
Najwa meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu dengan perasaan sedihnya. Ia
Tidak menyangka jika Rehan akan menyetujui permintaan cerainya begitu saja.
'Bahkan kau lupa cara membujukku saat aku marah Mas, dulu aku selalu mengatakan ingin cerai saat aku marah padamu. Semua cara selalu kau lakukan supaya aku menarik kembali ucapanku itu. Bahkan kau ikut menangis saat aku mengatakan tidak lagi sanggup hidup bersamamu Mas. Kini dengan mudahnya kau mengatakan Iya atas ucapanku disaat aku tengah emosi. Aku menyerah Mas Rehan....'
Najwa memesan taksi online dan meminta untuk membawanya pada toko butiknya itu. Bukan tanpa alasan Najwa ingin membuka bisnis sendiri, ia telah berjaga-jaga jika kejadian ini terjadi, Najwa punya usaha sendiri untuk bisa melangsungkan kehidupannya.
***
2 Hari telah berlalu semenjak kejadian itu, Rehan menjadi uring-uringan tidak jelas di rumah bahkan di kantornya.
"Kenapa ini harus salah sih, saya tidak mau tau hari ini juga harus selesai !" Rehan meluapkan emosinya pada Riki, asisten pribadinya.
"Tapi pak, bagaiman__
"Iya, atau pecat !" Ancamnya.
"Baik pak, saya akan selesaikan hari ini juga."
"Argggghh," Rehan mengacak-acak rambutnya frustasi.
Ia mengira bahwa permintaan Najwa hanya ucapan belaka disaat ia tengah marah.
Namun nyatanya, Najwa tidak kembali pulang kerumah sudah 2 hari ini.
"Mas, makan siang yuk !" Ajak Karina dengan manjanya.
"Bisa gak sih ketuk dulu sebelum masuk, hah !"
"Kamu kenapa sih Mas, oh....jangan-jangan kamu nyesel ngusir mbak Najwa dari rumah, iya ?"
Rehan terdiam tanpa berkata apapun. Karina sudah bisa membaca diamnya Rehan, bahwa apa yang telah ia ucapkan barusan tidaklah salah.
"Rela-in aja sih Mas, kan udah ada aku. Aku lebih sempurna dari mbak Najwa," Celetuk Karina.
"Diam !" Bentak Rehan.
"Sekali lagi kamu berkata buruk tentang Najwa, maka jangan salahkan aku jika kamu pun akan ku ceraikan !" Ancam Rehan dengan nada yang sangat marah.
Sialan...awas kau Najwa !
"Oh ngancem ya sekarang, tapi kalau aku berhasil hamil anak kamu gimana Mas ?"
Rehan kalah telak dengan ucapan Karina, mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri bahkan disaat mereka belum menikah.
Karina tersenyum menyeringai melihat diamnya Rehan.
__ADS_1
Kau sudah membuang Najwa Mas, aku tidak perlu mengotori tanganku lagi untuk menyingkirkannya dari hidupmu
Mau tak mau, Rehan menuruti keinginan Karina yang ingin mengajaknya makan siang bersama.
Tepat di lampu merah, mata Karina melirik kekiri dengan toko bertuliskan NJ Butik. Betapa terkejutnya ia setelah melihat seseorang keluar dari butik itu. Tak hanya Karina, Rehan juga melihat Najwa yang baru saja keluar dari tokonya.
"Najwa....."
Tin
tin
tin
Bunyi klakson dari belakang membuyarkan perhatian Rehan.
"Oh ternyata kau tinggal di sini Mbak Najwa .
Kita lihat saja, seberapa lama kau akan berada di kota ini" Gumam Karina tersenyum dengan liciknya.
' Kenapa aku begitu bodoh hingga tak menyadari jika Najwa memiliki butik sekarang, padahal aku sendiri yang memilih tempat ini. Argh sial !' Rehan frustasi hingga memukul bundaran stir tanpa alasan.
