Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Titah Putri Mahkota


__ADS_3

Mikha membeku sesaat melihat Ruby keluar dari antara para budak yang berjejer di hadpannya..satu hal yang terlintas di pikiran Mikha adalah..Ruby pasti mendapat penyiksaan keras di perkebunan ini setidaknya walau hanya beberapa menit Mikha sudah pernah merasakan kekejaman para pengawas budak disini dan ia tau benar bahwa kekejaman itu sangat terasa..bahkan di wajah para budak yang pasrah dan ketakutan..


Pandangan Mikha menyapu sekeliling, ada banyak anak-anak yang mengalami gizi yang buruk...Mikha juga pernah makan makanan yang tak layak itu dan memuntahkannya..


''Ruby....''


''Hormat hamba yang mulia putri...''


''Mulai sekarang kau akan memimpin para budak untuk berkerja dan mengabdi pada kerajaan....dan aku berjanji sebagai putri mahkota aku akan memberikan kehidupan yang layak bagi kalian semua...''


Hening...seorang kepala pengawas yang selama ini mengawasi para budak sekaligus berkuasa atas budak rendahan disana begitu terkejut mendengar pernyataan sang putri yang begitu tajam, bahkan dia masih sangat muda untuk memutuskan sesuatu yang besar....jika keputusan sang putri di laksanakan maka ia akan kehilangan segalanya, ia tak bisa lagi memerintah para budak..


Pria tua yang selama ini menindas para budak sungguh keberatan, ia mendekat dan membungkuk hormat di hadapan Mikha...


''Mohon ampun yang mulia putri, ijinkan hamba bicara...''


Mikha menoleh dan mengenali pria ini pria yang biasanya memberikan perintah kepada para prajurit untuk memberi hukuman berupa pukulan pada para budak, pria ini juga bersikap kasar dan sering memaki..Mikha mengepalkan tangannya,...


''Katakan.....''


''Yang mulia...hamba pikir jika yang mulia mengangkat pengawas dari para budak maka yang mulia raja tidak akan suka...mereka para budak akan memberontak dan suatu saat memicu masalah jadi kita harus menekannya.......''


''Kau terlalu banyak bicara,...Mikha mendekat lalu menatap mata pria berwajah culas itu dan menaikan sudut bibirnya...


''Yang mulia putri....''


''Kau pikir aku tak tau apa yang kau lakukan selama ini...kau bersikap kejam bahkan pada anak-anak....yah...aku tak akan membiarkannya...prajurit Alex.......'' jerit Mikha dengan suara lantang...


''Yang mulia........''


Mikha menatap Alex yang mengerti dengan tatapannya....


''Aku ingin melihat dia..tidak bukan hanya dia tapi seluruh keluarganya agar mengabdikan diri pada raja dengan bekerja di kebun ini...bagaimana......''


Pria itu menjadi pucat, dia adalah seorang bangsawan bagaimana mungkin ia di pekerjakan sebagi budak....


''Yang mulia........''


''Kau berani mengaduku dengan ayahandaku dan aku tak akan membiarkannya...Prajurit Alex....''

__ADS_1


''Perintah yang mulia akan segera di laksanakan...''


Tubuh sang pria itu lalu di seret pergi, dan saat itu juga dia di tempatkan bersama para budak, semua yang melihat hal itu menjadi takjup dengan kebaikan sang putri..


Termasuk Ruby yang mendekati Mikha...


''Yang mulia.....''


''Ruby...tabib akan mengobatimu..''


''Terimakasih atas kebaikan hati yang mulia Putri mahkota...''


Mikha mengangguk lalu menatap seluruh budak maupun para pengawas dan prajurit yang bertugas,....


''Bagi para budak aku ingin mengatakan satu hal..disini di kerajaan ini kau di terima, karna itu aku ingin kalian semua mengabdikan diri dengan setia pada kerajaan...anggaplah kerajaan ini adalah rumah kalian dan juga rumah semua yang berada di tempat ini...bekerjalah dan kalian akan mendapat upah yang layak..namun jika ada yang berani memberontak maka dia akan di hukum berat,....''ucap Mikha mengangkat pedang milik Alex tinggi-tinggi..sebagai simbol sumpah para buruh kepada raja...


Dan merekapun terlihat puas dan bahagia mendengar janji sang putri, kemudian masing-masing mengangkat tangannya tinggi-tinggi termasuk Ruby...


''Semoga yang mulia putri panjang umur....'' terdengar teriakan keras yang menandakan ekspresi bahagia dari para budak..bahkan mereka saling memeluk dan menangis haru atas keputusan sang putri..


