Takdir Najwa

Takdir Najwa
Surat gugatan


__ADS_3

"Ku peringatkan untuk tidak lagi menemui suamiku Mbak ! Oh ya, jika dalam 1 minggu ini kau tidak mengurus surat cerai kalian, maka aku sendiri yang akan mengurusnya. Dan...untuk butik ini, aku rasa kau menggunakan uang Mas Rehan untuk memulai bisnis mu, benarkan ?"


"Aku juga istrinya Karina, tidak ada yang bisa melarang disaat sang istri menggunakan uang suami untuk berbisnis. Karna itu juga termasuk nafkah dari Mas Rehan untukku," Cecar Najwa.


"Ck, tapi sebentar lagi Mbak Najwa itu akan menjadi mantan istri Mas Rehan. Dan aku yang sebagai istri satu-satunya berhak menuntut apapun yang sudah Mbak Najwa gunakan termasuk uang suamiku."


"Bahkan Mas Rehan pun tidak melarangku untuk memulai bisnis menggunakan uangnya. Kenapa sebegitu tidak sukanya kamu, Karin ?"


"Ck, karna aku mau Mbak pergi dari kehidupan Mas Rehan untuk selama-lamanya. Lebih bagus kalau mbak juga pergi jauh dari kota ini !" Ucap Karina lagi.


"Sebenernya apa salahku sih ?"


"Ck, karna mbak sudah buat mas Rehan nyesel dengan perkataannya sendiri. Dan intinya aku gak mau berbagi suami, itu aja. Aku permisi," Karina berlalu pergi setelah mengungkapkan niatnya pada Najwa.


...Najwa tidak habis pikir dengan Karina. Jika diurutkan, harusnya Najwalah yang berhak marah karna Karina telah berani menganggu kehidupan rumah tangganya hingga membuat Rehan berpaling dari sang istri dan lebih memilih untuk berselingkuh dibelakangnya....


Apa iya Mas Rehan nyesel ?


"Mbak itu siapa ?"


"Istri kedua suami saya."


"Apa.......?" Ucap Amel dan Rara terkejut.


"Pak bos punya istri lagi Mbak ? Kenapa tega sekali sih ?" Lanjut Amel.


"Iya, mana lagi istri keduanya itu kayak mak lampir yang kurang sajen hahhaha," Tambah Rara.


"Ceritanya panjang, mungkin lain kali ya saya ceritakan. Kepala saya pusing, pengen istirahat sebentar," Ucap Najwa beralih dari sana menuju kamar istirahatnya di lantai dua.


"Kasihan ya Mbak Najwa Mel, padahal mbak Najwa itu orangnya baik banget, penyabar dan segala-galanya oke. Tapi kenapa masih di duain ya ?"


"Entahlah, dahlah lanjut lagi yuk ! Tuh masih banyak belum kita beresin !" Ucap Amel.


Di dalam kamar, Najwa terlihat merenung seraya duduk di dekat jendela menatap hiruk pikuknya jalanan kota.


Mendadak pikirannya mengingat apa yang tadi Karina ucapkan.


Sejujurnya ia masih sangat mencintai suaminya itu, namun ketidakadilan yang Rehan berikan, sangat melukai hatinya hingga berkali-kali.


Benar kata para readers, beberapa kesalahan bisa dimaafkan terkecuali penghianatan.


'Aku minta maaf Mas Re, jika kuambil keputusan ini tanpa berbicara padamu untuk yang kedua kalinya. Memang benar apa yang Karina ucapkan, dia lebih sempurna bisa memberimu keturunan yang sangat kalian dambakan kehadirannya. Besok akan ku urus surat perceraian kita ke kantor pengadilan agama, ku harap kau tidak mempersulit gugatan ceraiku Mas.....


Aku sudah sangat terlalu kecewa dengan semua sikapmu belakangan ini...


Aku menerima dirimu menikah lagi dengan syarat kau berlaku adil pada keduanya. Namun sepertinya syarat yang kuajukan itu bukan hanya kau abaikan Mas, tapi juga kau melupakannya...


Maafkan aku yang menyerah sampai disini, hidupmu akan lebih sempurna saat bersama dengan Karina' Gumamnya seraya melirik foto pernikahan yang ia jadikan wallpaper di ponselnya itu.


