
Alex masih tertunduk dalam posisi berlutut di hadapan sang Raja sembari menunggu perintah, sementara Raja Hendri menatap Alex dengan tajam..
''Kau tau benar apa yang sedang menimpa kerajaan Cristal putih, bagaimana tekanan Pangeran Zack padaku, untuk menyerahkan sang putri...tapi lebih baik bagiku dia mati dari pada harus menjadi sandra pangeran Zack.''
''Aku akan melindungi sang putri...''
''Bagaimana bisa aku mempercayaimu Alex....bagaimana aku menyerahkan putriku, bagaimana jika aku tau suatu saat bisa berhianat...''
''Yang mulia...ujilah aku, dan kau akan melihat dimana hatiku berpihak sebenarnya..''
Raja Hendri menganggukan kepalanya..
''Sebelum aku memberimu sebuah tugas berat maka aku ingin melihat sampai dimana kesetiaanmu Alex...''
Alex mengangkat wajahnya menatap mata sang Raja lalu kembali menundukan kepalanya...
''Jiwa dan ragaku demi Kerajaan Cristal Putih dan yang mulia adalah Rajaku, katakan apapun yang mulia lalu aku akan membuktikan bahwa aku layak memang setia pada yang mulia...''
Raja Hendri mengangguk lalu membawa dua buah cangkir...
dan di bawa ke atas meja...
Alex diminta berdiri..lalu Raja memintanya memilih..
''Di dalam dua cawan ini di salah satu cawan ada racun yang sangat mematikan...kau dan putri akan memilih salah satunya..''
''Yang mulia....''
Raja Hendri berdehem,...
''Jika putri salah memilih cawan maka salah satu dari kalian akan mati...''
Alex begitu terkejut mendengar ucapan yang mulia Raja yang begitu tajam...sementara tak berapa lama kemudian sang putri di bawa menuju ruang pertemuan bersama dengan para pelayan setianya..
Alex membeku melihat wajah sang putri yang terlihat bingung...lalu Alex menatap ke arah sang Raja yang tampaknya tidak main-main, Alex lalu mengarahkan pandangan pada putri Mikha yang hanya tertunduk lesu...akhirnya mereka di hadapkan...
dan dua buah cangkir di letakan di depan jema masing-masing...Alex menatap mata sang putri yang ketakutan lalu mengarahkan padangan pada sang Raja..
''Yang mulia....apakah yang mulia yakin melakukan ini...bagaimana kalau putri mahkota mengambil minuman yang salah...''ucap Alex dengan nada khawatir..
Sementara Raja sama sekali tidak tersentuh ia kemudian memandang sang putri yang terlihat takut...
''Yang mulia...apa yang mulia akan membunuhku..'' tanya Mikha dengan mata yang basah..
''Anakku...takdir akan menentukan jalan hidupmu....namun ayah tidak akan membiarkanmu jatuh ke tangan orang yang salah...''
Alex dan Mikha saling memandang...
''Baiklah....aku mengerti...''jawab Mikha dengan tatapan sedikit takut namun ia menguatkan diri,....sementara Alex menurunkan pandangan pada dua buah cawam yang sama-sama berwarna ke emasan, cawan mana yang dia pilih...dan bagaimana jika sang putri salah memilih cawan itu dan akhirnya harus mati....Alex memperhitungkan segalanya..
__ADS_1
Ruangan menjadi hening dan sangat tegang, Raja menatap tak sabar kepada mereka berdua..
''Kalian berdua pilihlah cawan masing-masing...''
Hening......
Mikha menatap mata Alex, jemarinya gemetar tak tau harus memilih yang mana...lalu ia pun menatap mata Alex....
''Jika aku yang harus pergi maka itulah yang terbaik..kau harus tetap menjaga kesetiaanmu kepada kerajaan..''
Alex terdiam....ia tak menjawab perkataan sang putri dan hanya berkonsentrasi pada dua cawan yang ada di hadapan mereka..
Sementara Raja tersenyum..ia sedang melihat bagaimana Alex akan bersikap.....
Ketika Mikha menentukan pilihan pada salah satu cawan dan mengambilnya, ia terlihat sangat gugup, hal itu di sadari oleh Alex dan ia sungguh tak tahan...
Ketika sang putri ingin meneguk isi cawan itu, ia terkejut ketika Alex merebut cawan miliknya dan meneguknya,....lalu ia pun mengambil sisa cawan di atas meja dan meneguknya..
