Takdir Najwa

Takdir Najwa
Kebenaran Najwa


__ADS_3

" Astagfirullah apa ini ....." Rehan mengambil amplop yang tergeletak dilantai.


" Hasil pemeriksaan. Punya siapa ini ." Gumam Rehan lirih seraya membolak balikan amplop itu.


Saat ingin membukanya, tiba tiba...


" Mass......" Najwa mengigau memanggilnya


Hal itu membuat Rehan mengurungkan niatnya membaca amplop yang ia pegang. Rehan meletakan amplop itu diatas meja yang tak jauh dari ranjangnya kemudian ia menghampiri istri nya.


" Kenapa sayang, sampe ngigo gini..." Ia mengelus rambut indah istrinya kemudian ia kecup dengan lembut kening sang istri.


Dan entah kapan, Rehan pun ikut tertidur pulas saat tengah memainkan rambut panjang Najwa.


Pagi harinya, Najwa terbangun lebih dulu untuk membuat sarapan. Setelah mandi junub dan shalat subuh, Najwa segera turun untuk bertempur dengan peralatan masaknya.


Tiba tiba saja ada tangan yang melingkar pinggangnya. Najwa sudah mengetahui kebiasaan suaminya yang suka mengganggunya saat memasak.


" Sudah bangun mas ?" Tanya Najwa sembari mengorak arik masakannya.


" Iya sayang..." Rehan menempelkan dagunya dipundak sang istri dan mengusel usel pelan lehernya


" Mas ih geli tau...."


" Sayang....mas masih kangen loh,"


" Iya mas, tapi Najwa lagi masak loh mas. Mending mas Re duduk aja disana..." Ucapnya seraya menunjuk kearah meja makan.


" Baiklah baiklah, mas tidak akan menganggu lagi..." Jawabnya kemudian duduk seraya membuka ponselnya.


Tak berberapa lama kemudian, Najwa membawa makanan yang sudah matang kemeja makan. Tak lupa ia juga membuatkan kopi kesukaan suaminya.


" Mas sarapan dulu dong, maen hpnya nanti aja !" Ucapnya seraya menuangkan nasi kepiring sang suami.


" Iya sayang, mas hanya ngecek email sebentar " Ucapnya, kemudian meletakan ponselnya disamping ia duduk.


Setelah sarapan selesai, Najwa mengajak suaminya untuk duduk diruang keluarga. Dengan perasaan yang sangat gusar ia rasakan, Najwa mencoba untuk tegar dalam menghadapi bagaimana suaminya nanti.


" Mas......."

__ADS_1


" Hem...kenapa sayang ?" Tanya Rehan.


" Najwa mau bicara sesuatu sama kamu mas .." Ucap Najwa hati-hati.


" Bicaralah sayang !"


Ada ketakutan dalam diri Najwa mengatakan hal yang sebenernya pada Rehan. Entah bagaimana reaksi suaminya setelah mengetahui kebenaran ini. Marahkah, sedihkah atau apa ? hanya itu yang selalu Najwa pikirkan dalam bayangannya. Apa suaminya itu masih mau menerima dirinya sebagai istri setelah tau bahwa ia dinyatakan mandul ?


Ya tuhan, hanya kebahagian kecilah yang kami inginkan, namun kenapa kau selalu memberi kami cobaan yang bertubi-tubi seperti ini, gumam Najwa.


" Kok malah melamun sih, sayang ?"


" Astagfirullah, Najwa kaget tau mas..." Ucap Najwa menyebikan bibirnya. Sementara Rehan hanya terkekeh seraya mengusap pucuk kepala Najwa yang berbalut hijab itu.


" Najwa tidak tau mas, apa mas Re akan tetap mencintai Najwa seperti ini setelah tau kebenarannya." Ucap Najwa menatap suaminya sendu.


" Ma-maksud kamu apa sayang ? Kebenaran apa ?" Tanya Rehan bingung.


" Akan Najwa tunjukan mas, ayo kita kekamar !" Ajak Najwa. Rehan pun mengangguk patuh dan mengikuti langkah istrinya.


Sesampainya dikamar, Najwa segera meraih amplop putih yang ada diatas meja tak jauh dari ranjangnya. Sementara Rehan duduk ditepi ranjang menatap apa yang tengah istrinya lakukan itu.


