
Hanya menyentuh milikku saja,....tidak lebih...
Mikha memejamkan mata ketika ingatan perkataan Zack membekas di kepalanya...melangkah mendekati pintu dengan manahan rasa sesak yang menyiksa, Zack telah pergi setelah mencumbunya habis-habisan walau mereka tidak sampai melakukannya...namun pria itu berjanji akan kembali dan menculiknya seperti dulu..
Tubuh Mikha menjadi goyah....jemarinya mengepal menahan geraman....airmatanya menumpuk di dalam matanya yang lelah...tidak....ia tak akan pernah membiarkan pria itu mendekatinya lagi....jika di tahun 1800 dia tertangkap karna kebodohannya maka kini, itu tak akan tejadi lagi..Mikha berjanji....ia tak akan jatuh ke dalam tangan Zack....
Mikha menyentuh pintu dan di saat yang sama pintu terbuka...dan terlihat Alex yang berdiri dan menatapnya dengan khawatir yang begitu besar, sudah lama putri berada di dalam dan ia khawatir jika sang putri sakit..
apalagi wajah Mikha berbeda terlihat lebih pucat...dan syok...
Alex mendekat dan menundukan kepalanya dalam-dalam...
''Putri.......apa yang terjadi, apakah putri baik-baik saja...''
Mikha mengangkat wajahnya menatap lurus wajah Alex....ia lalu melangkah pelan hingga mereka berdiri berhadap-hadapan,...Mikha sudah tak bisa menahan perasaannya hingga airmatanya menetes....dan kenyataan itu membuat Alex terkejut lalu mendekat.....
''Apa yang yang terjadi..apakah ada penyusup...apakah seseorang masuk ke dalam kamar, apakah dia melukai Putri...''
Tanpa bicara..tanpa menjawab, Mikha langsung memeluk tubuh Alex dengan erat....hingga pria itu membeku...
Deg!!!!!
Untuk beberapa saat keduanya berdiri, dengan Mikha yang sudah memeluknya..
''Putri........''
''Sebentar saja...aku sedikit merasa nyeri...bisakah aku meminjam bahumu...Alex..'' suara Mikha terdengar serak hingga Alex membeku....
Pria itu mengangguk membiarkan Mikha memeluknya dan mulai menangis,...sementara matanya mulai berkeliling sekitar kamar dan berusaha melihat cela jika mungkin ada yang masuk dan menyakiti sang putri..
Namun putri tidak bicara...bagaimana caranya menebak..Alex takut salah,....
lama pria itu membiarkan sang putri menangis sampai ia hatinya menjadi lega dan berhenti..
usai menangis, Mikha benar-benar merasa lebih baik....sementara Alex mengeluarkan sebuah sapu tangan miliknya yang belum di pakai,...
''Aku belum menggunakannya putri, jika tuan putri berkenan..ambilah ini dan pakailah.'' tawa Alex dengan tatapan nyang dalam dan begitu tulus...
Sementara Mikha semakin tersentuh...Alex begitu baik padanya, dia juga sopan dan tidak mengambil keuntungan sama sekali hingga Mikha merasa nyaman...
Gadis itu lalu mengambil saputangan berukiran burung Elang,...ia menatap mata Alex yang begitu teduh...
''Mengapa burung elang.....''
Alex tersenyum.......
''Aku ingin kuat sepertinya dan mampu menjaga putri seumur hidupku..'' balas Alex dengan lembut..
__ADS_1
''Wow....aku suka itu..''
Namun Alex kembali menatap sang putri dengan wajah serius...
''Tapi putri...apa yang membuat Putri sedih..dan menangis, apakah seseorang masuk ke kamar...jika ya aku akan.......''
''Ssst...tidak....tidak ada yang terjadi, tak ada siapapun Alex..aku hanya merasa nyeri perut tiba-tiba....karna itu aku menangis karna aku tak terbiasa dengan rasa sakit...''
Alex masih ragu namun...ia memilih percaya, karna memang tidak mungkin bagi seseorang masuk ke kamar ini dia sudah memeriksa dan hasilnya tak ada siapapun atau cela yang membuat orang lain masuk dengan bebas....
''Baiklah...apakah kita akan kembali ke istana sekarang......''
Mikha menggeleng.....
''Tidak....aku ingin pergi ke perkebunan kerajaan dan melihat para budak...''
''Para budak...'' ulang Alex mengerutkan kening...
Mikha mengangguk...
''Aku akan melakukan perubahan dan itu dimulai dari sana Alex...''ucap Mikha dengan tatapan yang tajam...