Tentu saja tindakannya membuat Raja dan sang putri terkejut setengah mati...
''Alex..........'' jerit Mikha dengan histeris...
Sementara Raja menatap Alex...
''Mengapa kau melakukannya...katakan.....''
Alex menundukan kepalanya...
''Lalu bagaimana denganmu..'' teriak Raja dengan suara meninggi..
''Yang mulia........aku hanyalah yatim piatu yang beruntung mendapat kasih sayang Raja..jika ini waktunya bagiku tidak masalah...''
Hening.......
Mikha mendekati Alex dan menahan tubuh Alex yang hampir jatuh....Mikha meneteskan airmatanya...
''Kau selalu melindungiku Alex...kau sangat baik..hoh...mengapa jadi begini...''
Mikha kembali mengarahkan pandangan putus asa pada sang Raja...
''Yang mulia tolong beri penawarnya, bukankah dia setia kepadamu...yang mulia.....''tangis Mikha dengan suara serak terputus..
Raja Hendri akhirnya mengerti bahwa di kerajaan ini hanya Alexlah yang begitu setia dan mampu menjaga sang putri,....
kini ia bisa tenang sekarang menyerahkan sang putri ke dalam perlindungan Alex...
''Putriku..tenang saja...itu bukanlah racun..ayah hanya ingin mengujinya..minuman itu hanyalah ramuan yang akan membuatnya kuat.''
Alex mengangkat wajahnya dan menatap sang Raja yang tersenyum kepadanya...lalu dengan cepat ia menjatuhkan dirinya memberi penghormatan tertinggi..
__ADS_1
''Yang mulia...terimakasih atas kepercayaan yang mulia padaku..''
Alex tersenyuim lega lalu menatap mata Mikha yang juga lega...keduanya saling melemparkan senyum...
''Alex.......yang mulia hanya mengujimu, kau lulus ujian...'' ucap Mikha tak berhenti untuk tersenyum..
Alex mengangguk...
''Aku bahagia bisa melayani yang mulia raja dan putri..''
Mikha pun menatap mata sang ayah yang kemudian terlihat sedih...gadis itu bangkit dan mengerutkan kening...
''Yang mulia....mengapa yang mulia terlihat sedih,...''
Raja pun mengulurkan tangannya hingga Mikha mendekatinya dengan heran...
''Yang mulia....ada apa...''
Raja menatap mata sang putri dan menyentuh rambutnya....
''Apa kau tau tujuan ayah menguji kesetiaan Alex...''
''Karna dia adalah pengawal setiaku,...''
''Yah..itu salah satunya tapi ada yang lebih penting Mikha...malam ini juga Alex akan membawamu pergi dari kerajaan Cristal Putih...''
Mikha sangat terkejut menendengar ucapan sang ayah padanya, ada apa..mengapa dia di bawa...? Apakah Raja akan menyingkirkan dirinya...?
''Ayah......ada apa...''
Raja Hendri menyentuh wajah sang putri yang sangat mirip dengan istrinya namun matanya tajam sepertinya...Raja lalu mencoba tersenyum walau hanya kesedihan..
''Pangeran Cristal Biru menginginkan dirimu, tapi dia sangatlah kejam....ayah pikir dia akan menyiksamu karna pangeran sendiri bukanlah pangeran yang baik, ia bahkan tidak memilih korban yang akan di habisinya...mungkin termasuk dirimu anakku, pangeran kerajaan Cristal Biru penuh ambisi...dan sebentar lagi akan naik tahta...lalu merebutmu dan kerajaan ini dan ayah tidak akan membiarkannya Mikha....''
Deg!!!
Kekejaman Zack bahkan sudah ia rasakan beratus tahun ke depan...jadi Mikha tau benar kalau seorang Zack tak akan berhenti untuk mendapatkan apa yang dia inginkan....
''Yang mulia...aku akan menurutimu...''ucap Mikha dengan mata yang basah...
Sesaat kemudian sang Raja memeluknya dengan erat...sementara Alex hanya menatap dengan kesedihan...
********
Pangeran Zack sedang bersantai di istananya ketika salah satu prajurit berlari kepadanya untuk memberikan informasi,...
''Yang mulia pangeran..malam ini....mereka akan meninggalkan istana...''
Zack mengangkat wajahnya...pandangannya mengeras...
__ADS_1
''Biarkan mereka berlari dan aku akan menangkap dengan tanganku sendiri,....ini akan menjadi permainan yang seru...'' ucapnya alam ketenangan yang mengerikan....
Deg!!!