
Setelah keputusan Raja di lakukan, Alex mulai mempersiapkan dirinya hal yang sama di lakukan sang putri Mikhayla yang hari ini terus ditemani oleh Raja dan Ratu dikamarnya, Ratu membawa banyak perlengkapan untuk sang putri dengan jumlah banyak namun hal itu langsung di tolak oleh Mikha...jika mereka membawa terlalu banyak barang, perjalanan mereka akan begitu lambat.
''Putriku...biarkan beberapa pelayan ikut denganmu..'' ucap sang Ratu yang masih membujuk sementara Raja hanya mendesah pasrah..
Ratu tak ingin putrinya kelaparan di tengah jalan jadi ia ingin agar Putri Mikha selalu di cukupkan..sementara Mikha sangat terharu...ibu Ratu sangat perhatian kepadanya hingga ia sungguh kehilangan kata..sifat ibu Ratu sama seperti Mommy di masa depan, lembut dan penuh perhatian hingga Mikha tak mampu membendung perasaan bahagainya...ia mendekati sang Ratu dan memeluknya, menenangkan sang Ratu dari rasa cemasnya..
''Ibuku sayang...aku baik-baik saja...aku bisa menjaga diriku dan aku yakin kalau aku tidak akan kelaparan di jalan..aku bersama Alex, aku tidak akan kekurangan apapun...lagi pula jika terlalu banyak membawa barang maka akan membuat kami lambat di perjalanan..''bisik putri Mikha menenangkan..
Sang Ratu menghapus jejak airmatanya dan menatap putri Mikha dengan tatapan sedih..sembari menggenggam jemarinya keduanya saling menatap..
''Kastil Putih adalah tempat yang indah...disana kau akan hidup dengan damai tanpa takut akan terancam dengan semua tekanan kerajaan....anakku....ibu sangat mencintaimu dan menyesal kita bahkan baru bertemu sebentar..
Airmata sang putri menetes..
''Ibu....kita akan bertemu lagi bukan...''
Hening...
Raja dan Ratu saling menatap dengan arti yang sama..mereka tidak yakin akan masa depan seperti yang di harapkan putri Mikha...
Raja Hendri mendekati sang putri dan memeluknya erat..ia dan Ratu saling menatap penuh kesedihan, Raja Hendri membelai rambut sang putri dengan sayang...
''Tentu saja....ayah dan ibu akan menjemputmu sendiri ketika perang ini sudah selesai..kita akan hidup bahagia seperti keluarga...'' ucap Raja Hendri menenangkan sang putri..
Putri Mikha mengadahkan wajahnya..entah mengapa sebuah kesedihan muncul tiba-tiba dari dalam hatinya...pelukan ini persis sebelum ia mengalami kecelakaan dan terpisah dari orangtuanya dan terlempar ke masa lalu yang begitu asing, dan menuntut ia harus beradaptasi dan menerima kenyataan...putri Mikha berharap semua baik-baik saja...
Bahwa Raja dan Ratu akan selamat dalam peperangan....dan mereka akan benar-benar menjemputnya.
oh seandainya mereka bisa pergi bersama akan lebih lega baginya..
Namun sayang tanggung jawab Raja dan Ratu harus tetap di laksanakan dan mereka harus tetap tinggal...
''Aku berharap kita selalu bersama...ayah dan ibu...''bisik putri Mikha dalam kesedihan..
''Doa kami selalu bersamamu Putri...'' bisik Raja dan Ratu penuh kasih sayang....''
Mereka saling berpelukan erat hingga beberapa saat tenggelam dalam keharuan..
Raja tau segala sesuatu bisa terjadi selama peperangan ini, yang penting baginya adalah memastikan sang putri aman dalam menjalani hidup lalu bisa bahagia..hanya itu harapannya sebagai seorang ayah, sementara Ratu juga mengerti benar kalau ini mungkin saja pertemuan terakhirnya dan sang putri...perang besar ini akan memakan banyak korban dan Ratu akan tetap memastikan kalau ia akan berada di sisih sang Raja dalam keadaan apapun karna itu adalah sumpahnya..kini ia bisa melepas sang putri agar selamat dan sebagai seorang ibu hanya itu harapan terbesarnya.
********
Malampun tiba...