Alex lalu mengangguk patuh...lalu segera memberi jalan agar Mikha lewat dan mereka mengikutinya dari belakang..
Rombongan sang putri pun pergi....dan saat itu juga sosok Pangeran Zack keluar dari kamar...jemarinya mengepal..dengan mata kepalanya dia melihat bagaimana Mikha memeluk prajurit rendahan itu..
Zack lalu melangkah...ketika dia keluar dari kamar yang di tempati Mikha..sang pemilik Hotel langsung menjatuhkan dirinya untuk memberi hormat,...sang pemilik hotel sebenarnya adalah salah satu mata-mata dari kerajaan Cristal Biru dan mengabdi pada pangeran Zack....
''Yang mulia pangeran, semoga panjang umur....''
Zack menoleh dan tersenyum dingin...
''Kerjamu bagus namun aku punya satu tugas lagi untukmu..''
Pria itu menundukan kepalanya dalam-dalam...
''Perintah yang mulia adalah kebanggaan bagiku..''
''Bagus.....aku ingin kau melakukan sesuatu......'' Zack mendekat dan berbisik..hingga pria itu menjadi pucat...
Namun jika ia menolak maka ia harus siap mati..tidak mungkin bukan...? Pria itu lalu mengangguk patuh...
''Baik yang mulia....''
Zack lalu tersenyum dan ia melangkah langsung di dampingi para pasukan terlatih yang selalu setia melindunginya...salah satu tangan kanannya bernama Moris...
''Yang mulia pangeran.......''
__ADS_1
''Kau harus bergerak cepat ke perkebunan, cari tau apa yang terjadi disana Moris....aku ingin kabar itu dalam waktu singkat.''
''Baik yang mulia Pangeran...''
Sementara Zack terus melangkah keluar dari Hotel dan masih di ikuti anak buahnya...
''Yang mulia...apakah rencana penyerangan pada kerajaan Cristal putih akan di laksanakan...para prajurit sudah siap dan menunggu perintah dari yang mulia pangeran.......''
Saat itulah Zack tersenyum kejam..ia lalu membalikan tubuhnya...
''Di banding menghancurkan kerajaan ini aku punya ide lebih baik....dan kali ini Raja tak akan mampu menolah permintaanku...aku ingin sedikit bermain-main.......''
''Jadi apakah kita akan menarik pasukan.......''
''Tidak....masukan lebih banyak orang kita dan kuasai kerajaan ini dari segi perdagangan dan perkebunan..lalu kita akan menang....aku akan menekan Raja...''
''Baik yang mulia......perintah yang mulia akan kami laksanakan......''
''Bagus....''ucap Zack lalu naik ke kuda yang gagah dan tinggi miliknya..lalu sesaat kemudian ia pergi dari sana......
**********
Ada yang berbeda di perkebunan siang itu, ini pertama kalinya dalam sejarah seorang putri datang langsung ke perkebunan...hal itu membuat para budak juga para pengawas disana terkejut sebagian mengenalinya karna dia gadis yang di bawa ke kerajaan dan di luar dugaan dialah sang putri yang hilang..
Dari antara para budak, Ruby gadis yang mengenalinya ketika dia terbangun begitu terharu sampai meneteskan airmatanya,..melihat sahabatnya datang dengan jubah kebesaran sang putri..
Semua tertunduk hormat dan menjatuhkan tubuhnya.....
''Hormat bagi yang mulia Putri mahkota.....'' seru Alex memimpin penghormatan..
Semua yang ada disana menjatuhkan dirinya dengan kepala sampai menyentuh tanah..
''Hormat bagi yang mulia putri mahkota...''seru mereka serempak..
Mikha turun dari kereta dengan tatapan yang begitu tajam.....
''Hari ini kita akan membuat perubahan......''
Lokasi perkebunan menjadi hening...
''Tangkap semua orang yang selama ini berbuat kejam pada para budak dan berikan mereka pekerjaan yang sama seperti para budak...aku ingin Ruby....di angkat menjadi pengawas di perkebunan ini.......''
Deg!!!!!
Tubuh Ruby bergetar...ia sungguh tak menyangka putri masih mengenalinya...tubuhnya sangat kurus karna di siksa...perlahan ia muncul dari antara kerumunan dan menatap wajah Mikha dengan rasa haru yang menguar....
''Yang mulia putri mahkota.......'' desah Ruby dengan suara bergetar...
__ADS_1
Mikha tersenyum namun matanya berkaca-kaca........