
"Akhir-akhir ini Abi selalu perhatikan sikap kamu yang mulai salah tingkah saat berbicara dengan Mbak Najwa, betul begitu ?"
Fatih tertunduk tak berani menjawab pertanyaan dari Abinya. Memang benar adanya ia terlihat begitu gugup saat sudah berhadapan dengan Najwa secara langsung. Berbeda rasanya saat menghadapi Rania yang memang terlihat seperti biasa saja.
"Fatih.....!" Panggil Abah Arif lagi.
"Na'am Bi," Jawab Fatih lirih.
"Kenapa Nak ? Bukankah kamu juga mengagumi Rania ? Lalu kenapa bisa berpaling begitu saja Fatih," Ucap Abah Arif meminta jawaban secepatnya.
"Apa Abi tidak mengerti perbedaan antara mengagumi dan jatuh cinta ? Itulah yang saat ini Fatih rasakan Bi, Fatih hanya sebatas mengagumi Rania karna akhlaknya yang tidak diragukan lagi sebagai akhwat yang shalehah."
"Lalu dengan Mbak Najwa ?"
"Emmmm itu....emmmm Fatih belum bisa menjawab sekarang Bi. Fatih masih belum bisa memastikan selebihnya, biarkanlah Fatih untuk yakin lebih dulu," Jawabnya.
Abah Arif mengangguk-angguk setelah mendengar jawaban dari anaknya itu.
"Lalu bagaimana kelanjutan hubungan kalian Nak ?"
"Fatih tetap akan menikahi Rania Bi, cinta bisa datang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu," Jawab Fatih mantap.
"Bicaralah ini dengan Rania Nak, bagaimana pun dia adalah calon istrimu. Abi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anak Abi, Abi hanya minta jangan pernah menyakiti hati seorang wanita Fatih, karna dengan begitu cara kita menghormati dan menjunjung tinggi derajat seorang wanita bahkan Ibumu !"
"Na'am Abi, Fatih mengerti," Jawabnya.
"Kalau begitu Abi keluar dulu."
"Na'am Abi, silahkan !"
Selepas perginya Abah Arif, Fatih kembali memikirkan perasaan yang sesungguhnya. Ia kembali mengingat khilafnya saat memeluk tubuh Najwa begitu saja tanpa merasa takut berdosa. Entah tangan itu seolah bergerak dengan sendirinya merengkuh tubuh wanita yang ada dihadapannya, wanita yang tengah terisak dengan suara lemahnya. Dengan penuh rasa yakin ingin melindungi, tanpa sadar Fatih memeluk tubuh itu hingga membuatnya merasa nyaman dan tenang dalam dekapannya.
****
Di asrama puteri, Rania juga sama tengah berkutat dengan hati dan pemikirannya.
Ia memahami dari tatapan Fatih pada sahabatnya itu. Tatapan yang tidak biasa, tatapan yang ingin seolah melindungi dan tatapan yang penuh dengan sejuta rasa ada dimata Fatih saat menatap Najwa.
' Apa aku adalah perantara bahagia mu Najwa ? Aku tidak marah disaat harus melepaskan yang memang bukan takdirku. Jika aku memaksakan diri, maka hidupku tidak akan bahagia seperti yang pernah aku bayangkan sebelumnya ' Gumam Rania dalam hati seraya menatap Najwa yang tengah terlelap itu.
Setelah berulang kali ia pikirkan, Rania memutuskan untuk berbicara masalah ini dengan keluarga calon suaminya.
"Mumpung Najwa tidur, aku harus ngomong sama Umi, Abah dan Gus Fatih," Gumamnya seraya menggunakan kembali hijabnya.
Dengan langkah pelan, Rania keluar dari kamar asramanya menuju rumah ndalem.
__ADS_1
"Asalammualaikum..." Ucapnya setelah sampai.
"Waalaikumsalam, eh Rania. Masuk Nak !" Titah Umi Abibah saat membuka pintu.
"Na'am Umi, syukron."
Rania duduk diruang tamu seraya kembali memikirkan bagaimana resiko yang akan dia dapatkan nantinya.
"Emmmm, Umi !" Panggilnya.
