Takdir Najwa

Takdir Najwa
Maaf


__ADS_3

"Umiiiiiiiii, Abi tidak pernah mengajarkan untuk bicara tidak sopan dan tidak beradab seperti ini kepada orang lain. Mbak Najwa tidak mengerti apapun Mi, dia tidak tau apapun. Lagi pula apa maksud Umi menceritakan keluh kesah berumah tangga, apa Mbak Najwa sebelumnya sudah bersuami ?"


"Abi tanya sendiri saja !"Ucap Umi dengan ketusnya seraya melangkah pergi meninggalkan mereka.


Najwa hanya diam menunduk menyembunyikan luka hatinya yang kembali terbuka.


Tes


Tes


Tes


Cairan bening keluar dari pelupuk matanya yang indah itu. Mata yang sering kali mengeluarkan buliran kristal bening dengan sendirinya.


Entah bagaimana lagi hidup yang harus ia jalani saat ini.


'Ya Allah, aku bukannya ingin mencari pengganti suamiku apa lagi harus merebut milik sahabatku sendiri. Aku hanya ingin mendekatkan diriku padamu sang maha pencipta alam semesta, namun kenapa begitu banyaknya masalah yang selalu menyudutkan ku seperti ini ? Salahku apa Tuhan....takdir apa yang kau berikan untukku ' Gumam Najwa dalam hati seraya mengusap pelan pipinya yang sudah basah itu.


"Mbak, maafkan ucapan Umi barusan. Mungkin Umi masih terlihat kesal karna Rania memutuskan hubungannya dengan Fatih begitu saja. Abah mewakili Umi, memohon maaf yang sebesar-besarnya !" Ucap Abah Arif merasa bersalah.


"Tidak papa Bah, Najwa paham perasaan Umi."


"Bukannya Abah mau ikut campur urusan pribadi mbak Najwa. Tapi apa betul yang Umi barusan katakan ?" Tanya Abah.


"Na'am Abah, Najwa pernah menikah sebelumnya. Namun pernikahan Najwa kandas dari sebulan yang lalu, dan niat Najwa kemari bukan untuk merebut Gus Fatih dari Rania Abah, tapi Najwa ingin mendekatkan diri memperbaiki agama Najwa. Mohon jangan salahkan Najwa karna masalah mereka Bah !" Najwa tidak kuat lagi menyembunyikan luka hatinya yang teramat perih itu. Hingga ia tak sanggup menahan air matanya didepan Kyai besar ini.


"Astagfirullah, Abah tidak menyalahkan Mbak Najwa dengan masalah Fatih dan Rania Mbak. Umi hanya salah faham tentang Mbak Najwa, nanti biar Abah yang akan bicara dengan Umi," Ucap Abah berusaha menenangkan Najwa.


Najwa mengangguk seraya mengusap air matanya. " Najwa mohon izin keasrama Bah. Asalammualaikum."


"Waalaikumsalam wr wb."


Selepas perginya Najwa, Abah Arif mendekati istrinya yang tengah duduk ditepi ranjang seraya memikirkan sesuatu.


"Mi......" Panggil Abah Arif.


Umi Abibah langsung menoleh kearah suaminya yang sudah mendudukan diri disampingnya itu.


"Kenapa Umi harus menyalahkan Mbak Najwa dengan masalah Rania dan Fatih Mi ? Mbak Najwa tidak tau apapun Mi."


"Jelas Najwa tau Bi, kenapa bisa Fatih berpaling dari Rania dan malah menyukai Mbak Najwa."


"Abi sudah bicara ini dengan Fatih. Sejujurnya dari dulu ia memang mengagumi Rania karna akhlak baiknya sebagai wanita yang shalehah, tapi bukan berarti Fatih mencintainya Mi. Beliau hanya menerima semua itu karna baktinya pada kita sebagai orang tua," Jelas Abah Arif panjang lebar.

__ADS_1


"Lagi pula tidak baik mengungkit status orang Mi, apa lagi Mbak Najwa baru saja lepas dari beban rumah tangganya hingga ia sampai disini. Bukan berarti ingin merebut Fatih Mi, kalau bukan jodoh mau dipaksakan nanti yang ada mereka tidak bahagia dan berakhir dengan perceraian Mi. Audzhubillahhiminzhalik, Allah sangat membenci perceraian," Ucap Abah lagi.


