
"Syaratnya lo ngak bisa larang atau pun ngejauh dari gue dan.... Biarin gue ada disisi lo sampai gue bisa bales perasaan ranti."tutur aldi menyebutkan syarat yang ia ajukan.
"Baiklah. "Ujar aura menyetujui persyaratan yang diajukan aldi. Gampang gampang susah. Mendengar hal itu aldi tak dapat menagan senyumannya.
"Boleh gue meluk lo ra?"tanya aldi kepada aura. Aura yang ditanya begitu awalnya terkejut namun sedetik kemudian ia tampak mengagguk menyetujui permintaan aldi.
GREEP
Aldi menarik aura kedalam pelukannya, menenggelamkan wajahnya pada cekungan leher aura, menghirup aroma apel milik sang gadis pujaan. Aura bingung ingin membalas atau tidak pelukan aldi tapi ia memilih membalas pelukan aldi,untuk beberapa saat ia tampak meniknati peluka hangat milik aldi.
"Makasih ra. Gue cinta ama elo ra. Banget."ucap aldi masih dengan memeluk aura. Aura yang mendengar hal itu hanya mampu mengangguk dan mempererat pelukannya.
Ia berdoa semiga aldi dapat segera membalas perasaan rant. Karna ia tak ingin aldi menyesal nantinya, ketika ranti telah menemukan orang lain.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan tampak tiga orang pemuda tengah melihat kejadian barusan. Rahang mereka mengeras dan mereka sama sama mengepalkan tangan mereka hingga buku jarinya memutih.
"Lo cuman milik gue, cuman milik gue ra."bisik ketiganya pelan sepelan hembusan angin.
Setelah acara peluk pelukan tadi aura dan aldi kembali keruang keluarga. Saat sampai disana mereka hanya menemukan getta yang tampak asik dengan ponselnya. Aura merasa ada yang kurang,. Ah.... Dimana ares dan stev.
"Ta... Ares ama stev mana?"tanya aura membuat getta mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
"Stev tadi keatas, katanya ponselnya ketinggalan terus ares tadi kayaknya kebelakang mau minum katanya aus dianya. "
Ucapan getta barusan membuat aura mengerutkan dahinga. Bingung. Oh ayolah ia bahkan tadi melihat ponsel stev ada dikantong celananya saat mereka disini. Lalu ares kedapur? Ingin minum, jangan bergurau bahkan diatas meja sudah disiapkan tiga teko minuman oleh bi inah. Lalu untuk apa ia kedapur? Alasan yang tak logis.
Tunggu jangan bilang kalau.... Ais perasaan aura kini tak enak. Apa mereka berniat mengintipnya dan aldi ditaman? Bisa jadi sebab stev dapat melihat mereka dari ruang perpus dengan jelas lalu ares, dapur dekat dengan pintu menuju taman belakang. Sudah pasti mereka melihatku. Dan jangan bilang mereka melihat aldi memelukku. Double shit.
~Mereka pasti salah paham. Gue harus jelasin ke mereka~
".... A... "
~ya harus. Gue musti temuin mereka~
"... Ra... "
~Gue ngak mau ada masalah baru~
"... Ura.. "
~Shit~
"Aura!!!! "Teriak getta dan aldi membuyarkan lamunanku. Tunggu aku melamun? Ck ini karna mereka.
"Elo kenapa ra? "Tanya aldi dengan nada dan juga raut khawatir.
"Lo sakit?"tanya getta sambil mengecek suhu badan aura.
"Lo...
__ADS_1
TAP... TAP... TAP
"Siapa yang sakit? "Seru sese-eh maksudnya dua orang pemuda dari balik punggu aura.
"Ehh.. Eng... Hn. "Guman aura ambigu.
"Lo sakit ra? "Tanya ares dengan nada datar yang sedikit mengganggu aura. Ia tak suka akan nada bicara ares saat ini.
"Ngak."ucap aura sembari membuang mukanya guna menghindari tatapan ares, namun oh namun ia malah bertemu pandang dengan stev yang kini tengah mEnatapnya dan aura yang mengintimidasinya.
~Shit~umpat aura dalam hati.
"Em... Kayaknya kita balik aja yuk, biar aura bisa istirahat. Lagian tugas kita udah selesai kan? "Usul getta. Mendengar hal itu aura merasa antara sedikit lega dan agak cemas namun rasa cemas lebih kentara..
"Iya. Kita balik dulu ra. "Pamit aldi sembari memberikan elusan dipuncuk kepala aura. Melihat hal itu baik ares maupun stev dibuat geram bukan kepalang. Sedangkan aura dan getta sedikit terkejut melihat perlakuan aldi barusan.
~matilah lu di~batin getta meratapi nasib aldi yang tengah menantang malaikat kematian. Lihat saja tatapan ares dan juga stev yang tampak ingin menguliti aldi sekarang juga. Oh lord.
~Brengsek~oke kurasa kalian sudah tau siapa saja yang mengumpat barusan, tentunya dalan hati ya.
~Damt. Double kill~batin aura jengkel setengah modar.
"Lu berdua ngak balik? "Tanya aldi kepada stev dan ares yang tampak enggan beranjak dari tempatnya berpijak.
"Hn. "
"Gue ada urudan ama aura. "Ujar ares dengan seringai yang ia sembunyikan namun tak luput dari stev dan aura. Stev yang melihat itu seakan paham apa yang tengah dipikirkan oleh ares ikut menyeringai. Sedangkan aura yang melihat seringai keduanya merasakan sesuatu yang buruk akan menimpanya cepat atau lambat.
