Takdir Najwa

Takdir Najwa
Sebuah pesan


__ADS_3

Semakin hari sikap Rehan pada istrinya mendadak berubah menjadi cuek dan dingin. Najwa hanya bisa mengelus dadanya dengan sabar dan ikhlas menerima perlakuan suaminya yang makin menjadi setiap harinya.


Bahkan semenjak hari itu, Rehan dan sekertaris barunya yang tak lain adalah Karina, sahabatnya dulu, kini menjadi semakin dekat.


Tak hanya sekali dua kali Najwa memergoki suaminya yang tengah berbalas pesan dengan Karina hingga larut malam.


"Mas, boleh aku tanya sesuatu ?"


"Hem, apa ?" Jawab Rehan datar seraya memasang dasi.


"Siapa Karina Mas ?"


...Deg........


Rehan menghentikan aktifitasnya itu dan mulai menatap lekat wajah istrinya.


"Sekertarisku, kami juga sahabat dekat saat kuliah dulu," Jawab Rehan.


"Apa yakin hanya sahabat ?"


"Kamu ini kenapa sih, aku sudah katakan kan?"


"Tapi Mas aku__


"Sudahlah, aku telat kekantor. Aku pergi dulu, asalammualaikum."


"Waalaikumsalam."


Rehan pergi begitu saja, bahkan kebiasaan mereka yang saling memberikan salam dan kecupan, kini tidak terlihat lagi kebiasaan itu.


"Aku bahkan belum mencium tanganmu Mas, kenapa kamu berubah dalam hitungan hari saja Mas Re ? Tidakkah Mas mengingat pernikahan yang telah kita bangun selama 3 tahun ini ?" Najwa menatap sendu punggung suaminya yang semakin menjauh.


***


"Pagi Mas....!" Sapa Karina.


"Hei, pagi sayang. Maaf ya Mas gak bisa jemput kamu," Ucap Rehan merasa bersalah.


"Gk papa dong Mas, Mas kan juga punya istri."


"Rin, kamu tidak keberatan kan kalau kita berhubungan dibelakang istriku ?"


"Tidak Mas, aku mencintaimu saat pertama kali pertemuan kita. Selagi istrimu tidak tau gak masalah kan ?"


"Tapi dia sudah mulai curiga sayang, bahkan dia sepertinya sudah melihat chat kita," Jawab Rehan.


"Terus gimana dong Mas ?" Tanya Karina khawatir.


"Kamu tenang saja, Mas masih bisa mengatasi Najwa," Jawab Rehan.


"Mas butuh asupan pagi dari kamu sayang !" Ucap Rehan lagi.


Rehan menatap wajah cantik Karina dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.


"Mas......"


"Jangan menolakku Rin, aku mencintaimu,"

__ADS_1


Cup...


Rehan mencium bibir Karina dengan rakusnya.


Ciuman itu berubah menjadi lum**an, lidah mereka yang saling melilit berbalas satu sama lain.


Rehan terus mengeksplor rongga mulut Karina tanpa tersisa. Hasrat yang sudah semakin memuncak membuat tubuh keduanya seolah meminta lebih dari itu.


Rehan mendorong tubuh Karina menuju tempat istirahatnya yang ada di dalam ruangan itu.


Tanpa melepas pagutan bibirnya, Rehan mulai membuka satu persatu kancing baju Karina hingga semuanya terlepas begitu saja.


"Sayang, puaskan aku !" Ucap Rehan disela-sela nafasnya yang kian memburu.


Karina mengangguk, ia mulai membuka kancing baju Rehan hingga keduanya sama-sama terlepas dari helaian benang yang menutupi tubuhnya.


"Mas, uhhhhhhh," Lenguh Karin saat Rehan mulai memainkan buah pepaya miliknya.


Singkat cerita, pagi itu telah terjadi adegan panas dengan suara ******* yang menggelegar dari kamar pribadi Rehan.


***


Sementara Najwa, dengan pikirannya yang sumpek mencoba berjalan-jalan sebentar di lingkungan kompleknya.


"Pagi mbak Najwa !" Sapa para tetangganya


"Pagi Bu..." Jawab Najwa dengan senyum ramahnya.


"Eh mbak Najwa, kemarin saya sempat lihat suami mbak jalan sama wanita **** banget di Mall loh," Ucap Ibu lainnya.


"Ibu yakin itu suami saya ?"


"Astagfirullah, apa bener kamu jalan sama wanita lain Mas ?


Apa itu Karina ? Ya Allah cobaan apa lagi yang akan kuhadapi ini " Gumam Najwa dalam hati.