Umi Abibah menunduk malu atas perilakunya yang sangat tidak dibenarkan itu.


Ia merasa bersalah telah menyalahkan Najwa yang memang tidak tau apapun.


"Maafkan Umi Bi !"


"Abi memaafkan, tapi yang lebih pantas Umi meminta maaf pada Mbak Najwa. Abi melihat ia begitu terluka Mi, saat Umi menyalahkan dirinya dengan putusnya hubungan Rania dan Fatih."


Umi Abibah mengangguk patuh


"Umi akan meminta maaf pada Mbak Najwa Bi, tapi apa beliau mau memaafkan Umi ?"


"Meskipun Mbak Najwa baru beberapa hari dipesantren, tapi Abi sangat memahami bagaimana kepribadiannya Mi. InsyaAllah ia memaafkan jika Umi ikhlas."


"InsyaAllah," Ucap Umi mengulang kalimat suaminya.


***


Sementara Najwa yang tengah berada di area danau tak jauh dari pesantren tengah menatap jernihnya air dengan banyaknya bunga teratai yang bermekaran.


Ia memikirkan salah apa dirinya hingga begitu banyak orang yang menjauhinya secara perlahan.


"Asalammualaikum...." Sapa seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.


"Waalaikumsalam." Najwa buru-buru mengusap sisa air mata yang jatuh dipipinya itu.


"Maafkan atas sikap Umi saya Mbak !"


"Tidak papa Gus, saya memahami bagaimana perasaan Umi," Jawabnya tanpa menoleh kearah seseorang yang mengajaknya bicara.


"Gus, apa boleh saya menanyakan sesuatu ?"


"Na'am Mbak, silahkan !"


"Kenapa Gus Fatih tidak menyukai sahabat saya ? Kenapa tidak melakukan apapun demi bisa mempertahankan hubungan kalian ?"


Fatih yang masih berada dibelakang Najwa berjarak sekitar 2 meter itu terdengar menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Untuk masalah hati, saya sudah mencoba untuk menyukai Rania Mbak, bahkan sedari awal saya mengkhitbahnya. Namun hati saya tetap tidak bisa merasakan hal yang lebih selain hanya mengagumi sosoknya dan sifatnya. Lalu kenapa saya hanya diam saja tidak melakukan apapun ? Itu karna saya menghargai apa yang sudah Rania putuskan. Saya takut tidak bisa membahagiakannya saat menikah nanti. Dan malah membuat Rania kecewa dengan saya, sejujurnya saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup Mbak dengan jaminan saya benar-benar mencintai wanita yang akan menjadi makmum saya kelak," Jelas Fatih panjang lebar.


Najwa hanya diam mendengarkan apa yang rejal itu ucapkan.

__ADS_1


Memang benar, ucapannya tidaklah salah. Namun yang ia takutkan, masalah itu muncul karna kehadirannya.


"Dan saya ingin tegaskan, masalah ini bukan karna hadirnya Mbak Najwa disini !"


Deg.....


Hati Najwa terenyuh setelah mendengar lelaki itu berucap kembali. Seolah tau apa yang ia pikirkan dalam benak dan hatinya yang menyalahkan dirinya sendiri.


"Afwan Gus, saya awalan. Asalammualikum."


Najwa yang buru-buru berdiri dari duduknya untuk pergi dari tempat itu.


Namun langkahnya kembali terhenti saat Fatih mengatakan." Masalah ini memang bukan karna kehadiranmu Mbak Najwa. Tapi karna hal itu saya bisa merasakan apa itu cinta."


**Hayo loh.....


part-part selanjutnya bakal ada pemulung ( Penggombal Ulung ) nih....


Siap-siap baper ya.....


Tapi Najwa tetaplah Najwa, yang tidak mudah goyah dengan hati dan keputusan yang telah ia ucapkan.....


Bagaimana perjuangan Fatih untuk meluluhlantakkan hati Najwa ? Dan bagaimana ia mendapatkan restu dari kedua orang tuanya dengan status dan keadaan Najwa ?


Pantengin terus ya !!!


💕💕💕Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian oke !!!


Buah kedondong


Ditanam dilahan gambut


Semangatin dong !!!


Author lagi gabutt


Happy reading guys**...

__ADS_1


Bersambung💕💕


__ADS_2