Melihat hal itu Alex sungguh semakin jatuh cinta pada sang putri,....dia akan membawa perubahan dan Alex yakin kalau putri Mikha adalah putri cantik yang berbeda....


*********


Di dalam istana...


Makan malam....


Raja Hendri menatap sang putri yang sedang melahap makanan kesukaannya bersama sang Ratu,...pria itu menghela nafas..ia sudah mendengar keputusan Mikha hari ini di perkebunan kerajaan, ia juga cukup terkejut bahwa selama ini buruh disana di perlakukan secara kejam, padahal Raja tidak pernah menginjinkan kekerasan pada kau lemah...dan akan menghukum mereka yang melanggar..


''Putriku,.....hari ini kau mengunjungi perkebunan kerajaan...''


Mikhayla mengangkat muka dan mengangguk, ia menjadi sedikit merasa bersalah karna mengambil keputusan tanpa sepengetahuan Raja dan Ratu...gadis itu lalu berdiri dan sedikit menundukan wajahnya dalam-dalam..


''Yang mulia...maafkan aku karna sudah membuat keputusan di luar ijin dari yang mulia....'' ucap Mikha dengan wajah yang tertunduk..


Sementara Raja menatap sang Ratu dan melemparkan senyuman kecil...ternyata selama hidup sebagai budak, putrinya bisa merasakan bagaimana perasaan mereka, Raja Hendrik terlihat menyesal sekaligus bahagia karna sang putri akhirnya mulai menunjukan kepemimpinannya..ia bahkan mendengar kalau pengawas disana juga telah mendapatkan hukuman karna selama ini bukan hanya menyiksa para budak tapi ia juga mengambil keuntungan dari hasil perkebunan untuk kekayaan diri sendiri...hal itu membawa kerugian tersendiri bagi kerajaan Cristal Putih..karna hal itu sudah lama di lakukan dan pejabat disana saling melindungi...


Raja Hendri mengerti benar apa yang ada di hati sang putri....ia lega karna putri Mikha akan siap menjadi penggantinya dan mampu memimpin kerajaan ini lebih baik lagi..yah..Raja Henri hanya bisa berharap....

__ADS_1


''Ayah sudah mengetahui perbuatanmu nak, dan ayah pikir kau sangat bijak dalam mengambil keputusan dan dan punya hati yang lembut....ayah ingin kau tau jika ayah mendukungmu...keputusanmu adalah keputusan Raja,....kau akan di siapkan dari sekarang untuk menggantikan ayah naik tahta...sebagai calon Ratu di masa depan........''


Deg!!!!


Mikhayla membeku mendengar ucapan sang Raja...segera ia menjatuhkan dirinya dan memberikan penghormatan yang besar untuk Raja sekaligus ayahnya..


''Yang mulia Raja.......aku akan siap melakukann kewajibanku...''ucap Mikha dengan suara yang bergetar...


Raja Hendri menatapnya dengan dalam.......lalu tersenyum...dan senyum yang sama di perlihatkan Ratu kepadanya sebagi tanda restu...


*********


Malam Hari...


Mikha keluar dari istananya..hari ini dia sangat bahagia dan tak sabar untuk membaginya dengan Alex, yah...ruang pribadi Alex tidak jauh dari kamar milik Mikha..hingga kapanpun dia selalu siaga menjaga sang putri...


Hening....


Mikha tidak melihat siapapun di halaman istana, hingga gadis itu memutar tubuhnya melalui taman belakang...Alex pasti disana..


Dan benar saja...


Ketika Mikha mendekati taman, ia tertegun ketika Alex sedang berlatih pedang dengan bertel*njang dada..pria itu tampak berkonsentrasi dengan teknik memainkan pedang..


Mikha tersenyum sambil melangkah ringan mendekati Alex...disaat yang sama ia menginjak sarung pedang dan seketika membuat tubuhnya goyah..dan menimbulkan bunyi,...Alex melompat seketika dan dalam sekejap pedang panjang dan mengkilap itu mengarah padanya tepat di dada sang putri...


Alex terkejut dan buru-buru menyingkirkan pedang dengan menusuknya ke tanah dan meraih tubuh Mikha yang hampir jatuh dan berpindah di dalam pelukannya..


Deg!!!!!


Sekali lagi...kedekatan itu sangat indah,...hingga keduanya saling menatap tajam....


Alex mengerutkan kening.......


''Yang mulia.........'' desah Alex ketika bibir mereka bgitu dekat saat ini..


Tubuh Mikha bergetar...mengapa dia gugup......


''Aa....Alex.......''

__ADS_1


Alex mendekatkan wajahnya........


__ADS_2