Takdir Najwa

Takdir Najwa
Flashback Rehan


__ADS_3

Perasaan Rehan sangat tidak karuan dengan amarahnya yang sudah memuncak melihat sang istri tengah bercumbu mesra dengan lelaki yang tak lain juga karyawan kantornya.


Kedua tangannya mengepal kuat, rahangnya mulai mengeras dengan sorot mata yang tampak ingin membunuh seorang musuh.


"Kalian ? Apa ini yang kamu bilang sibuk di kantor, hah ?" Bentak Rehan.


"Ma-mas Rehan," Ucap Karina terbata seraya membenahi kembali baju yang sudah terlepas dari tubuhnya.


"Iya, ini aku. Aku Rehan Alfariq suamimu, Karina. Apa kau lupa hingga beraninya bermain serong dibelakangku ?"


Rehan terlihat begitu marah dengan nafas yang memburu namun terasa begitu sesak.


"Dan kau, bukankah kau karyawan bagian keuangan ? Apa gaji yang saya berikan untukmu kurang, hah ?"


"Ck, Lo itu gak usah sok peduli Han, Karina lebih nyaman sama gue ketimbang Lo, dan tentunya lebih memuaskan," Ucap Bastian dengan tersenyum ringai dibibirnya.


"Mulai saat ini juga, kamu saya pecatttt !"


"Tanpa disuruh pun, gue bakal mengundurkan diri dari perusahaan ini."

__ADS_1


Bastian berlalu pergi setelah selesai membenahi pakaiannya.


Kini tinggallah Rehan dengan Karina disana.


"Ma-mas Rehan, aku minta maaf Mas. Aku beneran khilaf Mas."


Rehan menepis dengan kasar tangan yang berusaha menyentuhnya, hingga membuat tubuh Karina terdorong kebelakang.


"Jangan pernah sentuh aku Karina. Aku tidak menyangka dengan apa yang sudah kau perbuat dibelakangku. Aku menyesal telah menikahimu dan menceraikan Najwa," Ucap Rehan dengan sisa kesabarannya.


"Mas Rehan aku mohon maafkan aku !"


"Saat ini juga aku talak, kamu Karina larasati. Dan mulai saat ini, kau bukan lagi istriku !"


Tubuh Karina terkulai lemas setelah mendengar kata talak yang telah Rehan ucapkan.


Ia tidak menyangka jika perbuatan yang sudah hampir 1 bulan ia lakukan akan berpengaruh buruk pada rumahtangganya.


Karina menangis sejadi-jadinya sera memohon ampun dengan sujud dikaki suaminya itu.

__ADS_1


"Mas, aku mohon jangan talak aku Mas. Aku masih mencintaimu Mas Rehan, tolong maafkan aku !"


"Cinta ? Setelah apa yang kau lakukan, apa itu masih pantas disebut cinta ? Ck, cinta tidak mengkhianati Karina. Dan hal itu tidak ada pada dirimu."


"Karina salah Mas, aku mohon tolong maafkan aku dan kita mulai dari lagi awal Mas, Karina mohon !"


"Tidak lagi ada maaf untuk seorang pendusta dan pengkhianat sepertimu Karina. Jika saja dari awal aku bisa mengalahkan rasa obsesiku, mungkin saat ini hidupku masih bahagia bersama dengan istriku, Najwa."


"Gak boleh, Mbak Najwa itu gak bisa ngasih kamu keturunan Mas. Dan keluarga Alfariq sangat membutuhkan ahli waris dari keluarga kandung. Dan hanya aku yang bisa memberikan itu untukmu juga keluargamu Mas," Ucap Karina.


"Tapi sayangnya aku tidak lagi butuh sosok yang telah mengkhianatiku Karina. Hanya ada penyesalan yang tersisa dalam diriku, aku kehilangan sosok istri yang baik seperti Najwa dan kini, kau...aku telah kehilangan sosok Karina yang dulu. Saat ini, kau bukan Karinaku yang selalu ada disaat aku membutuhkannya. Kau bukan Karinaku pengganti Najwa..." Teriak Rehan.


"Ya, aku bukanlah Karina yang dulu. Karna Karina yang dulu selalu kau bandingan dengan Najwa yang tidak berguna itu,"


Plakkkk.....


"Sekali lagi kau menghina Najwa, maka tidak segan-segan aku mengakhiri hidupmu !"


"Kenapa, kalau kau bisa akhiri saja aku sekarang, ayooo !!! Bunuh aku Mas ! Mungkin dengan begini aku dan anak kita akan lebih tenang dialam sana."

__ADS_1


"A-anak...?"


"Ya, anak kita. Aku tengah hamil anak kamu Mas !"


__ADS_2