
Besok adalah hari yang berbeda bagi Mikha dan Alex mereka telah menyiapkan sebuah pesta pernikahan sederhana yang akan mengkukuhkan mereka berdua menjadi suami istri, meski sederhana..meski semua yang ada di tempat itu hanyalah pelayan..mereka berdiri tanpa orang tua..namun tidak mengurangi perasaan bahagia keduanya..
Mikha berdiri di pinggir sungai ketika ia menatap air sungai yang tenang, matanya terpejam ketika ia berusaha menggapai wajah Mommy dan Daddynya meski kini mereka berada di jaman yang berbeda..ia akan menikah dan mau tak mau rasa rindu akan orang tua mulai menyeruak di dadanya hingga Mikha meraa sedih..sudah lama dia benar-benar merindukan orangtuanya,sudah lama dia merindukan pelukan mereka...
Jika di hitung entah sudah berapa lama waktu yang ia habiskan menjelajahi ruang dan waktu, Mikha masih belum tau mengapa dia bisa sampai disini..namun di tengah semua petualan yang ia jalani selama ini satu yang di syukuri Mikha adalah pertemuannya dengan Alex yang merupakan cinta sejatinya..yah,..bagi Mikha Alex adalah cinta sejati yang begitu berharga bahkan dia tidak menemukan cinta sejati di dalam diri Alvin yang menjadi cinta pertamanya...
Bicara soal Alvin..kini dia menyadari kemiripan antara Alex dan Alvin sehingga mereka nyaris seperti kembar...bedanya adalah ia bermimpi buruk tentang Alvin namun...mengenai Alex...pria ini mencintainya dengan tulus...bukankah itulah yang paling penting..?
Mikha memejamkan matanya....memohon restu meski itu tak mungkin...namun di dalam doanya Mikha berharap orangtuanya akan selalu bahagia...
''Sayang.....''
Alex memeluk Mikha dari belakang..hingga gadis itu menoleh...
''Sayang....''
''Sedang apa disini...''
''Aku.....sedang menatap sungai..besok pagi kita akan menikah di sini dan aku ingin kau tau aku sangat bahagia...aku tak sabar lagi menikah denganmu...Alex..''
''Aku juga tak sabar menikah dengan gadis yang aku cintai....Mikha..terimakasih telah memilihku..terimakasih telah bersamaku..aku berjanji......''
Mikha mengusap punggung tangan Alex, tanpa perlu menjelaskan ia tau benar kalau pria ini mencintainya, ia bahkan tidak pernah meragukan semua itu, dan menerima cinta Alex dengan tangan terbuka..
''Aku percaya kepadamu...''bisik Mikha lembut..sementara Alex membimbingnya berdiri dan menatap kedua matanya...
''Aku akan mengabdikan diriku kepadamu Mikhaylaku sayang...aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya jadi aku hanya bisa melakukan yang terbaik untuk kita berdua..''
''Aku mengerti...aku telah melihat bagaimana kau melindungiku sampai hari ini...bagaimana kau menjadikan aku satu-satunya di hatimu dan aku sungguh tidak bisa berhenti untuk bersykur memilikimu Alex..''
Pria itu tersenyum....lalu kembali memeluk tubuh Mikha dengan senyum yang tergambar jelas di matanya..
''Bagaimana kalau kau istirahat sekarang, besok adalah hari pernikahan kita dan aku....tak ingin ada kendala apapun..'' bisik Alex dengan sedikit menuntut..
''Baiklah Alex...''
Mikha menurut ketika Alex membimbingnya masuk ke dalam kamar milik Mikha dan mneyelimuti calon istrinya..
Mikha pun memejamkan mata dengan perasaan bahagia sementara Alex keluar dari kamar..
Ketika Alex sampai di depan pintu..ada bayangan di dalam kegelapan di luar gerbang...Alex lalu mengamati sekitarnya dan melangkah menuju bayangan itu setelah memastikan tak ada yang melihatnya...
bayangan manusia itu mendekat sembari menatap Alex dengan tajam..
__ADS_1
''Lakukan besok setelah upacara pernikahan..kau tak boleh gagal...''
Sang pria dari kegelapan itu mengeluarkan belati dari tangannya dan menyerahkannya di dalam tangan Alex..dan Alex pun mengangguk patuh..
''Aku mengerti Kakak........''
