Takdir Najwa

Takdir Najwa
Harapan


__ADS_3

Sore itu Najwa ditemani Riki, asisten pribadi suaminya berbelanja kebutuhan untuk ia memulai bisnis sendiri.


"Kita kemana lagi Naj ?" Tanya Riki.


"Kayaknya udah cukup deh, tinggal survei tempatnya aja," Jawab Najwa.


"Oke siap Bu bos !" Ucap Riki memberi hormat.


"Apaan sih Ki." Najwa hanya menggeleng-geleng kepala melihat tingkah asisten suaminya itu.


Sementara Riki hanya terkekeh menanggapi ucapan Najwa.


Kini mereka menuju tempat yang akan dijadikan ladang bisnis oleh Najwa.


Sebuah ruko berlantai dua dengan cat bernuansa biru muda sesuai dengan warna kesukaannya.


"Ini pak Rehan yang siapkan," Ucap Riki.


"MasyaAllah beneran Mas Re yang siapin ini ?" Tanya Najwa memastikan.


Tanpa menjawab, Riki hanya mengangguk meng-iyakan.


Najwa mulai menapakkan kakinya masuk kedalam ruko yang cukup luas itu.


"Ya Allah ini luas sekali Ki," Ucap Najwa takjub.


"Pak Rehan menyarankan untuk mencari karyawan wanita 2 orang Naj."


"Iya, aku butuh karyawan wanita. Kau saja yang atur Ki !" Pintanya.


"Siap laksanakan !"


***


Sementara dikediaman Alfariq, sepasang suami istri ini tengah adu argumen tentang kedua menantunya.


"Apa Papa tidak berfikir bagaimana pandangan orang lain tentang keluarga kita Pa ?"

__ADS_1


"Ck, perduli omongan orang. Anak kita yang menjalaninya Ma, ada beban atau tidak orang luar tidak akan membantu," Tegas Adi.


"Pa, Mama sangat ingin memiliki cucu darah daging Rehan Pa. Ahli waris keluarga Alfariq yang sah."


"Kenapa kalian semua hilang akal, rumah sakit di dunia ini banyak Ma, bahkan kita belum mencoba untuk mengobati Najwa. Kenapa kalian harus memilih jalan untuk memadu Najwa ?"


"Mandul tetep aja mandul Pa, pokoknya Mama yakin dengan Karina, dia pasti bisa memberi Rehan seorang anak !" Bantahnya.


Sinta memilih pergi meninggalkan suaminya yang masih keberatan atas pernikahan kedua Rehan


***


Di pulau dewata bali, terlihat seseorang tengah beristirahat di dalam kamar hotelnya.


"Gak papa kan kita Hanny moon kebali ?" Tanya Rehan.


"Gak papa dong, aku udah seneng banget kok," Jawab Karina dengan manja.


Namun berbeda dengan Rehan, entah apa yang ada didalam pikirannya itu.


Hingga ia tidak bersikap seperti biasanya, menurut Karina.


"Semenjak hari dimana Najwa mengatakan kebenarannya, hari itu Mas mulai bersikap dingin pada Najwa. Mas hanya merasa bersalah pada Najwa Rin__


"Bisa gak sih Mas gak usah ngomongin Mbak Najwa. Kita ini lagi bulan madu loh, hanya ada tentang KITA bukan mbak Najwa," Tegas Karina.


"Bukan begitu sayang, tapi Mas___


"Oh, atau Mas Rehan sekarang nyesel nikah sama aku, gitu ?"


"Bukan sayang, Mas gak nyesel sama sekali nikah sama kamu. Mas juga mencintaimu setelah mencintai Najwa. Tapi Mas hanya berfikir bahwa selama ini Mas telah bersikap salah pada Najwa Rin," Jelas Rehan.


"Ck, terserahlah. Pokoknya aku gak mau lagi kamu bahas Mbak Najwa dihanny moon kita ya Mas !" Pintanya dengan tegas.


"Iya sayang, maafin Mas ya !"


Cup.....

__ADS_1


Sore itu, terjadilah sesuatu yang harusnya terjadi dikamar hotel tempat mereka menginap.


Lagi bulan puasa, Author takut dihujat netizen kalau adegannya di tulis hehhe. Maafkanlah !!


***


Najwa merasa lelah selama 3 jam berbelanja dan survei tempat.


Kini saatnya ia beristirahat sejenak membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Namun lagi dan lagi ingatannya tertuju pada suami dan madunya itu.


'Mas Rehan mungkin tengah istirahat sekarang


Atau mereka sedang, sedang emmmmm....Kamu harus ikhlas Najwa, Mas Rehan bukan hanya suamimu tapi juga suami Karina. Jadi wajar mereka melakukan hubungan suami istri.....Tapi kenapa hatiku masih sakit ya Allah ?'


Najwa masih tak bergeming dengan pemikirannya. Istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya tengah bermadu kasih dengan istrinya yang lain.


Najwa hanya bisa belajar ikhlas dan legowo dalam menerima takdir yang tengah dijalaninya itu.


...Tidak ada pilihan lain selain ia menerima keputusan suaminya, menerima tentang arti dari kesabaran dan menerima takdir yang telah ditetapkan....


' Jika saja aku tidak mandul Mas, kebahagian ini pasti hanya milik aku dan kamu. Rasa cinta yang kau curahkan pasti hanya untukku dan anak-anak kita. Namun saat ini apalah dayaku Mas, aku tidak bisa memberimu seorang anak dan hal itu yang membuatku harus belajar untuk iklhas bahkan aku siap jika suatu saat nanti melepaskanmu hanya untuk Karina seorang ' Gumam Najwa seraya menatap foto pernikahannya 3 tahun lalu.


Foto yang penuh dengan senyuman itu, kini tak terasa lagi dikehidupan Najwa yang sekarang. Bahagia suaminya saat ini bukan karnanya, bahkan hanya sekedar senyuman, Najwa tidak lagi bisa memberikan itu pada sosok Rehan Alfariq.


Najwa menyimpan kembali foto pernikahannya di laci. Ia merangkak naik keatas ranjang kemudian mematikan lampu utama dan menyisakan lampu yang sangat temaram cahayanya.


Ia hanya berharap disetiap doa dalam sujudnya, semoga hari esok akan lebih baik dari hari sebelumnya. Semoga hari esok, ada keajaiban untuk hidupnya dan semoga hari esok, takdir mampu membawanya pada kebahagian yang hanya dirasakan berdua bersama dengan suami tercintanya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!!

__ADS_1


Happy Reading guys..


Bersambung πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2