
1 Bulan berlalu, semuanya telah berubah begitu saja seiring berjalannya waktu. Semenjak hari di mana Fatih mengutarakan niatnya, Najwa mulai terbiasa dengan statusnya yang sekarang sebagai calon istri dari Fatih. Awalnya ia ingin menolak mengingat bagaimana sahabatnya begitu mencintai pria yang dulu telah mengkhitbahnya. Namun atas dukungan dari Rania sendiri, membuat Najwa menerima khitbahan dari Gus Fatih.
Kenangan yang dulu tidak mungkin terlupakan begitu saja. Mengharuskan Fatih berjuang lebih keras untuk membuat Najwa menerima dengan adanya rasa cinta dalam hati, dan bukan hanya sekedar rasa tidak enak hati maupun terpaksa.
Bukan hanya Fatih yang harus berjuang demi bisa mengalihkan perhatian Najwa untuk tidak lagi mengingat kenangan dulu hingga harus menutup hatinya untuk seseorang yang siap menerimanya dengan tulus dan ikhlas.
Namun Najwa pun harus berjuang sama kerasnya untuk melupakan kisahnya di masa lalu dan mulai membuka hatinya untuk seseorang yang telah mengkhitbahnya saat ini.
"Asalammualaikum Dek," sapa Fatih menghampiri Najwa yang tengah duduk di bawah pohon seraya memejamkan mata menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.
Suara itu membuat Najwa membuka mata dan melirik sekilas sebelum ia menundukan pandangannya."Waalaikumsalam Gus.."
"Adek ngapain di sini ? Afwan ya, kalau saya sudah mengganggu.."
"Tidak Gus. Najwa hanya ingin menikmati sejuknya angin sore ini. Afwan Gus, ada apa ?" Ucap Najwa balik bertanya.
"Diminta Umi kerumah Dek !"
"Ada apa ya Gus ?"
"Kalau penasaran ya deketin dong Dek," jawab Fatih seraya menggeleng membuat Najwa terkekeh kecil namun masih jelas terlihat di mata Fatih.
__ADS_1
"Tetaplah tersenyum untuk bahagia, calon istri..
Meskipun Adek belum bisa memberikan ruang kosong dalam hati untukku, tapi segaknya izinkan aku untuk selalu memberi harimu penuh warna dan senyuman Najwa Almahira.
Aku siap menerimamu di segala sikon dan kondisimu saat ini esok dan selamanya dengan ikhlas lilahita'ala.
Maka tetap izinkan aku sebagai calon imammu untuk membawamu bersamaku menuju jannahnya Allah..
Mengarungi bahtera rumah tangga penuh cinta. Dan semua itu mulai sekarang adalah tanggung jawabku, termasuk membuatmu selalu bahagia di segala sisi." Gumam Fatih seraya menatap Najwa yang telah lebih dulu melangkah.
"Kenapa Dek ?" Tanya Fatih lagi yang melihat Najwa tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Sementara Fatih yang tidak mengerti hanya terdiam mengikuti kemana mata Najwa menatap.
Deg...
Dan benar saja dugaannya, seseorang itu kembali muncul disaat hati Najwa sudah mulai terbiasa dengan adanya Gus Fatih sang notabenenya sebagai calon suami.
"Apa itu mantan suami Adek ?" Tanya Fatih yang sontak membuat Najwa beralih menatap seseorang yang tengah mengajaknya bicara.
Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Najwa mengangguk pelan dan berhasil membuat hati Fatih sedikit sesak kemudian menghela nafasnya perlahan.
__ADS_1
Ya Allah, apa Najwa masih begitu mencintai pria itu hingga masih terlihat jelas secerca cinta dari tatapannya.
Dek, maafkan aku jika harus cemburu melihat semua ini. Tapi bisakah kau buka sedikit saja untuk ku memasuki hatimu meskipun harus melalui celah yang paling tidak terlihat ?
"Pria itu tampan ya, pantes saja Adek susah untuk bisa melupakannya," Ucap Fatih sedikit terkekeh namun hatinya begitu tercubit.
"Untuk melupakan seseorang dalam kenangan yang cukup terkesan itu tidak mudah Gus. Apa lagi kenangan itu di bangun melewati waktu yang cukup lama, kebersamaan setiap hari, cinta dan tawa setiap waktu, sedih dan bahagia yang pernah dialami bersama. Hatiku menolak untuk bisa melupakan secepat itu meski sudah berusaha keras."
Deg...
Sakittt...sesak..entah apa lagi yang Fatih rasakan dalam hatinya saat ini.
Wanita yang tengah diperjuangkan, nyatanya masih menyimpan perasaan untuk mantan suaminya.
Lalu Fatih ? Apakah khitbahannya itu hanyalah sebuah status belaka yang tidak ada kepastian di hati salah satunya ?
Sedalam itukah rasa yang sudah kau berikan padanya Dek ? Hingga aku yang saat ini sebagai calon suamimu tidak kah kau berjuang melupakannya demi aku ? Demi masa depan kita, masa depan yang akan membuatmu jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan insyaAllah semua itu akan aku penuhi asalkan kau selalu tersenyum bahagia untukku.
Huaaaa nyesekkkk....
Sabar ya GUs, ayo berjuang lebih keras lagi gus !!!
__ADS_1