
Sedangkan di luar ares dan juga stev tampak bingung ketika kevin keluar ruang rawat aura dengan raut wajah yang kusut bak baju yang habis dicuci lalu diperas dan di jemur tanpa digosok.Kusut bin semrawut.Apalagi sebelumnya mereka sempat mendengar aura berteriak.
Ingin bertanya tapi entah kenapa tak ada kata yang keluar dari bibir mereka.Mereka berdua memilih bungkam.
~Ra.Sebenernya lo kenapa?Apa ini karna gue atau malah yang lain~pikir ares memikirkan tentang keadaan aura yang entah kenapa setelah berbicara dengannya keadaan aura menjadi seperti ini.
~Hon,apa gue harus bilang perasaan gue ke elo setelah ini.Gue takut gue ngak akan pernah bisa ngungkapin perasaan gue ke elo setelah ini.~bimbang stev tentang hatinya.
~Tuhan.Tolong mudahkan semuanya,kumohon yang terbaik untuk aura tuhan.Sudah cukup jangan buat ia menderita tuhan.Cukup.Kumohon~batin kevin memohon untuk nasib teman,sahabat,sekaligus adik yang amat ia CINTAI.
Sadar tidak sadar mereka secara bersamaan meninggalkan ruang rawat aura menuju tempat yang berbeda.Stev menuju ketaman yang tak jaug dari ruangan aura.Ares yang terlihat berjalan menuju sungai buatan yang ada disamping ruangan aura.Dan yang terakhir kevin sepertinya ia pergi ke kantin.
Mereka pergi dengan perasaan yang tak menentu meninggalkan aura dengan segala kebimbangan yang menggunung dihatinya.
SKIP TIME
Malamnya aura telah diizinkan untuk pulang tapi dengan beberapa syarat.Ia diperbolehkan pulang asalkan ia mau melakukan konsultasi kepada dokter psikiater yang telah diajukan oleh dokter yang menanganinya tadi dan jiga ia harus mau dirawat dirumah sebab masih ada beberapa luka yang memang harus ditangani oleh yang ahli.
Kini mereka berempat tengah dalam perjalanan menuju kerumah aura.Hampir sejam mereka habiskan dijalan.Dan begitu sampai dirumah aura mereka disambut pekikan kaget bi inah yang melihat keadaan nonanya.Perban dan juga seorang suster dan dokter menjadi alasan kekagetan bi inah akan kondisi nonanya.Bertanya tentang keadaan nonanya sekarang,ia rasa bukan waktu yang tepat.
Setelah infus dipasang kembali ditangan aura,dokter meminta izin pamit untuk kembali ke rumah sakit pasalnya ia memiliki sift malam.
"Non..non kenapa?"ujar bi inah menanyakan kebingungannya dengan nada khawatir yang amat kentara.
"Kecelakaan bik."
__ADS_1
"Rara ngak sengaja jatoh dari tangga dan nabrak guci sampek pecah...dan yeah pecahannya ngenain rara."jelas aura yang pastinya bohong untuk menenangkan bi inah.Bi inah yang memang pada dasarnya percaya kepada nonanya mengiayakan saja apa yang diucapkan sang nona.
Setelah lebih dari satu jam aura berada dirumah stev,kevin dan juga ares pulang.Awalnya tak satu pun diantara mereka yang mau pulang namun mendapat ancaman "Tak akan bertemu lagi" baik stev maupun ares memilih pulang.Walau dengan tak ikhlas.
Kini tinggallah aura sendirian walaupun ada bi inah.Ia kembali memikirkan apa yang ia alami hari ini.Melelahkan.Ia rasa ia tak akan sekolah besok.Sebelum terlelap aura menyempatkan meminta bi inah mengirimkan surat yang menerangkan bahwa ia tak bisa masuk sekolah besok dikarenakan mengalami kecelakaan ke sekolah.
Sudah lebih dari empat hari aura izin dikarenakan sakit.Getta dan juga aldi tampak cemas dengan kondisi aura.Sedangakan stev dan ares tampak lebih pendiam dari biasanya.
