Takdir Najwa

Takdir Najwa
Istri kedua


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu, setelah hari dimana Najwa mengizinkan suaminya untuk menikah lagi, dan tepat dihari ini adalah pernikahan kedua bagi Rehan bersama Karina.


Sejujurnya Adi selaku sang Ayah tidak setuju anaknya menikah lagi. Namun karna Sinta juga sangat menuntut untuk Rehan segera memiliki seorang ahli waris, mau tak mau ia mengikuti keinginan anak dan istrinya itu.


"Nak, kamu yang sabar ya !" Ucap Adi, papa mertua Najwa.


"Boleh Najwa peluk Papa ?" Pintanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sini sayang !" Adi merentangkan kedua tangannya dan memeluk menantu kesayangannya itu.


"Hiks hiks, Najwa tidak kuat Pa. Najwa tidak begitu tegar seperti yang kalian pikirkan, hati Najwa sakit Pa. Hiks hiks," Ucap Najwa disela-sela tangisannya.


Adi begitu memahami apa yang menantunya rasakan itu. Hingga ia pun ikut menitikan air matanya merasakan kesedihan seorang Najwa.


Sebagai orang tua, Adi telah menasehati Rehan untuk memikirkan kembali keputusannya itu. Menurutnya, untuk memiliki seorang anak tidak perlu memaksa Najwa untuk bisa hamil, mereka bisa mengadopsi seorang bayi dari panti asuhan.


Namun nasehat itu Rehan menampiknya dengan alasan saling mencintai. Seolah kenangan 3 tahun lalu bersama sang istri telah tergantikan begitu saja dengan orang baru yang masuk dalam hidupnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Karina Larasati binti Muhammad dengan mas kawin tersebut tunai."


"Bagaimana para saksi ?"


"Sah............" Serunya.


...Najwa berlari meninggalkan tempat itu seraya meneteskan air mata berulang kali....


Jauh dari keramaian, ia menyendiri di tepi danau yang tak jauh dari kediaman Karina.


"Hiks hiks, kini aku bukanlah istri satu-satunya untukmu Mas. Apakah setelah ini kau bisa berlaku adil pada kami ? Ya Allah, kenapa harus aku yang kau uji dengan penuh derita seperti ini ? Sejujurnya aku cemburu Mas, hatiku sakit melihat suamiku merapalkan ijab kobul untuk wanita lain didepan mataku sendiri. Aku tidak bisa ikhlas untuk berbagi suami Mas, tapi demi kebahagiaanmu dan juga keluarga, aku rela menanggung duri yang akan selalu menusukku setiap harinya" Ucap Najwa seraya sesenggukan.


1 Jam berlalu, kini Najwa telah kembali ke rumahnya. Ia telah menyiapkan hati dan juga mata atas apa yang akan terjadi diantara suami serta madunya itu.


"Mas, kamu mau bulan madu kita dimana ?" Tanya Karina seraya menyenderkan tubuhnya didada bidang Rehan.


"Terserah kamu sayang," Jawab Rehan dengan senyum.


"Mbak Najwa gak papa di rumah sendirian ?" Tanya Karin seraya melirik Najwa yang tengah menyiapkan makan siang.


"Eh, gak papa kok. Kalian kan pengantin baru, jadi pasti butuh suasana yang lebih dari sekedar di rumah," Jawab Najwa dengan hati yang berusaha ia tegarkan.


Rehan sempat melirik raut wajah Najwa. Wajah yang dulu penuh senyum dan tawa, kini ia tidak lagi menemukan itu pada istri pertamanya.


Sejujurnya ada sisi rasa bersalah dan tidak tega Rehan membagi hatinya pada Karina.


Namun secara biologis, ia pun ingin memiliki seorang keturunan dari darah dagingnya. Seandainya Najwa bisa memenuhi keinginannya itu, tidak akan mungkin ia berani melukai hati istri yang memiliki kesempurnaan seperti Najwa.


"Kamu ikut aja ya sayang !" Pinta Rehan pada Najwa.

__ADS_1


"Ya jangan dong Mas ! Kan kita mau bulan madu, kok mbak Najwa ikut sih ? Lagian kan mbak Najwa gak papa kok tinggal di rumah sendirian untuk beberapa hari, Iyakan mbak ?"


"I-iya mas, aku gak papa dirumah aja. Kalian pergilah !"


"Ya udah deh, sore ini kita berangkat ya !" Ucap Rehan.


