Takdir Najwa

Takdir Najwa
Flashback Rehan


__ADS_3

1 Bulan setelah perceraiannya dengan Najwa, membuat hidup Rehan seakan terbalik.


Sikap lemah lembut seorang Rehan Alfariq tidak lagi terlihat di rumah megahnya atau bahkan di kantor.


Sikapnya yang selalu uring-uringan membuat Karina semakin membenci Najwa yang ternyata kepergiannya itu sangat tidak menguntungkan baginya.


"Mas kamu itu kenapa sih, marah-marah gak jelas. Gak di rumah gak di kantor," Ucap Karina seraya meletakan tasnya di meja.


Rehan hanya diam, ia tidak mau membuat masalah dengan suasana hatinya yang amat begitu buruk.


Hati yang terdalam, ia begitu merindukan sosok Najwa yang selalu memanjakannya setiap saat.


Bahkan saat lelahnya bekerja, Rehan selalu menghilangkan penatnya itu dengan berbaring dipangkuan istrinya.


Kini terlihat dengan jelas perbedaan hidupnya saat dengan Karina juga dengan Najwa.


Karina yang hanya bisa menghamburkan uang dengan belanja dan belanja.


Bahkan keperluan sang suami saat ini asisten rumah tanggalah yang mengurusnya.


"Rin, ambilkan Mas handuk !" Ucap Rehan saat berada didalam kamar mandi.


Ia lebih memilih menyegarkan tubuhnya dengan berendam diri, dari pada harus menjawab ucapan Karina yang ada hanya akan menjadi petaka.


"Karina capek Mas, ambil sendiri apa susahnya sih," Gerutunya.


Rehan hanya bisa menghela nafasnya dengan penuh kesabaran menghadapi sikap Karina itu.


Ia kembali keluar dari kamar mandi kemudian mengambil handuk serta bajunya.


'Dulu, bahkan Najwa begitu enggan memperkerjakan Art dirumah'


"Najwa masih bisa mengurusimu dan rumah kita meski tanpa Art Mas. Najwa ingin merasakan bagaimana nikmatnya seorang istri yang melayani suaminya"


Bayangan kata-kata itu terngiang ditelinga Rehan. Bagaimana Najwa menolaknya untuk bisa melayani suaminya tanpa bantuan dari siapapun.

__ADS_1


Air mata Rehan lolos begitu saja, hatinya begitu sesak merasakan rindu yang amat dalam pada sosok istri pertamanya itu.


"Mas rindu kamu Najwa, Mas bener-bener menyesal telah menyia-nyiakanmu. Dimana kamu saat ini sayang, Mas mohon kembalilah !" Gumam Rehan disela-sela isak tangisnya.


Setengah jam lamanya ia berendam dalam air menghilangkan sedikit lelahnya hati.


Setelah selesai dan berpakaian, tiba-tiba ia teringat akan butik yang pernah Najwa minta dulu.


"Kenapa aku begitu bodoh hingga tidak menyadari tentang butik Najwa. Aku harus kesana sekarang ! Ya harus !" Gumamnya kemudian melangkahkan kakinya menatapi anak tangga.


"Mau kemana kamu Mas ?" Tanya Karina saat mendapati suaminya begitu buru-buru.


"Ada urusan," Jawab Rehan dengan nada datarnya.


Membentang luasnya jalanan, Rehan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Sungguh hatinya begitu bersemangat untuk bisa bertemu dengan Najwa.


Bibirnya tanpa henti mengukir senyum saat lagu kesukaan Najwa terputar di radio mobil.


Sesekali ia mengikuti lirik lagu itu, dan ingatannya kembali saat dengan Najwa dulu.


Setengah jam lamanya ia sampai di NJ butik. Dengan cepat Rehan memarkirkan mobilnya dan turun lalu berjalan memasuki butik itu.


"Asalammualaikum..." Sapa Rehan pada 2 karyawan mantan istrinya.


"Waalaiku...msalam.." Ucap Rara juga Amel dengan lirih merasa terkejut dengan kedatangan mantan suami dari bosnya itu.


"Apa Najwa ada ?" Tanya Rehan dengan sebuket bunga ditangannya.


Rara dan Amel yang saling lirik itu hanya bisa menelan slivanya. Ia bingung, bagaimana menjelaskan tentang Najwa pada lelaki yang tengah mencarinya itu.


Pasalnya, Najwa telah berpesan untuk tidak memberitahu siapapun tentang keberadaannya termasuk mantan suaminya.


"Mbak, kenapa diam ? Apa Najwa ada ?" Ucap Rehan mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


"Begini pak, sudah sebulan Mbak Najwa tidak ada di butik. Beliau hanya berpesan untuk menjaga dan mengelola butik ini pada kami," Jelasnya.


Deg.....


Rehan terkejut mendengar 2 karyawan Najwa itu. Kemana Najwa akan pergi ? Sementara dia tidak lagi punya siapa-siapa selain keluargaku ? Pikir Rehan dalam hatinya.


"Apa kalian tau dimana Najwa sekarang ?" Tanyanya lagi.


"Maaf pak, Mbak Najwa tidak memberitahu kami kemana ia akan pergi," Jawab Rara.


"Kalian pasti bohong kan ? Jawab saya, dimana Najwa sekarang hah ?" Ucap Rehan dengan suara lantangnya.


Ia begitu frustasi dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui itu.


"Makanya pak, kalau punya istri cantik apa lagi baik kayak mbak Najwa itu jangan disia-siain. Apa lagi demi modelan, siapa namanya emmm, Karina ya Karina. Udah jelas tentu jauh lebih baik Mbak Najwa," Celetuk Amel yang sangat geram melihat sikap Rehan yang seolah tersakiti.


Rehan terduduk lemas, dengan air mata yang berlinang seraya berkata" Saya mohon beri tau saya dimana Najwa sekarang !"


"Tapi sayangnya, kami tidak tau dimana mbk Najwa wahai bapak Rehan Alfariq yang terhormat."


"Apa kurang jelas dengan kalimat yang saya ucapkan ?" Tambah Amel.


Rehan menatap buket bunga yang sengaja ia beli untuk Najwa, warna kesukaannya itu masih bisa Rehan hafal.


Namun saat kenyataan tidak berpihak padanya, penyesalan yang Rehan rasakan makin menjadi.


"*Ya Allah, apa ini yang dulu kau ucapkan Najwa...


saat penyesalan aku rasakan, maka saat itu juga kau telah pergi jauh dari hidupku...


Kenapa aku begitu bodoh dengan obsesi yang tinggi, hingga menyia-nyiakan wanita sebaik dirimu...


Tuhan....


Aku menyesal telah menceraikannya, harus kucari dimana dirimu sekarang...

__ADS_1


Harus dengan apa aku menebus semua salahku..


Maafkan aku Najwa, ku mohon kembalilah* !"


__ADS_2