" A-apa ini sayang...?" Tanya Rehan dengan takutnya setelah tau amplop yang tadi pagi ia temukan adalah milik istrinya.


" Buka saja mas, mas akan tau setelah membacanya !" Ucap Najwa dengan lirih.


Rehan membuka amplop itu dengan perasaan takutnya. Perlahan tapi pasti, Rehan berhasil membuka amplop itu dan membacanya secara teliti.


" Sa-sayang i-ini........


" Itulah kebenaran Najwa mas, maafkan Njawa yang tidak bisa memberimu keturunan sampai kapanpun terkecuali Allah yang berkehendak.." Jelas Najwa dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Rehan terduduk lemas seraya menatap surat hasil pemeriksakan itu. Ia tak dapat lagi mengucapkan sepatah kalimat pun. Harapannya hancur karna sang istri dinyatakan mandul dan tidak bisa hamil memberinya keturunan.


Tatapannya kosong lurus kedepan, sementara Najwa tak lagi dapat membendung buliran putih yang penuh menggenang dipelupuk matanya.


" Maafkan Najwa mas...hiks hiks...maafkan Najwa. Najwa tidak sempurna mas, Najwa tidak bisa memberi mas keturunan. Hiks hiks...."


Rehan masih diam tak bergeming, dia bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Najwa yang terus terisak itu tanpa sepatah kata pun.

__ADS_1


Jujur dalam hatinya begitu sangat kecewa, namun harus menyalahkan siapa tentang hal ini ? Bahkan istrinya pun tidak akan mau mengalami takdir yang begitu membuatnya terluka, jika harus dihadapkan dengan dua pilihan Najwa memilih berjuang untuk apa hal yang masih bisa terjadi, namun saat ini ia sudah pasrah. Bahkan untuk disembuhkan pun sudah tidak lagi bisa, selain sang maha pencipta berkehendak.


Didalam kamar, Rehan berdiam diri diatas balkon kamarnya. Tatapannya lurus kedepan namun kosong.


Tes....tes...tes...


Buliran bening keluar dari pelupuk matanya.


Tak mampu sudah ia menghadapi takdirnya itu, Rehan pasrah dengan takdir yang akan membawa rumahtangganya.


' Istriku mandul...ha ha ha ha inikah takdir yang kau maksud Tuhan......


Kenapa engkau sangat tidak adil pada kami, aku ingin memiliki keturunan dari rahim istriku...kenapa kau tak mengabulkannya hiks hiks. Aku harus bagaimana lagi dalam bersikap sabar, 3 tahun sudah aku menunggu, namun kali ini jawabannya sungguh sangat membuat kami terluka hiks hiks...apa salahku ya Allah, apa salahku...' Isak tangis Rehan seraya terduduk lemas.


Bagaimana ia akan mengatakan pada kedua orangtuanya tentang kebenaran ini. Apakah orangtuanya akan marah ?


Lalu siapa yang bisa menentang takdir ilahi, mau menyalahkan siapa tentang takdir kehidupan maha yang membolak balikan hati manusia.


Najwa terdiam dengan duduknya dikegelapan, air matanya sudah tak lagi bisa keluar saking seringnya ia menangis. Bahkan Allah maha tau segalanya bahwa saat ini mereka tengah ada dititik keterpurukan.


' Maafkan Najwa mas, Najwa sudah dinyatakan sebagai wanita tidak sempurna. Najwa pasrah jika memang karna hal ini, Najwa harus mempertaruhkan rumahtangga kita. Najwa yakin kedua orangtuamu pasti akan membenci Najwa setelah tau kebenaran ini mas, Najwa bisa apa....inilah kenyataan tentang diriku, aku mandul dan tidak akan bisa mengandung sampai kapanpun. Aku lelah menghadapinya, akankah setelah ini kau menikah lagi mas, apakah sudah jalan takdir hidupku untuk berbagi suami ? ' Gumam Najwa diketermenungannya.


Tuhan sudah menggariskan takdir hidup Najwa, inilah takdir yang harus mereka terima.


Mungkinkah rumahtangganya akan lebih diuji dengan hadirnya orang ketiga ?


Inilah awal mula kisahku yang sebenernya !!!!!!!


😭😭😭😭😭


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž**Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!!!


Happy Reading Guys**.....

__ADS_1


BersambungπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2