Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Paniknya Mikha


__ADS_3

Delano terdiam di tempatnya sementara Mikha terus melangkah...


namun Mikha menyadari kalau Delano tertinggal di belakangnya, gadis itu menoleh..


''Mengapa kau berhenti, apakah terjadi sesuatu...''


Mikha mengulurkan tangan dia mengira Delano menghentikan langkahnya karna sakit. Sementara Delano membeku ketika menyadari kalau Mikha gadis yang baik...karna itu di detik terakhir, Delano mendekat dan menarik Mikha seketika hingga gadis itu membentur tubuh Delano..


Brughh.......


Bunyi papan yang jatuh disamping mereka membuat Mikha seperti kehilangan separuh jiwa..ia sungguh tak menyangka jika Delano tidak menariknya mungkin ia tak tau nasibnya sekarang..


Delano terdiam ketika menyadari jika tubuh Mikha bergetar di dalam pelukannya, gadis itu ketakutan..dan hal itu di rasakan Delano...


''Apakah kau baik-baik saja.''


Seperti tersadar karna berada di dalam pelukan Delano..Mikha lalu melepaskan dirinya dan berdehem, ia menunduk..


''Terimakasih tuan Delano...kau menyelamatkan aku..''


''Tentu..sudah tugasku jika harus menolong seseorang ketika dia berada di dalam bahaya..apalagi itu dirimu..'' Delano menajamkan tatapannya..


Mikha pun mengangguk cukup lega karna dirinya selamat dari maut..


''Bagaimana kalau kita naik ke lantai atas....''ajak Delano membuka jalan bagi Mikha....


''Yah tentu..terimakasih sekali lgi tuan Delano.'' mata Mikha berkaca-kaca penuh ucapan terimakasih.


Mereka pun kembali menaiki tangga, sementara pecahan papan yang jatuh sudah di angkat oleh para pekerja yang lain. Mikha pun kembali fokus...namun ketika ia memasukan tangannya dalam tas untuk mencari gelang pemberian Zack..jantungnya berdebar ketika ia tak dapat menemukannya, sontak Mikha membuka tas tangannya dan meneliti kalau-kalau gelang itu terselip di antara makeup miliknya namun, yang terjadi malah dia tak menemukan apapun..


Gelang itu hilang....??


Mikha kembali berhenti di pertengahan tangga...dadanya terasa sesak ketika ia berusaha menatap sekelilingnya dan mencari dengan teliti namun tak ada jejak gelang itu disana. gelang itu sangat berarti untuknya seperti sebagian jiwa Zack namun ketika ia kehilangan gelang itu membuat hati Mikha terasa hancur...


Delano yang sudah sampai di lantai dua merasa heran mengapa tak ada suara Mikha di belakangnya..? Hingga pria itu berbalik dan mengerutkan kening ketika Mikha sudah tersungkur di tangga dengan airmata yang menetes...apa lagi yang terjadi padanya, apakah dia sakit..?


Delano kembali turun dan menundukan tubuhnya sejajar dengan Mikha, menyentuh bahunya seakan ingin mengetahui apa yang terjadi...Mikha langsung menangis dan ia tampak gelisah..hal itu semakin membuat Delano penasaran..


''Mikha......''


''Gelangku..aku kehilangan gelangku tuan Delano..aku kehilangan gelangku..''jerit Mikha histeris..

__ADS_1


Mikha lalu berdiri sekaligus menghempas pegangan Delano kepadanya hingga pria itu semakin tak mengerti..hanya sebuah gelang dan mengapa Mikha sampai histeris seperti ini...?


''Mikha tenanglah..gelang apa, sebutkan ciri-cirinya...apakah itu berharga, seperti berlian....jika tidak di temukan kita bisa membelinya..''


Mikha menatap Delano dengan tajam..


''Tidak...aku tidak mau gelang yang lain, aku tidak mau...maaf...tapi aku akan terus mencarinya..''ucap Mikha mulai turun dari tangga dan mencari dengan putus asa..bahkan dia tak segan menyingkirkan kardus berdebu demi mencari gelang itu..


Delano kehilangan kesabaran...hanya sebuah gelang dan Mikha sampai mengorbankan pekerjaan mereka...


''Mikha........Mikha...''


