Takdir Najwa

Takdir Najwa
Talak sebagai jawaban


__ADS_3

"Aku terpaksa menerimamu menikah lagi Mas Rehan. Dengan arti yang sebenarnya aku tidak rela harus berbagi suami dengan wanita mana pun. Jika aku bertanya padamu untuk memilih salah satu diantara 2 pilihan, jawaban apa yang akan kau berikan untukku Mas ?"


Rehan yang mulai mengerti maksud ucapan Najwa itu hanya diam tak bergeming.


Ia sendiri bingung harus memberikan jawaban apa yang bisa mempertahankan rumah tangganya dengan Najwa.


Di satu sisi, ia sangat ingin memiliki keturunan yang akan dijadikan ahli waris perusahaannya ketika ia sudah renta nanti. Namun disisi lain, ada Najwa, cinta yang membuatnya begitu nyaman hingga tak bisa berpaling pada yang lain saat sebelum ia tau kebenarannya.


Najwa yang menemani Rehan dikala ia terpuruk akan bisnisnya yang mulai bangkrut ditambah lagi Papa Adi yang memiliki riwayat jantung tengah dirawat di rumah sakit waktu itu.


Hingga semangat dan doa dari sang istri, masalah yang ada bisa ia atasi dengan mudahnya.


"Diammu sudah bisa kubaca Mas. Biar aku yang mengungkapkan isi hati yang sedang memutar dikepalamu itu. Dulu kita saling mencintai Mas Rehan, bahkan aku lah yang setia menemanimu dalam keterpurukanmu waktu itu. Namun setelah kau tau kebenaran bahwa aku mandul, disaat itulah perasaanmu padaku mulai goyah. Dan saat ini, biar aku utarakan isi hatimu, hadirku tidak begitu berarti dengan hadirnya seorang anak yang sangat kalian dambakan itu. Aku benarkan Mas ?" Najwa mencoba tersenyum saat mengungkapkan isi hati yang menyakitkan ini.


Rehan kalah telak dengan penuturan yang Najwa ucapkan.


Memang benar adanya, keinginan memiliki keturunan mengalahkan segalanya termasuk Najwa sendiri yang harus ia lepaskan.


"Maafkan Mas, Najwa....."


"Tidak perlu minta maaf gitu Mas. Najwa memahamimu, sangat. Maka sudah Najwa putuskan untuk pergi dari kehidupanmu selama-lamanya."


"Mas mohon Najwa, jangan kayak gini sayang. Maafkan Mas ! Kita bisa hidup bersama-sama bertiga," Ucap Rehan dengan tetesan air matanya.


"Aku gak bisa Mas, bukankah aku bilang tadi 1 jawaban yang menjadi penentu untuk bisa mempertahankan rumah tangga kita. Dan aku sudah mendapatkan jawaban itu, lalu untuk apa lagi sekarang ? Tidak ada yang perlu dipertahankan, karna semua itu pasti tidak akan bertahan lama Mas. Hal itu hanya akan melukai hatiku jika kau memaksaku untuk kembali."


"Najwa........"


"Aku meminta talak sekarang juga Mas !"


"Tapi Najwa, Mas__"


"Najwa mohon Mas ! Biarkan Najwa memilih jalan hidup sendiri dari pada harus menerima luka yang lebih banyak lagi. Najwa mohon Mas Rehan !"


"Baiklah jika itu keinginanmu. Maka dengar kan aku baik-baik Najwa Almahira, saat ini dan seterusnya ku haramkan untukmu menyentuhku ! Aku Rehan Alfariq, menjatuhkan talak tiga dan sekarang kau bukan lagi istriku !"


Duar...


Bagai disambar petir dipagi hari, Najwa terduduk lemas seraya memegangi dadanya yang teramat sesak. Saat ini, sosok yang ada dihadapannya itu bukan lagi suaminya.

__ADS_1


"Hiks hiks, kumohon pergi dari sini Mas !"


"Najwa,"


"Pergi..!" Teriaknya.


"Pegang lah ini sayang, anggap saja ini nafkah dari ku yang terakhir. Mas pergi Najwa, asalammualaikum."


Setelah memberikan black card pada Najwa, Rehan mulai menuruni anak tangga dengan langkah berat dan hati yang hampa.