__ADS_1
Alex dan sang putri Mikha sudah siap untuk keluar istana..mereka berlutut di hadapan sang Raja dan Ratu...
Raja mendekat,,....
''Jagalah putriku, ini adalah permintaanku sebagai seorang ayah...''
Alex mengangkat wajahnya dan mengangangguk seketika..
''Aku akan menjaganya dengan nyawaku yang mulia...''
''Bagus...aku menjadi lega...''
Sedangkan sang Ratu tak mampu menahan tangisnya..
''Alex..bersumpahlah kalau kau..tidak akan pernah membiarkan ia kelaparan atau kekurangan, layanilah dia seperti kau melayani kerajaanmu..''
''Aku mengerti yang mulia Ratu....''
''Bagus...aku menjadi tenang..''ucap sang Ratu sambil menatap putri Mikha yang juga menangis..
Perpisahanpun tiba...
Putri Mikha mendekati ayah dan ibunya lalu memeluk mereka dengan erat...mendekapnya dengan hangat dan menangis..
''Tentu saja putriku....kami akan kembali setelah semua selesai dan kita tak akan pernah terpisahkan lagi.'' ucap Raja Hendri..
Pelukan itu terlepas...lalu Alex bergerak naik ke atas kuda, dan tak lupa meraih tangan putri Mikha bersamanya...sesaat mereka menatap ke arah Raja dan Ratu...
Raja dan Ratu mengangkat tangannya memberi restu...
Alex dan putri Mikha langsung melaju meninggalkan istana, menyadari putrinya telah pergi tangisan sang Ratu pecah di pelukan Raja...ia baru saja merasakan menjadi ibu, tapi harus terpisah lagi dengan putrinya..
''Kita akan bertemu kembali istriku......''
''Aku taku sekali yang mulia...aku takut tak bisa bertemu dengan putri kita lagi...''isak sang Ratu dengan suara yang serak,...
Sementara..
Raja Hendri menghela nafas......
''Semua akan baik-baik saja,...dia akan menemui takdirnya sendiri...''ucap sang Raja dengan mata yang basah....
*********
__ADS_1
Putri Mikha menangis sepanjang jalan, menangisi perpisahan dengan orangtuanya untuk kedua kalinya..ia merasa Raja dan Ratu mirip dengan orangtua yang telah melahirkan dan membesarkannya di mada depan karna itu tak mudah bagi putri Mikha menghadapi kehilangan lagi..
Isakannya membuat Alex menyadari ada yang salah dengan sang putri..ia pun menghentikan laju kuda di jalan..
''Yang mulia....kita berhenti sebentar...''
Alex turun dari kuda dan menggapai sang putri untuk turun bersamanya, lalu putri Mikha turun dari kuda...Alex membimbingnya untuk duduk di pinggir jalanan yang mereka lewati...
Alex merasa iba melihat betapa sang putri sangat terpukul dengan perpisahan ini..
''Yang mulia...''
''Berhenti memanggilku yang mulia,....bagaimana kalau ada yang mendengar dan dia mata-mata pangeran Zack....kita akan tertangkap..'' ucap sang putri di sela tangisnya..
Alex tersenyum...
''Baiklah,...tapi putri....''
''Jangan memanggilku putri juga...panggil saja namaku...Mikhayla....''
Alex akhirnya menyerah dan mengikuti panggilan Alex kepadanya...
''Baiklah Mikhayla..apakah kau butuh sesuatu..''
Mikha pun mengangguk...
''Berapa lama waktu yang di butuhkan untuk sampai di Kastil Putih..''
Alex mendesah.....
''Jika kita tidak membuang waktu, maka kita akan sampai dalam dua minggu...''ucap Alex menjelaskan..
''Dua minggu...'' jerit Mikha dengan tatapan tak percaya...
''Kita harus berhenti di beberapa penginapan untuk menginap Mikha...aku harus memastikan kau aman selama perjalanan ini...''
Mikha mengangguk..lalu memandang malam yang di penuhi bintang dan bulan yang terang...matanya kembali basah...
''Aku merindukan orangtuaku...''
Alex tersenyum sambil menatap ke arah yang sama....
''Mereka akan baik-baik saja Mikha...percayalah....'' bisik Alex lembut..
__ADS_1
Dan Mikha menoleh ketika mata mereka bertemu dengan debaran yang sama.....di bawah bulan mereka saling menatap.......