Mikha tak sedikitpun mendengarkan Delano karna pikirannya tertuju pada gelang itu, mungkin dia harus memakainya kembali jika menemukannya...gelang itu satu-satunya yang membuat Mikha tenang ketika kehilangan Zack..sungguh ia tak bisa membayangkan jika gelang itu benar-benar hilang.....karna tidak kunjung menemukannya...Mikha lalu melepas sepatu haknya dan mulai menyusuri sekitar gudang dan tetap mencari dengan tak lelah..


Delano melonggarkan tenggorokannya...ia benar-benar tak habis pikir hanya sebuah gelang dan gadis itu seperti kehilangan akal..dan melupakan rencana awal mereka, gelang seperti apa yang membuat Mikha begitu histeris seperti ini..?


Sementara Mikha mulai putus asa...airmatanya menetes, bagaimana ini Zack...jangan tinggalkan aku, bagaimana aku hidup tanpamu..aku bisa mati Zack.., rintih Mikha di dalam hatinya...sementara kakinya sudah kesakitan karna menginjak batu-batu tajam disekitar lokasi proyek. Keringat mulai membanjiri wajahnya..Mikha sungguh terpukul dan tak mampu berbuat apapun selain dia sangat hancur saat ini..


''Dimana gelang itu dimana...'' desah Mikha mulai terisak..


Apakah dia benar-benar sudah kehilangan satu-satunya peninggalan Zack...tidak mungkin....


''Zack.......'' desah Mikha dengan mata yang basah..


''Hoh.....gelangku..''


Delano lalu memasangkan gelang itu di tangan Mikha dan sedikit lega karna menemukan senyuman di wajah Mikha seperti sebelumnya, namun ketika pria itu menurunkan pandangan, matanya tak sengaja menangkap pada jemari Mikha yang mengeluarkan darah, namun sepertinya Mikha tidak sadar karna semua pikirannya tertuju pada gelang itu..


''Ceroboh..hanya karna sebuah gelang kau mengorbankan kakimu...lihatlah kakimu berdarah..''


Mikha menundukan kepalanya dan baru sadar jika memang kakinya mengeluarkan darah dan mengapa rasanya begitu nyeri sekarang.....?


''Aoww......ini sakit..'' Mikha mengigit bibirnya menahan sakit dan Delano hanya menatapnya beku..


Tatapannya kembali tertarik pada gelang yang di pakai Mikha saat ini...pria itu menyipitkan matanya dengan tajam..


Ada apa dengan gelang itu..? mengapa Mikha seperti kehilangan separuh jiwanya ketika gelang itu jatuh..?


Ketika Mikha hendak melangkah, Delano langsung menahan tubuhnya, keduanya bertatapan..


''Mengapa kau menahanku..kakiku sakit jadi aku harus pergi.......''

__ADS_1


Delano langsung menunduk meminta Mikha naik ke punggungnya..


''Justru karna kakimu sakit jadi aku tak mau kau berjalan, seluruh telapak kakimu berdara Mikha..''ucap Delano sedikit kesal..


''Tapi..bukankah tidak sopan aku naik ke punggungmu...lebih baik aku meminta supir...''


Kata-kata Mikha membuat Delano menoleh penuh peringatan..


''Apa maksudmu kau akan naik di punggung supirmu....''


Mikha terdiam..mau bagaikana lagi..? Hanya itu satu-satunya cara bukan..?


''Aku pikir........''


Kata-kata Mikha menggantung ketika Delano menarik tubuh Mikha hingga naik ke atas punggungnya..sementara itu tas milik Mikha di gantung seperti kalung di lehernya..


''Tuan Delano..kurasa itu tak perlu...''


''Ssst,.....kita akan kerumah sakit sekarang, jangan Ge-er dulu aku melakukannya bukan karna dirimu tapi aku tak mau sakitmu berlarut dan menghambat pekerjaan kita...''bisik Delano tenang..


Mikha pun mengangguk..


''Maafkan aku..tuan Delano...''


''Aku bukanlah seorang pria tua jadi berhentilah memanggilku tuan, panggil namaku saja...itu lebih baik untukku..''


Mikha pun tersenyum..


''Baiklah Delano terimakasih...''


Delano mengulum senyum.......


************


Karna memang lokasi proyek cukup jauh di luar kota mengharuskan Delano dan Mikha menginap..mereka menginap satu kamar meski Delano tidur di sofa sementara Mikha berada di ranjang dan kedua kakinya terbalut perban..


Tengah malam......


Gelang yang di pakai Mikha mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.......


Dan cahaya itu perlahan mulai masuk ke dalam tubuh Delano dan seketika mata pria itu terbuka........

__ADS_1


Deg!!!


__ADS_2