Takdir Najwa

Takdir Najwa
Flashback Rehan


__ADS_3

Setelah hari dimana Rehan tak lagi menemukan keberadaan Najwa, tiba-tiba saja sosok Rehan yang sebelumnya kini berubah menjadi sosok pendiam dan murung.


Bahkan pergi kekantor pun hanya ia lakukan sebanyak 3 kali selama 1 minggu.


Semua pekerjaan kantor telah diurus Karina dengan dibantu asisten pribadi suaminya itu.


Waktu telah Rehan telah di habiskan dengan mengurung dirinya di kamar Najwa yang dulu menjadi kamar mereka. Kenangan serta foto masih tersimpan dengan jelas dikamar itu, Najwa menyimpan dan merawatnya dengan rapi.


Setiap harinya, Rehan hanya mengulang lagi dan lagi membaca buku harian Najwa itu. Sungguh hatinya teramat sesak saat mengetahui begitu rapuhnya Najwa dengan hasil pemeriksaan hingga menerima Karina sebagai madunya.


Rehan pikir Najwa akan baik-baik saja setelah semuanya kembali normal. Namun ia salah, justru harinya selalu menginjak duri yang membuat hatinya tergores dan tak mampu lagi untuk membalutnya.


Masa itu, Rehan yang mulai menyadari dengan sikap Karina yang selalu lebih awal masuk kantor dan pulang larut malam, mencoba menanyakan hal yang membuatnya penasaran.


"Kenapa harus pagi sekali ? Aku sudah meminta Riki mengurus semuanya, dan tolong siapkan sarapan untukku !" Pinta Rehan seraya menarik kursi.


"Kerja asistenmu itu perlu direvisi Mas, kenapa harus mempekerjakan karyawan bodoh seperti dia sih ?" Gerutunya.


"Mas sudah percaya dengan Riki Karina, lagi pula dia kerja dikantor udah hampir 5 tahun kinerjanya juga bagus, gak perlu diragukan lagi."


"Nyi nyi nyi....tapi menurutku kerja Riki itu kurang memuaskan, dan aku merasa kurang puas kalau bukan aku atau Mas sendiri yang turun tangan. Aku pamit kekantor, sarapan suruh Bik Ani aja yang siapkan ! By sayang."


Rehan hanya bisa menghela nafas dengan sikap Karina yang semakin hari semakin seenaknya sendiri.


Berbeda dengan Najwa, urusan dan kepentingan suami adalah nomor satu baginya.


Bahkan dijam segini pun Najwa masih terlihat kumel dengan pakaiannya yang bau bumbu dapur.


Ingatannya kembali lagi saat hidupnya masih bersama Najwa.


Namun suara dentingan piring dari arah dapur membuatnya tersadar dengan khayalannya itu.


"Bik......." Panggil Rehan pada asisten rumah tangganya .


Bik Ani berjalan dengan tergopoh-gopoh menghampiri majikannya itu seraya berkata" Iya tuan."

__ADS_1


"Tolong buatkan saya kopi Bik !"


"Baik tuan." Bik Ani kembali menuju dapur untuk membuatkan Rehan kopi.


1 Jam kemudian, Rehan mulai bosan dengan aktifitas dalam kamarnya itu.


Ia mengambil ponsel yang tengah dicharger dan menghubungi seseorang.


No yang anda tuju, berada diluar jangkauan


"Gak aktif, apa sesibuk itu pekerjaan kantor sekarang ?" Gumamnya.


Rehan beralih menghubungi nomor kontak yang tertera dengan jelas nama Riki.


"Hallo selamat siang pak"


"Siang, apa Karina sudah ada dikantor ?"


"Ibu Karina belum datang kekantor pak !"


"Belum kekantor ? Coba cek keruangan saya !"


"Karina belum datang ? Lalu kemana dia ? Sudahlah, apa setiap hari Karina selalu telat kekantor ?"


"Benar pak, sudah hampir 2 pekan ini Ibu Karina selalu datang terlambat. Bahkan jadwal metting yang seharusnya sering diundur."


Ada yang tidak beres..


"Riki, saya perintahkan untuk terus mengawasi istri saya. Informasi apapun itu tolong beritahu saya !"


"Baik pak, akan saya lakukan !"


Panggilan telfon pun berakhir.


"Pergi kemana Karina selama 2 pekan ini sampe terlambat masuk kantor, bukankah setiap hari dia selalu berangkat lebih awal ?" Gumam Rehan seraya meletakan kembali ponselnya.

__ADS_1


Kejadian itu masih terus berlanjut hingga 1 bulan lamanya.


Sudah hampir 1 minggu ini, Rehan berangkat kekantor setiap harinya dan hal itu membuat Karina semakin banyak alasan.


"Sial, Rehan sudah berangkat kekantor tiap hari" Gumam Seseorang itu.


Selama itu pula, Riki masih mengumpulkan beberapa bukti yang lebih akurat dan jelas untuk bisa secepatnya diberikan pada bosnya itu.


Rehan yang sudah mulai curiga, pura-pura tidak tau apapun supaya Karina tidak curiga bahwa ia telah dimata-matai.


"Rin, Mas ingin makan seafood yang ada disebrang jalan. Bisa tolong kamu belikan ?"


"Iya Mas...." Karina langsung melangkahkan kakinya mendekati lift.


Diam-diam Rehan membuntutinya dari kejauhan.


Dan benar saja, tiba-tiba Karina mendapat telfon dari seseorang.


Karina berbalik arah mendekati arah toilet, Rehan pun tetap mengikutinya secara diam-diam.


Saat sudah berada didepan toilet, tangan seseorang itu langsung menarik tangan Karina dan membawanya masuk.


Rehan yang berjalan dengan hati-hati, mulai mendekati kamar toilet dimana ada Karina dan seorang lelaki didalam sana.


"Tolong jangan disini, honey ! Bisa-bisa Mas Rehan akan tau apa yang sudah kita lakukan," Ucap Karina dengan suara yang terdengar ditelinga Rehan.


"Aku menginginmu sayang, lihatlah ! Bukankah ini adalah mainan kesukaanmu ?" Ucap seseorang itu dengan mengarahkan tangan Karina untuk memegangnya.


"Honey, uughhh...." lenguh Karina yang sudah mulai terbawa suasana.


Rehan dengan wajah memerah menahan amarah mengepalkan kedua tangannya.


Terdengar dengan jelas suara desahan seseorang yang tengah bermadu kasih didalam toilet itu, namun salahnya wanita itu adalah istrinya.


"Ayo sayang, teruskan !!! Kau luar biasa Karina, aku suka permainanmu."

__ADS_1


Tidak tahan lagi, Rehan langsung mendobrak pintu itu hingga membuat seseorang yang ada didalam sana terkejut dengan menutupi tubuhnya yang tidak terbalut sehelai benang pun.


"Kalian ? Apa ini yang kamu maksud bekerja dan sibuk dikantor, hah ?"


__ADS_2