
Najwa kembali kedalam kamarnya dengan tatapan yang sendu.
Semua yang telah ia siapkan untuk bisa membahagiakan suaminya malam ini, ternyata hanya sia-sia. Harapan yang tidak ingin mengecewakan, namun justru kenyataan yang membuatnya kecewa.
Hingga pukul 12 malam, Najwa terlelap setelah ia lelah menangis.
Hatinya teramat sakit dengan sikap suaminya yang tidak bisa adil pada kedua istrinya. Bahkan perhatian dan cintanya lebih banyak ia berikan pada Karina.
Keesokan harinya, seperti biasa setelah shalat subuh, Najwa berperang dengan alat masaknya di dapur.
Sudah menjadi kebiasaan Najwa menyiapkan sarapan untuknya serta suami.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki yang menuruni tangga pun mulai terdengar.
Najwa sekilas melirik kearah suami dan madunya itu yang selalu menempel bagai prangko yang tidak bisa dilepaskan.
Hatinya kembali berdenyut, dulu ia pun sama merasakan cinta yang utuh dari suaminya. Namun kini, ia harus membagi itu pada istri muda suaminya bahkan ia harus lebih banyak mengalah dari madunya itu.
"Mas sarapan dulu ya sebelum kekantor !" Pinta Najwa.
"Iya sayang," Jawab Rehan tersenyum.
"Mau dibuatkan kopi atau teh Mas ?" Tanya Najwa.
"Biar aku aja mbak, kamu mau minum apa Mas ?" Tanya Karina.
"Kopi aja sayang."
Najwa mengalah, ia membiarkan Karina yang membuat kopi untuk Rehan.
Sementara Najwa menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Mbak maaf ya, semalam Mas Rehan harus tidur di kamar ku lagi," Ucap Karina.
Mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi. Najwa tidak bisa berbuat apapun selain mengalah. Bahkan pagi ini, ia sangat berharap bahwa Rehan akan memberinya penjelasan kenapa semalam ia tak kunjung kekamarnya. Harapan hanyalah tinggal harapan, Rehan begitu sangat tidak perduli dengan apapun yang terjadi.
"I-iya gak papa, mungkin bisa lain waktu."
"Mas aku kekamar sebentar ya, kayaknya dompetku ketinggalan deh," Ucap Karina setelah menyelesaikan sarapannya.
__ADS_1
"Iya sayang," Jawab Rehan.
Selepas perginya Karina, ini adalah kesempatan Najwa untuk bisa berbicara hanya empat mata dengan suaminya.
"Mas....."
"Iya," Rehan menatap Najwa dengan tatapan bertanya.
"Kenapa semalam kamu tidak kekamarku Mas ?"
Deg....
"Maaf Najwa, Karina begitu ketakutan dengan suara petir. Mas menemaninya hingga tanpa sadar Mas pun ketiduran."
"Apa kamu tidak merindukanku Mas ?" Tanya Najwa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kita bahkan setiap hari bertemu Najwa, apa yang harus Mas rindukan?"
Deg....
Jawaban Rehan mampu membuat hati Najwa bagai tertusuk bilahan pisau yang amat tajam.
Air matanya luruh begitu saja. Kemana Rehan yang dulu ? Kemana Rehan yang selalu merindukanku setiap harinya, kemana suamiku yang selalu memandangku dengan penuh cinta ?
"Mas pergi hanya 1 minggu Najwa, tidak perlu berlebihan begitu dong !" Jawab Rehan dengan nada sedikit kesal.
"Hiks hiks, kamu berubah Mas. Kamu bukan Mas Rehan yang dulu, suamiku yang selalu memandangku penuh cinta, yang selalu merindukanku setiap harinya. Kamu bukan suamiku yang dulu, hiks hiks. Kenapa Mas ? Apa karna kamu sudah tidak mencintaiku lagi ? Jawab Aku Mas !" Najwa mengeluarkan unek-unek dalam hatinya yang selama ini ia tahan.
"Ya kau benar, dengar baik-naik Najwa Almahira. Rehan yang dulu telah mati, aku sudah cukup sabar menantimu hamil hingga 3 tahun lamanya. Tapi setelah aku tau kenyataan bahwa kau mandul, mulai saat itu harapan yang ku berikan padamu sirna, termasuk juga rasa cintaku hingga aku berani membaginya dengan Karina," Jelas Rehan dengan emosi.
