
"Apa...du-dua bulan ?" Rehan terkejut setelah Dokter Hera mengatakan bahwa usia kandungan Karina sudah menginjak 2 bulan.
"Iya, dua bulan Re." Dokter Hera kembali duduk di kursinya seraya memainkan pulpen dengan mata menatap Rehan penuh tanda tanya.
"Ma-mas..."
"Diam, ikut aku sekarang !"
"Ta-tapi Mas.."
"Terimakasih Tante, tunggu kedatangan kami satu bulan kemudian. Kalau begitu Rehan permisi," Dokter Hera hanya mengangguk dengan ulasan senyum di bibirnya. Sementara Rehan dengan kasar menarik tangan Karina keluar dari ruangan itu.
"Masuk !" Titahnya pada Karin setelah sampai di mobil mereka.
Rehan segera melajukan mobilnya menuju kediamannya. Dengan hati yang ingin ia luapkan namun ia tahan mengingat tadi bukanlah tempat yang tepat.
"Turun !" Ucapnya lagi setelah sampai di rumahnya.
Karina melangkahkan kaki dengan takut melihat Rehan yang tampak terlihat sangat marah itu.
"Ma-mas.."
Pranggggggg.......
"Diam....satu bulan yang lalu Karin aku bertanya padamu apakah kau sudah ada tanda-tanda hamil ? Dan apa jawabanmu waktu itu, kau mengatakan aku belum hamil, karna kau baru saja selesai datang bulan. Bukankah begitu Karina ? Lalu apa yang barusan dikatakan Dokter Hera, kau hamil sudah 2 bulan Karin, apa itu artinya perselingkuhanmu juga telah terjalin selama itu ?" Rehan begitu meluapkan amarahnya hingga rahangnya mulai mengeras.
__ADS_1
"Mas, ak-aku.."
"Cukup, jawab aku Karin, jawab !" Bentakan Rehan membuat Karina menitikan airmatanya.
"Maafkan aku Mas Re..."
Singkat cerita, setelah mengetahui bahwa kehamilan Karina yang berusia 2 bulan itu, Rehan betul-betul sangat yakin dengan hasil tes DNA dengan dirinya hasilnya akan negatif.
***
Hari telah berganti, dan sudah waktunya Karina melakukan tes DNA anak yang ia kandung saat ini.
Rehan sendiri sangat tidak sabar menantikan hari ini tiba, hari dimana ia akan mengetahui yang sebenar-benarnya tentang Karina, istrinya.
"Apa kamu yakin Re ?" Dokter Hera kembali menanyakan dengan apa yang Rehan lakukan.
"Rehan yakin Tante, bahkan sangat yakin," Jawabnya dengan mantap.
Dokter Hera mengangguk mengerti, ia segera mengambil sample milik Rehan saat itu juga.
"Hasilnya akan keluar berapa lama Tan ?" Tanya Rehan.
"3 Hari Re, hasil itu akan keluar. Nanti akan tante telfon kamu saat semuanya sudah siap."
"Baik tante, kalau gitu Rehan permisi."
__ADS_1
"Silahkan !"
Aku tidak mengerti apa yang sudah terjadi antara kamu dan Najwa Re....
Aku hanya menyanyangkan wanita sebaik dan seshalehah Najwa harus menerima takdir yang malang ini...Gumam Dokter Hera seraya menatap punggung Rehan yang mulai menghilang dari balik pintu.
"Jika dugaanku benar DNA itu hasilnya negatif, maka saat itu juga pergilah dari rumahku dan kembalilah pada orangtuamu !" Ucap Rehan disela-sela kemudinya.
"Apa tidak ada maaf untukku Mas, belum tentu Bastian akan bertanggung jawab atas anak yang aku kandung."
"Aku tidak perduli, itu bukan urusanku. Saat kepercayaan kau balas dengan penghianatan, saat itu juga semua rasa yang kumiliki untukmu hilang dalam sekejap mata. Jangan salahkan aku yang tidak bisa memaafkan kata penghianat, karna bagiku...sekali berulah seterusnya akan tetap berulah," Ucap Rehan dengan tegas.
Karina terdiam setelah dengan tegas Rehan mengatakan tidak akan memaafkan seseorang yang telah menghianatinya.
Namun satu hal yang tidak Rehan sadari, bagaimana ia akan dimaafkan oleh Najwa, wanita yang sudah dikhianatinya ? Wanita yang selalu menemaninya dikala suka maupun duka, dan saat ini...semua itu harus lenyap dalam pandangan serta dekapannya hanya karna sebuah penghianatan yang ia lakukan bersama Karina.
Karma dibayar dengan Tunai....
Hal itu mulai Rehan Rasakan saat ini hingga seterusnya sebelum ia benar-benar mendapatkan maaf tulus dari mantan istri yang telah ia sakiti itu.
Flasback Off
BACA JUGA !!!!!! "Pengorbanan dan cinta Syafira "
__ADS_1