...Pada akhirnya, takdir membawa rumah tangga Najwa dan Rehan diujung tanduk perpisahan....


Penyesalan memang selalu ada diakhir cerita, namun bukan tipe Najwa yang gampang melupakan semua yang telah lalu apa lagi hal yang paling menyakitkan baginya.

__ADS_1


Rehan yang berusaha ingin menemui Najwa, namun selalu terhalang dengan permintaan Karina yang memang dengan sengaja membuat suaminya itu seolah sibuk dan melupakan tujuan awal yang ingin menemui istri pertamanya.


Hingga surat perceraian itu pun telah pengadilan keluarkan, dengan rasa berat hati, Najwa mulai menggenggam pulpen seraya gemetar saat mencoretkan sebuah tanda tangan pada atas materai.


'Dengan ini aku menyatakan, aku bukan lagi istrimu Mas Rehan Alfariq. Maafkan aku Mas, aku menyerah !'


Tes


Tes


Tes


Tetesan demi tetesan air mata itu luruh membasahi pipi Najwa.


Najwa memesan gojek untuk mengantarkan paket kekediaman suaminya.


Ia bungkus dengan rapi serta selembar kertas dengan tulisan tangannya pun ia selipkan dalam dokumen itu.


***


...Rehan yang tengah menikmati suasana paginya dengan Karina seraya bersenda gurau di halaman belakang....


"Paket !" Teriak gojek itu.


"Mas pesen barang apa ?" Tanya Karina.


"Mas gak pesen apa-apa sayang. Bentar Mas lihat dulu," Ucap Rehan.


"Kenapa ya Mas ?" Tanya Rehan.


"Maaf pak, saya hanya mengantarkan paket ini atas nama bapak Rehan Alfariq."


"Tapi saya tidak merasa pesan barang apapun Mas," Jawab Rehan bingung.


"Maaf pak, saya hanya mengantarkan saja. Permisi."


Rehan membolak-balik map yang berwarna coklat itu dan perlahan membukanya.


Betapa terkejutnya ia setelah mendapati tulisan surai perceraian dan sudah tertera dengan jelas tanda tangan Najwa disana.


Mata Rehan berkaca-kaca membaca setiap kata yang ada disurat itu.


Pluk..


Kertas putih yang terlipat rapi itu jatuh dari dalam map.


Rehan mengambil kertas yang sudah terlihat dengan jelas tulisan tangan Najwa di dalam sana.


*Assalammualaikum suamiku Mas Rehan...


Najwa harap setelah membaca ini, Mas tidak lagi keberatan dengan keputusan yang sudah Najwa pikirkan dengan sangat matang.


Maafkan Najwa yang tidak sempurna ini Mas

__ADS_1


Maafkan Najwa yang harus menyerah sampai disini dengan rumah tangga kita.


Ada Karina yang lebih sempurna dari pada aku Mas....


Bahkan Mas Re juga terlihat sangat mencintai Karina, dengan begitu hadirku tidak lagi dibutuhkan dalam kehidupanmu yang selanjutnya.


Bukan aku tidak mencintaimu Mas, cinta yang kumiliki sangatlah tulus, hingga aku lebih memikirkan kebahagiaan kalian. Aku ikhlas harus melepas cintamu untuk Karina, karna dialah yang lebih berhak mendapatkannya dari pada aku.


Tolong jangan mempersulit gugatan ceraiku ini Mas Rehan.....


Izinkan aku menata hidupku sebisa mungkin tanpa dirimu yang sudah menemaniku selama 3 tahun ini.


Maafkan aku Mas....


Andai saja Mas bisa berlaku adil padaku, akan kupikirkan dua kali perceraian kita.


Tapi maaf Mas, kali ini aku menyerah


Najwa pamit mas...


Aku mencintaimu suamiku, wasalam*


"Najwa !"Teriak Rehan seraya berlari keluar pagar.


...Tanpa arah dan tujuan, ia berlari sejauh mungkin berusaha menemui istri pertamanya itu....


"Mas Rehan mau kemana mas ??" Teriak Karina yang melihat suaminya menangis seraya berlari berteriak memanggil nama Najwa.


"Najwaaaaaaaaaaaaaaaaaa


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......."


Brak..


***


"Astagfirullahaladzhim......"


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Tinggalkan


Vote


Like


Komen


Kalian ya....


Happy Reading guys...


BersambungπŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2