"Kamu jahat Mas, aku pun tidak ingin kemandulan ini terjadi pada diriku. Aku harus menyalahkan siapa atas takdir yang aku alami ini. Hiks hiks, kamu tega sama aku Mas. Tidak mengingatkah kamu pertemuan kita pertama kali Mas, kenangan manis kita ? Kenapa begitu mudahnya kau menggantikan kenangan yang kita buat selama 3 tahun hanya karna orang ketiga Mas, hiks hiks kenapa ?"
"Jangan salahkan aku Najwa, aku pria normal yang secara biologis ingin memiliki ahli waris keluarga Alfariq dengan darah dagingku sendiri. Kau tak mampu memberikan itu padaku, lalu aku ingin mencari yang lebih sempurna apa itu salah ?"
"Kenapa sih mbak, kok marah-marah sama Mas Rehan ?" Tanya Karina yang tiba-tiba muncul.
"Ini semua karna kamu, andai kau tidak muncul pada kehidupan kami. Aku tidak akan dimadu seperti ini," Teriak Najwa menyalahkan karina.
"Najwa......."
Plakk..
Rehan menampar pipi mulus itu untuk pertama kalinya. Tangannya terangkat begitu saja melayangkan sebuah tamparan pada Najwa.
"Aku benci kamu Mas, aku mau kita cerai...!!!"
__ADS_1
Deg.....
"Na-najwa, maafkan Mas dek, Mas khilaf. Tolong jangan meminta cerai dariku Najwa, Mas mohon !" Rehan bersimpuh dihadapan Najwa. Ia tidak mau hanya karna masalah sepele harus melepaskan Najwa yang sudah jelas menemaninya berjuang meniti kehidupan dari Nol selama 3 tahun ini.
"Udahlah Mas, dipertahanin juga kamu dapet apa sih dari Mbak Najwa. Dia itu gak bisa ngasih kamu anak, jadi baguslah kalau mbak Najwa minta cerai," Sambung Karina.
"Kamu tidak tau apapun Karina, Najwa sangat berarti dalam hidupku. Dialah yang menemaniku meniti kehidupan dari nol hingga aku bisa seperti sekarang ini," Jelas Rehan.
"Hiks hiks hiks, kamu tega melukai hatiku Mas. Aku cukup sabar menghadapi perubahan sikapmu yang mendadak dingin setelah tau kebenaranku. Bahkan aku menerima Karina sebagai maduku, aku masih ingin menghargai mu sebagai suamiku. Aku hanya butuh waktumu 1 malam saja, kamu tidak bisa memberikannya Mas. Hiks hiks, aku harus bertahan untuk apa lagi disaat hati dan cintamu telah milik Karina, aku bukan pigura yang hanya bisa menatap kemesraan kalian setiap saat, aku juga punya hati Mas. Dan aku masih istrimu, aku juga butuh belaian kasih sayang mu hiks hiks. Aku menyerah Mas, maafkan aku.....jika kau tidak menceraikan aku, maka aku yang akan menggugat cerai !" Ucap Najwa dengan panjang lebar disela-sela isak tangisnya.
Hatinya tak lagi kuat menahan sakit, sikap Rehan dan perubahannya begitu nyata. Hingga ia tidak lagi bisa mengenali sikap suaminya yang sekarang.
"Baiklah jika itu maumu, pergilah ! Dan jangan bawa apapun dari sini, karna dulu kau hidup bersamaku hanya dengan membawa tubuh dan baju yang kau pakai," Ucap Rehan emosi.
"Hiks hiks, maafkan aku Mas ! Semoga kalian bahagia."
"Udah deh, gak perlu ngedrama lagi. Hus hus...hus...pergi sana mbak ! Hadirmu tidak lagi dibutuhkan disini," Sambung Karina seraya menarik tangan Najwa keluar rumah.
' Aku tidak terkejut dengan adanya kejadian ini yang telah aku anggap sebagai Badai dalam rumah tangga kita Mas....
Aku sudah mempersiapkan hatiku untuk lebih kuat lagi menahannya....
Maafkan aku yang tidak sempurna ini, aku pergi Mas.
Jika saat rasa penyesalan itu hadir dalam dirimu, maka di hari itu ingatlah, bahwa aku telah pergi jauh dari kehidupanmu, karna Sabarku tidak lagi bisa kupertahankan '
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Selamat menjalankan ibadah puasa gengs
Semoga dibulan baik ini, doa kita diizabah oleh Allah swt...Amiin...
**💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen
kalian ya
Happy Reading guys**..
Bersambung💕💕💕
__ADS_1