"Iya nak, kenapa ?"
"Apa Abah sama Gus Fatih ada ?" Tanya Rania lagi.
"Ada nak, mau ngobrol sama mereka ?" Tawar Umi.
Rania mengangguk,"Sebenarnya ada yang ingin Rania bicarakan sama kalian !"
"Sebentar ya, Umi panggilkan," Ucap Umi dan Rania pun mengangguk patuh.
Tak lama kemudian, keluarlah Abah Arif dan Gus Fatih yang terlihat baru saja bangun tidur.
"Ada apa Dek ?" Tanya Fatih seraya mendudukan dirinya di sofa kemudian disusul oleh Abah Arif dan juga Umi Abibah.
"Rania rasa, kita sudahkan saja hubungan kita ini sampai disini_"
"Apa...!" Ucap ketiganya terkejut.
"Kenapa Rania, apa Fatih menyakitimu nak ?" Sambung Umi.
"Tidak Umi, hanya saja Rania rasa kita memang tidak ditakdirkan untuk berjodoh."
"Maksud kamu gimana Nak ? Kalau kalian ada masalah selesaikan baik-baik gak perlu kayak gini dong !" Ucap Umi lagi.
"Afwan Umi, bukan Rania tidak mau hidup dengan Gus Fatih. Tapi hati juga tidak bisa dipaksakan untuk menyukai seseorang Umi," Ucap Rania mencoba menjelaskan.
"Menyukai seseorang ? Maksudnya gimana ini, Fatih ? Apa kamu tidak menyukai Rania ?" Tanya Umi.
Fatih sendiri bingung harus menjawab apa atas pertanyaan dari Uminya.
Sementara Abah Arif tengah mencoba mencerna kembali setiap kata-kata yang Rania ucapkan.
'Mungkinkah Rania juga menyadari tingkah aneh Fatih saat dengan Najwa ?' Gumam Abah dalam hatinya.
"Jawab Umi Fatih, apa kamu tidak menyukai Rania ?" Ulang Umi lagi.
__ADS_1
"Afwan Umi, sejujurnya Fatih hanya sebatas mengagumi Dek Rania, tidak lebih dari itu. Maafkan saya Dek, yang tanpa sadar sudah menyakiti perasaanmu," Ucap Fatih merasa bersalah.
"Rania tidak masalah untuk itu Gus, mau dipaksakan juga hasilnya tidak akan baik. Lebih baik berteman dari pada harus saling menyakiti," Ucap Rania mencoba tersenyum.
"Astagfirullah, Fatih kamu ini masih waras bukan ? Kenapa tidak dari dulu bilang sama kami Nak, sekarang semuanya sudah terlanjur dan Umi mau kalian berdua tetap menikah !" Tegas Umi Abibah.
"Tapi Umi__"
"Tidak ada tapi-tapian Rania, ini sudah keputusan Umi. Kalian berdua harus tetap menikah bila perlu secepatnya, Umi akan urus !"
"Umi, gak boleh memaksakan kehendak seseorang !" Tegur Abah Arif yang tidak setuju dengan istrinya.
"Lalu mau bagaimana lagi Bi, Fatih sudah berumur 29 tahun, tidak menikah dengan Rania lalu dengan siapa ?"
"Sahabat Rania Umi," Sambung Rania menimpali ucapan Umi Abibah.
Tentu saja Ucapan Rania itu membuat ketiganya terkejut, termasuk Fatih sendiri.
"Maksud Rania, Mbak Najwa ?" Tanya Umi.
"Iya Umi, Gus Fatih tidak keberatan kan kalau Najwa sebagai gantinya ?"
Belum juga Fatih menjawab, Umi Abibah terlihat sangat tegas memberi keputusannya yang telah bersifat mutlak itu.
"Tidak Rania, Umi tidak setuju Fatih menikah dengan Mbak Najwa !" Tukas Umi Abibah dengan tegasnya.
**Ada yang tau kenapa Umi Abibah menolak menjadikan Najwa menantunya ?
💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya
Biar Author makin semangat upnya
Ikan hiu makan tomat
Bodo Amattttttt
Happy Reading guys**...
Bersambung💕💕💕
__ADS_1