"Jenguk aura yok."ususl getta dengan raut antara cemas dan semangat.Ia cemas bila sahabatnya sakit parah,sebab dari surat yang datang empat hari yang lalu disana disebutkan bahwa aura mengalami kecelakaan kecil berupa jatuh dari tangga dan yang membuatnya cemas adalah bila hanya jatuh dari tangga kenapa aura harus izin lama.Bahkan ini sudah empat hari.Pikir getta.
"Oke.Entar pulang sekolah."setuju aldi yang membuat area dan stev memasang wajah suram bin datar.
"Biarin aura istirahat dulu."cegah stev mencoba menggagalkan rencana aldi dan getta.
"Woy...lu bedua ngapa bengong?"sentak ayu menyadarkan aldi dan getta dari pikiran mereka.
"Ini bukan alesan lu bedua biar kita kita ngak jadi njenguk aura kan?"selidik getta dengan tangan yang menunjuk ares dan juga stev secara bergantian.
"Bukan."singkat padat dan tak jelas.Itulah yang terucap dari mulut manis stev.Awalnya getta enggan percaya namun melihat tampang ares dan juga stev,ia jadi percaya.
"Yaudah...Besok aja deh."final getta setelah melakukan pertimbangan antar batin,pikiran,hati dan juga iner ah ya jangan lupakan author ya.
Setelah percakapan itu bel masuk berbunyi.Tinggal beberapa jam lagi bel pulang juga akan berbunyi.Jadi sabar ya.
__ADS_1
~Cepat lah berbunyi bel.Aku ingin menemui gadisku~batin dua orang pemuda disana.
Disisi lain
Tampak seorang gadis yang tengah duduk dibangku yang ada dibawah pohon mangga,yang sengaja ditanam ditaman belakang rumahnya.Ia tampak tengah melamun.
Rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai,sesekali rambut itu bergoyang dimainkan oleh sang angin yang berhembus membuat ia tampak mempesona.
Seorang pemuda kini telah duduk disampingnya.Namun si gadis tampak tak merasakan kehadiran si pemuda.
"Ra."panggil pemuda itu.Tak ada respon yang ia dapat.
Haaaah~~
Digenggamnya tangan si gadis dan ia bawa tubuh itu kedalam pelukannya
"Please ra,jangan kayak gini."mohon si pemuda kepada aura.Ia sudah benar benar frustasi melihat kondisi aura yang seakan akan hidup namun jiwanya entah dimana.Sudah lebih dari tiga hari ia tak mau bicara,makan dan terus melamun.Bahkan ia menolak ditemui siapa pun kecuali dirinya,yah walau ia tetap saja diam membisu.
"Cukup ra.CUKUP.Jangan karna perasaan cinta lo jadi kayak gini.Lo ngak mau ngomong,ngak mau makan,dan terus aja ngelamun.Stop bersikap CHILDIST."lepas sudah amarah yang sudah ia pendam selama tiga hari belakangan ini.Dilihatnya lagi aura yang tetap memandang kosong kedepan.Cukup sudah,Kesabarannya habis hari ini.
"IKUT GUE."dengan sedikit tenaga ia menyeret aura meninggalkan tempat itu.Aura tetap diam tak berusaha menghentikan kevin.Ia biarkan dirinya ditarik oleh kevin entah kemana.
Ketika mereka melewati ruang tengah terlihat bi inah memandang heran dan juga cemas kearah nonanya.
"Non..mau kemana?"ujar bi inah namun diacuhkan oleh kevin yang malah semakin cepat berjalan menuju garasi guna mengambil mobilnya.Bi inah yang melihat hal itu dibuat khawatir,pasalnya yang ia tau beberapa hari ini pemuda yang membawa nonanya tadi adalah pemuda yang lembut dan juga penyabar dengan sikap diam nonanya itu dan lagi pemuda itu juga murah senyum dan ramah padanya tapi tadi ia lihat pemuda itu tampak tengah menahan emosinya.Ia takut nonanya kenapa napa.
__ADS_1
~Ya tuhan tolong lindungi non aura~doa bi inah dengan rasa cemas yang meliputi hati dan pikirannya.
Bersambung