"Hn. "Guman aura guna mengurangi rasa gugup yang tiba tiba melanda dirinya. Ayolah siapa yang tak akan gugup dipandang sebegitu intens dan tajam oleh dua orang yang kini tengah duduk dihadapannya. Sial tatapan mereka membuat jantung berdetak dua kali lebih cepat. Damt.
"Apa yang lo omongin ama aldi tadi? "Tanya ares dengan nada yang terkesan datar dan jangan lupakan tatapannya yang terkesan ingin menelannya hidup hidup. Ais mereka memang ingin menelanmu hidup hidup ra.
"Hanya beberapa hal. "Ujar aura dengan acuh ta acuh.
"Apa? "Tuntut stev mencengkram bahu aura guna memberikan sedikit tekanan.
"Apa itu penting? "Sindir aura dengan tatapan dan juga nada sinisnya.
Hal itu mau tak mau memancing emosi stev dan juga ares. Oh ayolah, Bagi mereka ini sangatlah penting. Kau tau amat sangat penting.
"Itu penting. "Bentak stev membuat aura terlonjak kaget. Hei seingaynya stev tak pernah membentaknya.
"Lo bedua ngak bisa maksa gue. "Tukas aura amata sangat emosi.
"Jangan pancing emosi kita ra."Saran ares yang tampak tengah menahan emosinya.
"Lu bedua kenapa marah dan maksa gue hah? "Sindir aura dengan emosi yang mulai naik.
Entah setan dari mana yang membuat ares dan stev menjadi gelap mata akibat rasa cemburu yang menggrogoti jiwa mereka. Mereka emosi ketika melihat aldi memeluk aura. Apalagi aldi mengatakan bahwa ia mencintai aura. Mereka ta ingin aldi memiliki aura. Hanya mereka yang boleh memiliki aura.
__ADS_1
Tanpa perasaan mereka menarik aura menuju salah satu kamar yang ada dilantai satu. Aura yang menyadari hal itu tentu saja berontak.
"Mau apa lu bedua? "Teriak aura masih dengan acara berontaknya.
"Shit. Lepasin ***. "Pekik aura emosi.
BRUKK
Shit. Rasanya lumayan sakit ketika punggungnya bertemu dengan ranjang, walaupun emput tapi tetap saja sakit. Kurasa kau harus cepat cepat menyadarkan keduanya ra, sebelum sesuatu yang buruk benar benar menimpamu.
"Lo milik gue ra. "Tutur stev dengan kilatan yang amat ia kenali di kedua bola mata stev. Ia benar benar dalam bahaya.
"Ck. Milik gue juga. "Ujar ares dengan kilatan yang sama di kedua matanya. Ia tak mengenali ares saat ini. Mata itu tak selembut biasanya. Ia seperti melihat orang lain dalam diri ares.
"Stev sadar!!! "Teriak aura mencoba mengembalikan kewarasan stev yang kini tengah hilang.
"Khhh... Lo tau honey? Gue benci liat cowok lain nyentuh lo. "Kekeh stev sambil membuka satu persatu kancing kemeja merahnya.
"Ya... Itu menyebalkan. "Tambah ares sambil melepas ikat pinggangnya.
Alaram dalam diri aura berbunyi nyaring. Aia harus cepat berfikir bagaimana lepas dari mereka tanpa ada yang terluka.
~Shit. Jangan kambuh sekarang stev~batin aura cemas. Pasalnya bila stev telah kehilangan kendali akan kesadarannya bisa dipastikan ini akan berakhir buruk.
~Sial. Kev gue butuh lo~umpat aura benar benar kesal.
Sebelum hal buruk benar benar terjadi. Aura bergegas melayangkan serangan kearah ares sebab posisinya paling dekat dengan aura.
Ia memukul telak bagian kepala ares yang membuat ares terjatuh. Pandangannya terasa kabur. Stev yang melihat hal itu sedikit terkejut. Namun hal itu tak berlangsung lama sebab kini ia telah menampilkan seringai sembari mengeluarkan sesuatu yang mengkilat dari sakunya.
Stev maju menyerang aura dari arah samping menghunakan pisau lipat yang ada di genggamannya.
PLASH
Aura mundur beberapa langkah guna menghindari serangan stev. Ia tak percaya stev menyerangnya. Mereka bertarung kembali dengan stev mwnggunakan pisau dan aura dengan tangan kosong.
CRASS
"Shhh.. Aw! "Rintih aura saat merasakan tangan dan punggungnya terkena goresan pisau stev. Goresan itu cukup panjang dan dalam hal itu membuat bajunya sobek dan lukanya menguarka darah yang cukup banyak. Perkelahian ini berlangsung selama beberapa menit.
BRUKK
"Akh!!! "Rintih aura.
Inilah resiko yang harus ia tanggung ketika ia memutuskan untuk tak melukai ares dan juga stev. Keadaannya saat ini lumayan parah dengan baju sobek sana sini, luka yang mengeluarkan darah, lebam lebam di wajah dan juga bibir sobek.
"Fufufu~kau akan menjadi milik kami honey! "Sebelum kegelapan merenggut kesadarannya ia sempat melihat sebuah bayangan dari arah pintu dan sebelum ia benar benar pingsan, ia mendengar suara sesuatu yang jatuh dan ia merasa tubuhnya seperti melayang.
Bersambung
Hai guys. Ada yang tau ngak apa yang bakal terjadi ama aura?
__ADS_1