
"Kyaaaaaaa......"
"Astagfirullahaladzhim, mbak Najwa kenapa kekamar saya ?" Tanya Fatih segera menutupi badannya bagian atas dengan handuk.
"Afwan Gus, saya cuma mau ambil sampo," Jawab Najwa.
"Oh ya sudah, apa sudah diambil ?"
"Na'am Gus, sudah."
"Saya permisi, Asalammualaikum,"
"Waalaikumsalam."
Najwa segera pergi dari sana dan beranjak menemui Umi serta Rania.
"Kenapa teriak Naj ?" Tanya Rania.
"Eh, gak kok cuma kaget aja," Jawab Najwa dengan gugupnya.
Bukan tak mau menceritakan yang sebenarnya, Najwa tidak mau sahabatnya itu salah paham dengan apa yang sudah terjadi barusan.
Ia mencoba menutupi kegugupan dirinya dengan mengajak Rania segera kembali ke asrama.
"Kami pamit dulu Umi, Asalammualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Kamu kenapa sih ?" Tanya Rania yang menyadari kegugupan Najwa.
"Eh," Najwa terkejut seraya menggaruk-garuk lehernya yang tertutup hijab itu.
"Kamu kenapa Najwa Almahira ?" Tanya Rania lagi.
"Gak kok, cuma gak enak aja masa cuma sampo doang kita minta," Jawab Najwa sekenanya.
"Kami disini udah biasa kok. Udah kebiasaan Umi juga selalu stok banyak biasanya."
Najwa hanya mengangguk paham.
Sementara di kamar yang bernuansa hijau daun itu, terlihat seseorang tengah berkutat dengan pemikirannya.
'Astagfirullah, aku ini kenapa ? Inget Fatih sudah ada Rania....
Ya Allah yang maha membolak balikan hati hambanya, hamba mohon kuatkanlah hatiku untuk tidak lagi goyah dengan pilihan yang telah hamba putuskan'
Entah karuhun dari mana, Fatih mendadak merasakan hal yang aneh saat bertatap muka dengan seseorang yang pernah ia tabrak dulu.
Pikirannya mendadak gelisah teralihkan pada sosok akhwat yang baru saja ia temui.
***
Rania yang merasa bimbang dengan perubahan sikap Fatih belakangan ini, mencoba untuk memahami bagaimana calon suaminya itu.
Awal mula pertemuannya, Rania sudah mulai mengagumi sosok Fatih dengan kelemah lembutannya. Bukan hanya tampan yang ia miliki, tapi sifat dan akhlak Fatih yang mampu menghipnotis Rania hingga tidak lagi bisa berpaling pada yang lain.
__ADS_1
Sebagai abdi ndalem yang setia, Umi Abibah memahami bagaimana Rania yang mulai tertarik dengan anak sulungnya itu. Hingga sebuah rencana yang telah dimusyawarahkan dengan Fatih untuk segera meminang Rania secepat mungkin.
Sore harinya, awan yang terlihat cerah berubah menjadi gelap.
Sinar yang biasa menerangi bumi, kini telah kembali keperaduannya.
Rania serta Najwa yang tengah bersiap kemasjid, tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya seseorang.
"Assalammualaikum ustazah."
"Waalaikumsalam, ada apa ?" Tanya Rania.
"Afwan Ustazah, dari Gus Fatih !" Santri itu memberikan secarik kertas putih yang terlipat dengan rapi.
"Na'am, syukron ya !"
"Na'am, saya permisi ustazah. Asalammualaikum."
"Waalaikumsalam wr wb..." Jawab Rania dan Najwa bersamaan.
"Ciee yang dapet surat dari calmi," Goda Najwa.
"Ih, apaan sih." Rania mengelak, ia tertunduk malu menahan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus itu.
Rania membuka surat itu dengan perlahan tapi pasti. Jantungnya berdegup dengan kencangnya saat tulisan tangan Fatih mulai terlihat.
"Assalammualaikum wr wb
Afwan Dek Rania, bisa temui saya setelah shalat magrib ? Kita mengobrol di depan rumah saja. Ajaklah teman ! Agar tidak jadi fitnah.