"Yey, makasih suamiku sayang. Cup..." Karina mencium sekilas bibir Rehan didepan Najwa.


Rehan hanya mengangguk tersenyum seraya mengelus rambut Karina.


Berbeda dengan Najwa yang hatinya kembali sesak harus menyaksikan sendiri kemesraan suaminya dengan wanita yang kini telah menjadi madunya itu.


'Kuat Najwa, kamu harus kuat...!


Ya Allah bantulah hambamu ini ! Gumam Najwa menghela nafasnya yang teramat sangat sakit itu.


"Mas, boleh gak aku kerja ?" Tanya Najwa.


"Kenapa harus kerja, apa uang dariku kurang ?"


"Bukan gitu Mas, Najwa hanya merasa bosen lama-lama di rumah gak ngapa-ngapain."


"Huhhhh, mau kerja apa ?"


"Najwa pengen buka toko baju Mas, beberapa bulan lagi kan mau idul fitri pasti banyak peminatnya."


"Padahal aku pengen banget belanja sama kamu Mas. Kita saling diskusi harus bagaimana desain tokonya. Tapi sepertinya kamu tidak tertarik sama sekali untuk membantuku" Gumam Najwa kecewa.


"Iya Mas...."


***


Hari sudah semakin sore, Najwa telah memasak untuk suaminya yang akan pergi berbulan madu dengan istri keduanya.


"Mas, lebih baik kalian makan dulu sebelum berangkat. Aku udah masakin kesukaan kamu loh capcai sama Ayam rica," Ucap Najwa setelah melihat Karina dan suaminya turun.


"Karina gak suka Ayam Dek, kami akan makan di luar aja nanti," Jawab Rehan.


Deg....


Ingin rasanya ia memaki suaminya itu. Semakin hari sikap dan perlakuannya tidak Rehan hargai.


"Iya, maaf ya mbak. Kami pergi dulu," Sambung Karina.


Tanpa menjawab, Najwa hanya menganggukkan kepalanya.


"Bahkan demi dia, kamu rela tidak memakan makanan yang aku masak Mas, meskipun itu adalah makanan kesukaanmu." Gumam Najwa dalam hati.

__ADS_1


Tak lama selepas Rehan pergi, seseorang datang dengan setelan jas hitamnya.


"Asalammualaikum Bu," Sapa Riki.


"Waalaikumsalam Ki, kenapa ?"


"Saya diminta pak Rehan untuk membantu Ibu belanja."


"Apa kamu sudah makan ?" Tanya Najwa.


"Belum Bu," Jawab Riki.


"Makanan yang saya masak lumayan banyak, kita makan dulu ya !" Ajak Najwa.


"Tapi Bu....


"Tidak apa-apa, Mas Rehan tidak akan marah. Pintu juga akan saya buka, biar gak jadi fitnah."


"Baiklah Bu," Jawab Riki menurut.


"Panggil Najwa aja Ki, kita sepertinya seumuran !"


"Ah baiklah, mumpung gak ada si bos he he."


"Pinter becanda juga ya kamu."


"Kenapa masak sebanyak ini Najwa ? Kalau yang makan hanya beberapa orang " Tanya Riki.


"Huh, sebenernya ini makanan kesukaan Mas Rehan Ki. Tapi karna Karina tidak menyukai Ayam, jadi mereka tidak makan di rumah," Jelas Najwa.


' Kasihan kamu Najwa, istri sebaik kamu harus Rehan sia-sia kan demi segelondong koral. Aku tau bagaimana perasaanmu yang harus mengikhlaskan suami menikah lagi. Andai aku yang lebih dulu mengenalmu, mungkin saat kini akulah yang ada di sampingmu Najwa ' Gumam Riki dalam hati seraya menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Najwa menyuapkan makanan itu seraya memutar kembali kenangan manis bersama suaminya di meja makan.


' Kenangan yang dulu kita buat disini, saat ini esok dan selamanya tidak akan pernah terlihat lagi Mas. Kenangan hanya milik kita berdua kini harus tercoret dengan adanya Istri Kedua. Ya Tuhan...ku pasrahkan segalanya padamu, jika suatu saat nanti aku harus berpisah dengan Mas Rehan, aku tidak terlalu terkejut dengan posisi hati yang sudah tidak lagi pada tempatnya. Aku menyerah akan cintaku '


Najwa Almahira


💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya


Happy Reading guys

__ADS_1


Bersambung💕💕


__ADS_2