
~Siapa yang nelphon,sampek bisa bikin aura senyum gitu~
"Gue serius Aura Fanesa!"gerutu kevin kesal dengan ucapan aura yang mengatainya bawel.Hei,ia tak bawel hanya saja lebih cerewat bila menyangkut gadis yang ia sayang.
"Pttts..Hhhhhhh...."pecah sudah tawa aura yang sudah ia tahan sejak kevin mulai mengomelinya.Entah kenapa rasanya ada sesuatu yang menggelitik perutnya ketika membayangkan bagaimana ekspresi kevin saat itu.
Dasar anak ini.Hei ra,jangan ganggu kevin apa kau tak takut bila ia salah mengartikan sikapmu?Oh ayolah jangan menambah saingan ketiga pangeranmu ra dan juga jangan membuatku harus memanjangkan cerita ini.Kau paham?
Tanpa ia sadari sejak awal ia menerima telphon hingga kini.Semua yang ada dimeja terus memandang kearahnya dengan raut bingung,cengoh dan penasaran.Bingung kenapa ia tiba tiba tersenyum lalu tertawa secara tiba tiba.Cengoh karna baru pertama kal...eh maksudnya emm...cengoh melihat aura yang biasanya pendiam tiba tiba tertawa,kan radak aneh bin nyeremin.Gimana kalo nih anak kesambet setan penunggu kantin,kan nyeremin mana ngak lucu juga.Dan yang terakhir penasaran siapa,apa dan bagaimana orang yang menelphonmu bisa membuatmu tertawa.Apa ia orang yang spesial?
Mungkin mereka terlalu lama berada dalam dunia khayal mereka sampai sampai tak menyadari bahwa aura sudah selesai dengan acara makannya walaupun masih belum selesai menelphon.
"Hn."
"Belajar yang bener."nasihat kevin lagi dan LAGI.
"Iya."
"Kalo udah capek belajar istirahat.Jangan dipaksain."
__ADS_1
"Yoi."
"Kal....
"Iya...iya...gue tau lo khawatir ama gue.Tinggal ngomong aja kayaknya susah.Cihh."ujar aura dengan kata kata sindiran yang kentara namun dengan nada canda juga.Lu mau nyindir apa mau becanda ra?jangan dua duanya napa.
"Khhhh..."kekeh kevin.Kurasa ia tengah menggaruk pipinya yang tentunya tak gatal.Haaah~itu adalah kebiasaannya ketika ia malu.
"I love you my moon.Always love you."ucap aura yang tentu saja membuat enam orang yang mendengarnya tersentak kaget seperti ada aliran listrik yang menyengat ditubuh mereka.
"Aaa...I know.Always know.Love you too my would."ucap kevin sedikit yeah kau tau kecewa tapi tak apa yang penting aura mencintainya atau lebih tepatnya menyayanginya sebagai kakak atau saudara.Sama aja kalik.
"Kurasa sebaiknya ku matikan ya.Masih ada rapat yang harus kuhadiri dengan beberapa klien.Tak apa kan?"terang kevin sedikit tergesah gesah.Hei kev,benarkah kau ada rapat atau kau mau meredam rasa kecewa dihatimu?Ayolah aku tau rasanya sakit tapi cobalah jaga intonasi suaramu,kau tau terdengar jelas bahwa kau tengah kecewa.Hanya sebuah saran saja,kev.
"Yeah...banyak klien yang harus kutangani apalagi dengan tumpukan dokumen yang menggunung.Kau tau aku lebih memilih 'bermain' bersama kau dan stev dari pada mengurus perusahaan ini."keluh kevin sembari memandang tumpukan dokumen yang belum ia tanda tangani dan yang belum ia baca.Melelahkan bukan mengurus perusahaan itu kan kev.Kurasa kau harus sabar,ini ujian.Rasekan Khhhh.
"Hei,jangan terlalu memforsit tubuhmu.Makan jangan lupa,istirahat bila lelah.Apa guna kau punya sekretaris bila tak kau gunakan.Jaga kesehatanmu,moon."oke mungkin ini adalah rekor terpanjang seorang Aura Fanesa berbicara bagi mereka kecuali stev.Tentu saja.Smirk evil.
"Khhh...ya...ya...ya aku tau.Sampai jumpa."kekeh kevin mengakhiri sesi obrolan mereka kali ini.
"Ya.Sampai jumpa."tutup aura dengan senyum manis dibibirnya.Oke sudah dua kali dalam sehari mereka melihat aura tersenyum.Kurasa kantin ini memang memiliki penunggu.Hihi aku jadi merinding.Atau malah ada yang salah dengan otak aura?
__ADS_1
"Apa???"tanya aura kembali ke mode datar plus dingin.Hei kemana perginya senyum manismu tadi ra?
"Siapa?"tanya ares,stev dan juga aldi bersamaan.
"Kalian nguping?"serga aura datar dan jangan lupakan matanya yang memicing tajam membuat mereka merasa tengah diintrograsi.
"Aaaa...it...itu...
"Kita ngak nguping kok....
Hanya mendengarkan."ujar getta dengan polosnya setelah memotong ucapan aldi.
"Cih..apa bedanya?"sinis aura.Hey ra kau kenapa sedang ketimpa bulan.
"Beda."kekeh getta membuat aura merotasikan matanya sedangkan yang lain memilih menyimak saja.
"Jelas jelas itu sama."
"Bed...
"Udah deh...mendingan kita selesaian makan kita,keburu bel masuk bunyi."lerai ranti sambil kembali melanjutkan makannya dan kalian ingin tau respon getta dan aldi?Keduanya menggerutu kesal sedangkan ares dan stev mereka tetap stay cool tapi pikirannya mah masih nebak nenak siapa yang nelphon aura tadi.Kalo aura mah Ba aza.
__ADS_1
Bersambung