"Saya permisi ibu-ibu, Asalammualaikum."


"Waalaikumsalam."


Hatinya yang bergemuruh menahan sesak membuat air mengalir begitu saja dari pelupuk mata Najwa.


Jiwa dan kehidupan rumah tangga yang ia bangun dengan Rehan selama 3 tahun, seakan runtuh dengan adanya orang ketiga.


Najwa tak mampu berkata-kata menghadapi kenyataan yang semakin menguatkan hatinya bahwa suaminya telah berselingkuh dengan sekertarisnya itu.


'Hiks hiks....kenapa kamu tega menghianati ku Mas. Apa salahku Mas ? Kumohon jangan menyalahkan atas kemandulanku hingga kau berpaling pada wanita lain. Hiks hiks hatiku sakit Mas, sikapmu padaku membuat diriku semakin yakin dengan perselingkuhan kalian. Aaaaaaaaaaaaaaa Mas Rehan......hiks hiks' Najwa menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya.


Kenangan saat pertama kali ia bertemu dengan Rehan, saat kencan pertama kalinya mulai memutar di ingatan seorang Najwa.


Kata-kata yang begitu manis dan menyakinkan, membuat Najwa begitu terlena dengan buaian asmara bersama dengan seseorang yang kini menjadi suaminya.


Saat kata janji telah ia ikrarkan didepan banyaknya saksi membuat Najwa semakin yakin bahwa cinta suaminya akan tulus padanya tanpa memandang bulu.


Namun sudah 1 minggu ini, kenangan, janji dan kata manis itu telah berubah menjadi duri yang akan selalu Najwa pijak setiap harinya.


Hati yang tadinya telihat utuh, perlahan berubah menjadi banyak sayatan demi sayatan yang bisa saja menghancurkannya hingga berkeping-keping.

__ADS_1


Kenapa ketidaksempurnaan menjadi penyebab hancurnya sebuah rumah ? Bahkan rumah yang telah terbangun dengan kokoh dan megah selama bertahun-tahun.


Najwa hanya bisa pasrah, ia lelah dengan semua kehidupannya yang begitu amat membuatnya terluka.


Bahagia yang hanya sesaat ia rasa, telah tertutupi dengan tumpukan luka yang mulai menyambar perlahan-lahan kebahagian itu.


***


Hari sudah semakin sore, namun Rehan belum juga pulang dari kantornya.


Najwa masih setia menunggu suaminya di ruang tamu seraya menonton tv. Berkali-kali ia menghubungi no ponsel suaminya, namun jawabannya tetap sama, selalu berada di luar jangkauan.


Jam 7 berlalu, kini jarum jam sudah berada diangka 8, namun belum ada tanda-tanda suaminya pulang kerumah.


Najwa berniat untuk makan malam bersama dengan Rehan, bahkan ia pun sudah mengirimi suaminya pesan dan telah dijawab Iya oleh suaminya itu.


"Mas Rehan gak mungkin lembur, karna ini hari kamis. Tapi udah jam 8 kenapa Mas Re belum pulang juga ? Apa dia lupa kalau aku mengajaknya makan malam bersama ?" Najwa bertanya-tanya dalam benaknya.


***


Ditempat lain, seseorang tengah bermadu kasih di kamar hotel.


"Uhhhhhh Mas....."


"Sayang kau sungguh memuaskan," Ucapnya.


"Kau juga sungguh perkasa mas, aku menyukai permainanmu !" Jawab Karian.


Ya, setelah jam pulang kantor, Rehan tidak langsung pulang kerumahnya. Melainkan ia membuat janji untuk bertemu dengan Karina di kamar hotel yang sudah ia pesan.


****


Najwa masih gelisah memikirkan kemana suaminya pergi. Ia telah menelfon asisten pribadi Rehan dikantor, namun jawabannya Rehan telah pulang dari jam 5 sore tadi.


"Kemana sebenernya Mas Rehan ?" Gumam Najwa.


Saat tengah berkutat dengan pikirannya yang gelisah, tiba-tiba Najwa dikejutkan dengan suara pesan diponselnya.


Tring......


Pesan itu ternyata adalah sebuah video yang dikirimkan dari no tidak dikenal.


"Astagfirullah...."


Najwa terduduk lemas ditepi ranjangnya, air matanya luruh begitu saja setelah mendapati pesan di ponselnya itu.


Dunianya menjadi gelap, tidak ada kehidupan lagi diatas sana.


"Hiks...hiks...."


💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya

__ADS_1


Happy reading guys...


Bersambung💕💕


__ADS_2