M. Al-Fatih"
Rania melipat kembali surat itu dengan tenang seraya tersenyum dibalik niqabnya.
"Iya deh, yang lagi bahagia mah sahabatnya dilupain," Gerutu Najwa.
"Eh, gak kok. Jangan ngambek dong ! Nanti cantiknya ilang."
"Iya deh," Jawab Najwa seraya melangkahkan kakinya lebih dulu.
'Semoga kebahagian selalu ada bersamamu Rania. Mas Rehan....apa hidupmu sudah jauh lebih bahagia sekarang ? Semoga apa yang kamu ingin segera terwujud Mas, doaku menyertaimu, mantan suamiku'
Najwa bermonolog dalam hatinya, ia pun ikut merasakan kebahagian sahabatnya yang tengah kasmaran itu. Namun disisi lain, ia juga mengingat mantan suaminya yang dulu telah menyakitinya.
Adzan magrib telah berkumandang, Najwa dan Rania telah bersiap disafnya untuk segera mengikuti shalat berjama'ah.
Tepat di jam 7, Rania mengajak Najwa untuk menemaninya bertemu dengan Fatih di rumah ndalem.
"Kenapa gak sendirian aja sih ?" Gerutu Najwa.
"Aku gak mau jadi fitnah Naj, kalau cuma ngobrol berdua," Jelasnya.
Najwa menghela nafasnya dengan kasar." Iya deh, iya..." Jawabnya pasrah.
"Nah gitu dong, yuk !" Rania menarik tangan Najwa seraya berlari kecil.
__ADS_1
Tanpa ba bi bu dan bo, he hehe mereka berdua sudah sampai di depan rumah Umi Abibah.
Rania menghentikan sejenak langkahnya seraya menghela nafasnya berulang-ulang. Tidak dapat dipungkiri jika saat ini ia merasa gugup setelah sekian lama tak berbincang dengan calon suaminya itu.
"Asalammualaikum..."Ucapnya kemudian setelah berhasil menenangkan sejenak degup jantungnya.
Sementara Najwa hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya.
Sekilas ingatannya tertuju saat pertama kali Rehan menyatakan cinta dan mengajaknya untuk menikah kala itu. Tak jauh berbeda dengan sikap Rania saat ini, dulu sama seperti halnya Najwa yang tidak bisa menghentikan tingkah konyolnya saat merasa mencintai dan dicintai seseorang.
Ceklek....
"Waalaikumsalam....."
Deg.....
Masya Allah...
Fatih terkejut saat melihat pemandangan yang berbeda kali ini.
Rania yang merasa malu dengan tatapan Fatih itu hanya menunduk seraya tangan yang saling beradu.
'Masya Allah sungguh indah ciptaanmu' Gumam Fatih dalam hati.
'Astagfirullahaladzhim...' Gumamnya lagi setelah sadar apa yang baru saja ia pikirkan.
Tidak ada yang tau, siapa yang sebenarnya yang dikatakan indah itu. Akhwat berniqab yang tepat berdiri dihadapannya, atau seorang akhwat yang sedari tadi menunduk diam dan tak bereaksi apapun.
Disinilah, rasa belenggu itu hadir dalam hati seorang GUS pesantren.
Mencintai dan mengagumi itu terlihat jelas berbeda.
***
Banyak yang bilang, Najwa di jodohkan sama yang lain aja thor !
Author akan jawab disini ya :
Sejujurnya, takdir Najwa tidak berhenti dengan rasa sakit yang didapat dari rumah tangga bersama Rehan.
Kedepannya akan ada konflik namun tidak sesadis poligami....! Hanya konflik ringan.
Untuk Fatih yang akan menikahi Rania atau akhwat lain ? Jawabannya : Para readers boleh berpendapat, tapi Author yang menentukan...ya gak hahahah🤣🤣🤣
**💕💕Tinggakan
Vote
Like
Komen kalian ya
Happy Reading guys**...
Bersambung💕💕💕
__ADS_1