Alex lalu segera menyimpan belati itu dan melangkah kembali ke dalam kastil tanpa ada seorangpun yang tau..
********
Tengah malam....
Mikha mengerang di dalam tidurnya ketika ia merasakan panas di sekitar tangannya...Mikha membuka matanya lebar-lebar..sementara pandangannya tertuju pada gelang yang ia pakai pemberian Alvin..segera Mikha menyentuhnya dan terasa menyakitkan...ada apa...?? peristiwa ini nyaris sama seperti kejadian di tahun 1800 sebelum dia menghilang dulu...
Ada apa...??
Mikha memejamkan matanya berusaha menahan rasa sakitnya..dan akhirnya rasa sakit itu menghilang tiba-tiba seiring cahaya dari gelang itu memudar.
Nafas Mikha terengah-engah..apakah itu artinya...ia akan berpindah dimensi...? Kali ini kemana bahkan Mikha tak tau...
Mikha lalu menatap gelangnya dengan tatapan yang tak terbaca..jika ya maka dia akan segera pergi dari sini..?? Benarkah..? Lalu bagaimana dengan pernikahannya..??
Mikha menghela nafas...semoga semua baik-baik saja........gadis itu mencoba untuk tenang dan melupakan semuanya, tidak.. Ia tak akan pernah membiarkan kejadian ini mengacaukan pikirannya...
********
Pagi Hari....
Mikha sudah di pakaikan jubah pernikahan walau sederhana..namun ia bahagia karna sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri...
''Yang mulia sangat cantik..''puji sang pelayan kepadanya..
Mikha menatap dirinya di cermin dan tak berhenti tersenyum...ia memang cantik, aura bahagianya tampak bersinar saat ini dan Mikha tak berhenti untuk memandang kecantikannya..
Namun sesaat kemudian ia menoleh dan menatap sang pelayan..
''Dimana Alex...''
''Tuan Alex sedang berada di pinggir sungai..''
''Apakah dia sudah mengenakan pakaian pernikahan....''
''Sudah, yang mulia..''
__ADS_1
Mikha sungguh terkejut, mereka akan menikah sebentar lagi mengapa Alex malah belum mendatanginya...? Baiklah karna dia adalah calon istri Alex maka Mikha akan menghampiri Alex saat ini juga dan mengingatkan dia bahwa mereka akan menikah,...
Mikha berdiri dan setengah menyeret gaunnya menuju pintu keluar,..sementara para pelayan tak ada yang bisa menghalanginya..
Mikha pun melangkah sedikit cepat ketika melihat Alex berdiri membelakanginya...dengan penuh senyum ia mendekat dengan maksud mengejutkan Alex...
gadis itu segera mendekati Alex dan memeluknya dari belakang...
Hening........
Mikha sedikit mengerutkan kening ketika menyadari kalau Alex berdiri seperti patung...dan mengapa dia terlihat berbeda..tubuhnya jauh lebih tinggi dari sebelumnya...dan mengapa yang di rasakan Mikha adalah tubuh........
Belum sempat ia mengatakan tebakannya, Mikha membeku ketika tubuh pria itu berbalik dan yang membuat Mikha tak kalah terkejut adalah yang berdiri dengan jubah pernikahan bukankah Alex melainkan Zack...
Zack...........????
Mengapa...?
Mikha ingin melarikan diri namun..terlambat ketika ia menyadari dengan mudah Zack meraihnya mendekat...
Deg!!!!
Mata Mikha melebar......dengan dramatis...jantungnya berdegup kencang menyadari jika Zack yang memakai pakaian pernikahan..
''Alex.....jadi kau memimpikan pernikahan dengan prajurit rendahan itu yang ternyata telah menipumu selama ini..beraninya kau.......''
Airmata Mikha menetes di wajahnya..
''Apa maksudmu...apa.....''
Hening........
Zack tersenyum kejam...
''Bawa pembunuh itu.......'' teriak Zack dengan murka..
Di saat yang sama prajurit Zack menyeret tubuh Alex yang pasrah di tangkap..tubuh Mikha melemah seketika...
''Apa maksudmu.........'' geramnya tak terima...
Zack tersenyum...
''Kau akan mengetahuinya tapi nanti..sekarang...kita berdua akan menikah bagaimana.....''
__ADS_1
''Apa.......'' jerit Mikha meronta...