang senyum dibibirnya.Kevin paham akan arti senyum yang dipasang kedua sahabatnya itu akhirnya ikut memasang senyum yang sma dibibirnya.
Disisi Lain
"Bosen."guman seorang gadis sembari berguling guling diatas tempat tidurnya.
"Yang lain lagi pada ngapain ya?"gumannya lagi.
"Ah...gue punya ide."pekiknya dengan semangat yang membuat ia langsung mslompat dari tempat tidurnya.Dengan segera ia mengambil ponselnya guna menjalankan idenya.
"Hallo."
"Hallo.Kenapa ta?"saut suara disebrang sana.
"Tumben nelpon."kembali terdengar suara dari sebrang telphon
"Kumpul yuk."
"Ayukk."
__ADS_1
"Ajak yang laen."
"Oke.Dimana?"
"Di kafe rose aja gimana?"
"Oke."
Setelah selesai menelphon,gadis yang ternyata adalah getta segera bersiap siap untuk pergi.Lima belas menit ia gunakan untuk bersiap siap.Ia menggunakan baju long dress bewarna soft pink polos yang dipadu dengan rompi levisnya.Saat ia akan menyalakan mobilnya suara bi anem terdengar memanggil namanya.
"No..non getta mau kemana?"tanya bi anem dari pindtu garasi.
"Aah...getta mau kumpul bareng temen bi."jawab getta.
"Ohh...ia non."
"Ati ati non."pesan bi anem sebelum getta melajukan mobilnya meninggalkan garasi rumah.
Disisi lain
Disebuah bandara terlihat tiga orang muda mudi tengah duduk dibangku tunggu yang disediakan oleh pihak bandara untuk para penumpang menunggu pesawatnya take off.
Dengan pakain yang terbilang cukup casual serta kacamata hitam yang bertengger masin menutupi mta mereka membuat beberapa pasang mata melirik penasaran kearah mereka terutama pada dua pemuda yang duduk dikanan dan kiri satu satunya gadis diantara mereka bertiga.
"Berapa lama lagi kita harus nunggu?"gerutu salah satu pemuda disana.
"Bentar lagi."jawab pemuda lainnya.
"Lama banget sih."gerutu pemuda itu lagi.
"Berisik."ujar satu satunya gadis diantara mereka.
"Bisa diem ngak sih kalian bedua?"sinisnya.
"Stev duluan ra."adu pemuda yang duduk disebelah kiri si gadis sambil menunjuk pemuda disebelak kanan si gadis alias stev.
"Ee...elu kalik vin."balas stev menunjuk pemuda yang ternyata adalah kevin.
"Elu.."
"Elu..."
Kejadian itu terus berulang sampai suara pemberitahuan bahwa pesawat yang akan menuju bandung akan segera take off pun mereka tak dengar kecuali si gadis yang nyatanya adalah aura.Ia langsung beranjak meninggalkan keduanya.
"Hon mau kemana?"tanya stev sedikit berteriak.
"Pergi."ujar aura dari jauh yang membuat stev dan kevin bingung.Pergi?Bukankah pesawat mereka belum take off.
__ADS_1
"Pesawat kita mau take off.Cepetan."lanjut aura lagi dan hal itu suksel buat keduanya bergegas berlari mengejar aura.