Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Kebenaran


__ADS_3

Mikha terkejut ketika tubuhnya di paksa berdiri tegak hingga ia menjadi ketakutan,...apalagi sang Ratu mendekatinya dengan tatapan tak terbaca..satu yang menjadi pemikiran Mikha..mengapa wajahnya dan sang Ratu sangat mirip..jika mereka berdiri mereka adalah kembar beda usia...Mikha buru-buru mengusir pikirannya tak mungkin jika dia dan Ratu mirip sangat tidak mungkin karna mereka berasal dari dunia yang berbeda....


''Balikan tubuhnya...aku ingin melihat kebenaran....'' titah sang ratu..


Saat itu juga para dayang-dayang istana, langsung mengiring Mikha menuju salah satu ruangan yang tidak jauh dari sana, sementara Ratu mengikuti langkah mereka, dan masih sempat menoleh pada Raja, untuk meminta restu..


Sang Raja menganggukan kepalanya dan tersenyum, akhirnya Ratu Letisia masuk ke dalamnya bersama Berti.


Sementara adalah Berti merupakan salah satu tabib istana yang membantu kelahiran sang putri 18 tahun lalu..


''Mengapa kalian ingin melihat punggungku..'' ucap Mikha protes, tadi Berti sudah melihat punggungnya sekarang dia malah di minta membuka pakaian di depan Ratu untuk menunjukan punggungnya..Mikha mengelak...


Namun ia tak bisa apapun ketika Ratu sendiri yang mendekatinya dan menatap mata Mikha dengan tajam..


''Bisakah kau memperlihatkan punggungmu padaku...''


''Yang mulia....tentu saja, tapi untuk apa aku hanya seorang budak..'' jerit Mikha dengan mata yang basah...

__ADS_1


Ratu Letisia pun tersenyum dan menyentuh dagu Mikha dengan lembut....


''Aku hanya ingin memastikan sesuatu, dan jika aku salah maka aku sebagai Ratu negri ini berjanji akan melepaskanmu juga Alex prajurit itu....''


''Alex....'' ulang Mikha dengan suarat tercekat..


Ratu Letisia tersenyum...


''Yah...Alex....aku yakin kalau Alex akan di hukum mati....tapi aku akan memberi ampunan hanya jika kau menunjukan punggungmu padaku..''


Mikha tak punya pilihan sekarang....


''Baiklah yang mulia...aku bersedia tapi yang mulia harus berjanji agar melepaskan Alex, dia prajurit yang jujur dan baik...dia bahkan melindungiku dengan mempertaruhkan nama baiknya, aku hanya berharap dia tetap menjadi prajurit untuk melayani yang mulia, dan untuk aku, setelah ini aku akan kembali ke tenda para budak..aku tak akan pernah melarikan diri lagi yang mulia...'' ucap Mikha menundukan kepalanya dalam-dalam.


Ratu Letisia pun tersenyum...


''Aku aka mengabulkan permintaanmu Mikha..berbaliklah...''

__ADS_1


''Baik yang mulia...''


Mikha kemudian berbalik...dan membiarkan Ratu Letisia sendiri yang menyentuh jubahnya...kedua wanita ittu lalu membuka jubah panjang milik Mikha dan memperlihatkan tanda lahir yang sama dengan tanda lahir milik sang putri..tanda lahir itu berbentuk sebuah batu kristal berwarna putih, tanda lahir itu adalah turun-temurun yang di miliki Raja dan keturunan sebelumnya, yang menandakan mereka pewaris kerajaan Cristal Putih.. Cristal itu sangat jelas di punggung Mikha hingga membuat Letisia meneteskan airmatanya...ia menatap Berti...


''Berti......'' suara Ratu Letisia bergetar ia merasa ini semua adalah mimpi.


''Di tangannya ada gelang pemberian Ratu..gelang ajaib itu kini masih di pakai gadis ini..''


Ratu Letisia pecah dalam tangisan, ia menangis dengan suara yang bergetar, sementara Mikha menjadi semakin bingung dengan apa yang terjadi..ia membalikan tubuhnya menatap Berti dan juga sang Ratu yang sedang menangis..hingga Mikha menjadi semakin takut, apakah dia akan di hukum karna membuat Ratu menangis...


''Yang mulia........'' desah Mikha ketakutan.....


Dan begitu terkejut ketika sang Ratu menariknya ke dalam pelukan...


Deg!!!!!!!


Apa yang terjadi..pada Ratu..??

__ADS_1


__ADS_2