"Kamu kenapa sih Mas ? Aku perhatiin semenjak kepergian Mbak Najwa kamu jadi uring-uringan gak jelas ?" Tanya Karina pura-pura tidak tau.
"Gak kenapa-kenapa," Jawab Rehan singkat.
Tidak akan lagi kubiarkan kau kembali mengejar Najwa Mas Rehan, karna saat ini dan selamanya kamu hanya milik Karina seorang.'
Setelah makan siang selesai, Karina meminta Rehan untuk kembali kekantornya lebih dulu.
Awalnya Rehan menolak, tapi karna Karina menjelaskan alasannya yang cukup masuk akal, akhirnya Rehan mengizinkan dengan syarat tidak terlalu lama.
"Kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa cepat kabarin Mas !"
"Iya Mas ku sayang."
Selepas perginya Rehan, Karina memesan taksi online dan meminta untuk membawanya pada tujuannya itu.
Hanya butuh waktu 20 menit saja, Karina telah sampai pada tempat yang baru saja ia lihat.
"Selamat siang Mbak, silahkan dipilih ini adalah baju keluaran terbaru di toko kami Mbak !" Ucapnya ramah.
"Saya tidak ingin membeli baju murahan seperti ini, palingan juga harganya dibawah 500.000." Ucap Karina dengan sombongnya.
"Maaf ya Mbak, kalau gak mau beli gak masalah. Tapi gak perlu juga menghina barang di toko kami !"
"Ck, memang benarkan ?"
__ADS_1
"Oke saya kesini hanya ingin bertemu dengan pemiliknya !" Ucapnya lagi.
"Maaf, bos kami sedang makan siang diluar. Mungkin sebentar lagi pulang, silahkan duduk lebih dulu untuk menunggu !" Pintanya.
"Ck, baru punya butik aja belagu banget," Gerutu Karina dengan sinis.
Tak lama kemudian, datanglah seseorang yang memang sangat Karina tunggu.
"Assalammualaikum.."
"Waalaikumsalam, Mbak ada orang nyariin Mbak sambil marah-marah gitu." Amel langsung berlari menghampiri Najwa sebelum melangkah masuk lebih jauh.
"Siapa Mel ?" Tanya Najwa penasaran.
"Aku gak tau mbak. Samperin aja deh !"
Najwa melangkahkan kakinya menemui seseorang yang tengah duduk seraya memainkan ponselnya.
"Permisi, maaf ad___
"Karina....."
"Hallo Mbak Najwa, apa kabar ? Bagaimana kehidupanmu setelah pergi dari rumah, kayaknya lebih nyaman ya ?" Ucap Karina seraya berbasa-basi.
"Maaf, ada perlu apa mencariku ? Apa Mas Rehan baik-baik saja ?"
"Ck, ck...kamu gak perlu mengkhawatirkan Mas Rehan Mbak, karna aku pasti akan menjaga dengan baik suamiku. Aku kesini hanya ingin mengobrol denganmu saja, aku merindukanmu Mbak Najwa," Ucap Karina.
"Tidak perlu bersikap layaknya orang memakai topeng Karina. Katakan saja dengan jelas apa tujuanmu menemuiku ?" Najwa sungguh tidak ingin lagi berbasa-basi dengan Madunya itu. Ia sudah tau siapa Karina dan bagaimana sikapnya yang memang sangat tidak menyukai dirinya.
"Wah wah wah...apa sebegitu tidak sabarnya Mbak Najwa ingin tau apa tujuanku, hem ?" Tanya Karina seraya memegang dagu Najwa dengan kasar.
"Ku peringatkan untuk tidak lagi menemui suamiku Mbak ! Oh ya, jika dalam 1 minggu ini kau tidak mengurus surat cerai kalian, maka aku sendiri yang akan mengurusnya. Dan...untuk butik ini, aku rasa kau menggunakan uang Mas Rehan untuk memulai bisnis mu, benarkan ?"
πππ
Tinggalkan
Vote
Like
komen kalian ya
Happy reading guys
Bersambungπππ
__ADS_1