Dulu yang sebagai penyemangat hidupnya, tempat bersandar ketika lelah, tempatnya bercerita, mengadu keluh dan kesah, kini bukanlah lagi miliknya.


' Hiks hiks....aku mencintaimu Mas Rehan sangat mencintaimu.


Jawabanmu sangat membuatku kembali terluka, kenapa aku begitu bodoh hingga berharap terlalu tinggi padanya.


Hadirku tidak terlalu kau harapkan dibandingkan hadirnya seorang anak...


Saat ini aku bukan lagi istrimu Mas...


Kau bukan lagi penyemangat hidupku, kini aku benar-benar sendiri seperti 3 tahun lalu..


Semoga kau selalu bahagia Mas '


***


Satu bulan telah berlalu, Najwa sudah mulai terbiasa dengan kesendiriannya. Hari-harinya hanya ditemani dua karyawan wanita, Amel dan Rara.


Sebuah mimpi, membawanya ia pada takdir yang harus ditempuh untuk kehidupan selanjutnya.


"Ibu......" Najwa berhambur memeluk Ibunya.


"Sayang, takdir tidaklah pernah salah. Coba lebih dekatkan dirimu pada sang maha pencipta alam semesta, dari sana kau akan memahami arti takdir kehidupan yang sebenarnya !"


"Najwa akan patuhi semua apa yang Ibu perintahkan. Tolong jangan tinggalkan Najwa Bu, Najwa tidak kuat lagi sendiri !"


"Ibu dan Bapak akan selalu mendokan yang terbaik untukmu Najwa. Pahamilah arti takdir kehidupan yang sebenarnya, dengan begitu kau akan menjalani hidup dengan nyaman dan tenang tanpa memikirkan duniawi yang berlebihan. Pergilah sayang ! Disni bukan tempatmu, jalani lah kehidupanmu yang masih panjang itu !"


"Ibu....jangan pergi...."

__ADS_1


"Ibu............." Najwa terbangun dari tidurnya seraya mengusap wajahnya dengan peluh yang sudah membasahi dahinya.


' Ya Allah...cuma mimpi '


Najwa melihat jam yang sudah berada diangka 2 dini hari.


Ia beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk berwudhu dan langsung melakukan shalat malamnya.


Setelah tahajudnya selesai, Najwa masih tak beranjak dari duduknya diatas sajadah.


Ia kembali memikirkan mimpi dan pesan dari Ibunya itu.


"Dekatkan diri pada sang maha pencipta, maka dari sana aku akan memahami arti takdir kehidupan yang sesungguhnya. Apa itu artinya aku harus mengabdikan diriku di pesantren ?" Ucap Najwa bertanya-tanya.


Lembaran cerita tentang rumah tangga yang hanya bertahan 3 tahun lamanya kini telah tutup buku. Najwa tidak lagi mau mengingat masalalu yang hanya membuat hatinya pilu nan sakit itu.


Membuka bab baru dengan kisah yang tidak pernah ia duga selanjutnya.


Hidup menjanda bukan masalah untuknya, kini bagai gadis yang mempunyai keceriaan namun begitu tertutup untuk masalah hati.


Najwa Almahira, takdir akan membawanya pada kehidupan yang baru, setelah luka yang selama ini ia dapatkan ketika takdir memberikan kebenaran yang membuat sebagian orang menjauhinya.


' Akan ku simpan kenangan kita dalam memori hatiku yang paling dalam Mas Rehan. Namamu telah aku tempatkan di dalam sana sejauh mungkin, hingga tidak lagi bisa ku gapai untuk ku mulai atau ku lepaskan.


Goresan hati yang kau buat dalam diriku, akan ku pastikan terhapus dengan hadirnya seseorang yang mampu menerimaku apa adanya, termasuk menerima takdir hidupku.


Menjalani hidup yang selanjutnya seperti dulu, disaat seperti tidak mengenal siapapun selain dia yang selalu memahami ku. Aku, menutup kisah hidupku bersama dengan lelaki yang pernah menikahi ku hanya sampai disini. Selamat tinggal kenangan, selamat datang kisah yang baru.'


Najwa Almahira


💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya ...!!!


Happy Reading guys..

__ADS_1


Bersambung💕💕💕


__ADS_2