Takdir Najwa

Takdir Najwa
Hati yang belum siap


__ADS_3

Setelah menceritakan segala hal tentang kehidupannya dari awal hingga akhir, Najwa merasa iba dengan kehidupan mantan suaminya itu.


Namun keputusannya tetaplah sama, dengan ikhlas Najwa memaafkan semua kesalahan Rehan tapi tidak untuk kembali bersamanya.


"Najwa Ikhlas maafkan semua kesalahan Mas dan juga Karin. Tapi untuk kembali bersama, Najwa tidak bisa Mas. Kehidupan kita sudah berbeda, saat ini Najwa hanya ingin fokus memperbaiki diri Najwa. Lagi pula Mas Re sudah mentalak 3 Najwa, kalau pun bisa kembali bersama itu tidak akan mudah Mas, sebelum Najwa kembali menikah dengan pria lain," Jelas Najwa panjang lebar.


Rehan hanya bisa menunduk meratapi penyesalan yang baru saja ia rasakan setelah mengetahui perselingkuhan Karina.


Sementara Rania yang melihat keduanya dari dalam toko, merasa sedikit tidak percaya.


Ya Allah...berilah ketegaran hati untuk keduanya. Doa Rania dalam hati seraya membayar buku kekasir.


"Afwan, apa sudah selesai bicaranya ?" Tanya Rania menghampiri keduanya.


"Sudah Ran, ayo kita harus kembali kepesantren !" Ucap Najwa beranjak dari duduknya.


"Tunggu dek !" Panggil Rehan menghentikan langkah Najwa.


Najwa menghentikan langkahnya, ia kembali berbalik menatap Rehan.


Rindu....


Tentu saja rasa itu sekilas masih ada pada hatinya, namun hal yang teramat menyakitkan telah tertanam dengan dalam disana.


Hal itu tidak bisa menggoyahkan Najwa untuk bisa kembali bersama Rehan dan memulainya dari awal.


"Boleh tau di pesantren mana sekarang Adek mengabdi ?"


"Najwa di pesantren Ar-rasyid Mas, tidak jauh dari sini. Apa ada hal lain lagi mas ?" Tanya Najwa memastikan.


Rehan menggeleng. Sebenernya ia sangat ingin lebih lama lagi berbincang dengan Najwa. Namun sepertinya Najwa masih sangat merasakan kecewa terhadap dirinya.

__ADS_1


Dan Rehan menyadari itu, hingga ia lebih memilih mengakhiri perbincangan mereka.


Aku tidak akan menyerah Najwa, saat ini Mas sudah tau di mana dirimu berada...


Tunggu aku yang akan kembali memperjuanganmu !


"Kalau gitu, Najwa pamit pulang Mas. Asalammualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Rehan menatap mereka hingga motor yang mereka kendarai melaju dan menghilang dari pelataran toko.


***


"Naj...Akhi Rehan kelihatannya sangat menyesali perbuatannya," Ucap Rania disela-sela langkahnya menuju asrama.


"Aku sudah memaafkannya Ran," Jawab Najwa, namun pandangan masih terus menatap lurus kedepan.


"Memaafkan bukan berarti harus kembali Ran, aku tidak bisa."


"Apa karna Gus Fatih ?"


Deg.....


Langkah kaki Najwa terhenti. Pikirannya tiba-tiba saja mengingat bagaimana konyolnya gus satu itu saat sudah mulai menggodanya.


"Apa hubungannya dengan Gus Fatih ?" Najwa mencoba mengelak dengan apa yang tengah ia pikirkan.


"Ekhemmm, aku pernah dikhitbah olehnya Naj. Aku memahami bagaimana tatapannya itu padamu, Gus Fatih menyimpan rasa untukmu, dan aku sangat yakin itu," Ucap Rania dengan mengerlingkan sebelah matanya mencoba menghibur sahabatnya itu.


"Aku sadar aku siapa Ran, tidak mungkin Gus Fatih menyukai wanita seperti diriku. Apa lagi kalau dia tau setatusku yang hanya seorang Janda."

__ADS_1


"Kalau beliau tau dan tetap menerimamu dengan ikhlas, apa kamu mau ?" Tanya Rania dengan serius.


"Aku tidak mengerti satu hal Ran, bagaimana mungkin kau tidak cemburu dan sakit hati dengan sikap Gus Fatih ?"


"Aku hanya wanita biasa yang ingin terlihat baik dimata sang pencipta Naj. Takdir...hal itulah yang tidak bisa aku ubah, aku menyadari saat kehadiranmu di pesantren ini, Gus Fatih mulai tertarik denganmu. Cemburu...itu pasti ada, aku pun merasakannya. Namun tidak ingin aku jadikan masalah besar karna cemburu, ingatlah satu hal Naj...lebih baik menikah dengan seseorang yang mencintai kita dengan tulus terlebih lagi kita sama-sama mencintainya. Namun hal itu jangan terlalu berlebihan, cinta...tetaplah harus lebih besar pada yang pencipta juga utusannya," Jelas Rania.


"Dan aku sudah mengikhlaskan jika kamu berjodoh dengan Gus Fatih," Ucapnya lagi seraya mengelus pundak sahabatnya.


*Tidak semudah itu aku melupakan rasa yang sudah aku berikan penuh untuk Mas Rehan Ran...


Sampai detik ini, rasa itu masih tersimpan rapi di tempat yang seharusnya....


Aku tidak mengerti, takdir apa yang akan aku hadapi nantinya...Aku hanya bisa berharap, apapun yang terjadi tidak melukai hati siapapun


Aku memahamimu yang begitu mencintai Gus Fatih, sepandai-pandainya kau menutupi perasaanmu, tapi aku masih bisa melihatnya dengan Jelas Rania...kau sahabatku, dan aku memahami bagaimana dirimu itu.


Ya Allah...dengan siapapun aku berjodoh nanti, aku harap tidak ada hati yang tersakiti karna diriku.


Gus Fatih atau kembali bersama Mas Rehan...


Aku tidak menolak jika itu memanglah takdirku...


Namun saat ini, hatiku belum siap menerima keduanya...


❣️*Tinggalkan Vote


Like


Komen kalian


ya...

__ADS_1


Bersambung❣️


__ADS_2