Tawanan Sang Penculik Kejam

Tawanan Sang Penculik Kejam
Mencintaimu


__ADS_3

Percintaan itu selesai dan Mikha hanya mampu merintih ketika daerah intinya terasa sakit sekali..sementara Zack sedang memeluk tubuhnya dengan erat dan menciptakan kedekatan yang begitu berbeda...tubuh keduanya masih polos dan Mikha benar-benar kehilangan tenaga bahkan untuk bergerak..


Zack merapatkan pelukannya dan memejamkan mata..kini dia bisa merasakan Mikha....merasakan gadis yang begitu ia cintai seakan tersimpan di dalam jiwanya,...


''Apakah kau masih merasakan sakit...''bisik Zack menenangkan..


''Hum,....tubuhku seakan terbelah..''keluh Mikha dengan lemah..


''Kalau begitu kau boleh membelah tubuhku juga agar aku merasakan sakit yang sama..''bisik Zack dengan serius.


Mikha membeku dengan ucapan Zack yang entah mengapa menyentuh hatinya...ia pun tersenyum...


''Aku akan memikirkan cara tersadis untuk membalasmu..''bisik Mikha dengan senyuman misterius..


Zack pun merasa lucu ketika Mikha berkata tubuhnya seakan terbelah..bahkan di masa lalu mereka pernah melalui hal seperti ini..


Zack kemudian mengerutkan kening...di setiap masa yang di laluinya bersama Mikha,...dialah pria pertama yang mendapatkan kesucian MIkha..


Mengapa...? Apakah di setiap takdir hidupnya menggambarkan mereka adalah cinta yang abadi..?? Entahlah namun yang di hadapi Zack kali ini berbeda....dia akan menghadapi Alvin yang juga tau rahasia masa lalu dan Alvin bukan pria yang bodoh...leluhurnya adalah Alex...dan Alex adalah pria yang pintar...dan menipulatif..


''Maafkan aku..bagaimana kalau kita menikah saja..''


''Menikah....enak saja, aku masih muda Zack....''


''Ayolah...seperti di kerajaanku...kau sudah menjadi istriku dan aku ingin di kehidupan ini kau pun tetap menjadi istriku Mikhaylarisa...aku ingin mengukir sejarah bersamamu..'' bisiknya dengan nada serius..


Mikha menjauhkan tubuhnya dan menatao mata Zack yang tajam...


''Kau.....apakah itu artinya kau akan tetap berada di sini...kau akan tetap disini..bersamaku bukan..''tanya Mikha dengan mata berkaca-kaca..jika dia akhirnya pulang kembali ke tempat asalnya..apakah hal yang sama akan di jalani Zack...apakah dia akan kembali ke masa lalu.....? Mengapa dia menjadi takut sekarang...?


Mikha tertegun ketika melihat bahwa Zack tak mampu menjawab kata-katanya..pria itu menyentuh ujung dagu Mikha dan membawanya dekat...


''Aku tak tau masa depan sayang, mungkin aku akan kembali..mungkin saja tidak...''


Entah mengapa hati Mikha menjadi sedih...


''Jika kau kembali itu artinya kau akan meninggalkan aku begitu...''ucap Mikha dengan tatapan tak terbaca...


Zack menurunkan pandangan...


''Bagaimana kalau kita tak membicarakan masa depan bagaimana...? ayo kita menikah dan jalani hidup ini tanpa memikirkan apapun yang berat..''


Mikha terdiam...dan sesaat kemudian...Zack mengecup bibir Mikha sekali lagi kali ini dengan sangat lembut..keduanya bertatapan...


''Aku mencintaimu Mikhaylarisa...mungkin aku tak pernah mengucapkan ini sebelumnya di masa lalu aku hanya memaksa dan menakutimu tapi percayalah bahwa aku sungguh-sungguh....aku mencintaimu...''


Deg!!!!


Mikha merasa terharu luar biasa dan seketika itu juga airmatanya menetes di wajahnya,....Mikha kembali menghambur ke pelukan Zack yang entah mengapa begitu menyentuh hatinya...

__ADS_1


''Jika aku menerima cintamu..jika aku mau menikah denganmu..apakah kau bisa berjanji satu hal padaku...''tanya Mikha di dalam pelukannya..


''Apa yang kau inginkan...Mikha..''


''Jangan pergi...jangan pernah tinggalkan aku Zack...''ucap Mikha dengan mata yang membulat sempurnya..


Zack terdiam..sesuatu yang tak bisa ia janjikan..ia bahkan tak tau takdir apa yang akan menunggunya di depan, namun selama dia bisa....Zack tetap akan berada di sisih Mikha demi apapun juga demi cintanya...


Zack menurunkan pandangannya menatap wajah Mikha yang manis dan ia tersenyum...


''Aku berjanji padamu...aku akan tetap berada disini di dekatmu dan aku tak akan pernah pergi darimu...Zack...''ucap Zack penuh janji..


''Bagus...jangan berbohong atau aku taj akan memaafkan dirimu..''ucap Mikha dengan suara lembut..


Zack mengangguk...


***********


Mereka keluar dari Hotel dengan wajah yang ceria..saling menggenggam tangan keduanya melangkah menuju mobil, Zac menuntun Mikha untuk masuk sementara Mikha masuk dengan penuh senyuman di wajahnya...


Mobil pun melaju meninggalkan parkiran Hotel dan sepanjang jalan Mikha menyandarkan tubuhnya di bahu Zack...keduanya saling melemparkan senyum..


''Bagaimana kalau kita pacaran dulu..''


''Pacaran..''ulang Zack mengerutkan kening..


''Apa maksudmu dengan pacaran...''


''Hmm.....seperti bagaimana yah menjelaskan ini kepadamu..''ucap Mikha berpikir..


''Aku ingin menikah dan bukan pacaran...''


''Jadi kau tau apa itu pacaran...'' ucap Mikha melebarkan matanya..


''Yah aku tau....kau bilang kau dan Alvin pacaran...tapi kalian berbeda..kalian hanya teman dan aku adalah calon suamimu Mikha...aku ingin menemui orangtuamu dan kita akan menikah...''


''Licik...''desis Mikha memincingkan matanya...


Zack tertawa puas...


''Sekarang apakah kau akan menemui teman-temanmu..''


''Mereka akan membunuhku karna menghilang di tengah janji temu kita...''ucap Mikha cemberut..


Mikha tertegun ketika merasakann Zack menggenggam jemarinya..ia menoleh..


''Zack...''


''Aku akan menemanimu untuk menemui mereka...''ucap Zack dengan senyuman penuh cinta..

__ADS_1


Mikha pun menjadi lega...Karina dan Sary sangat menganggumi Zack jadi dia akan selamat jika membawa Zack untuk menemui mereka..


Sepanjang jalan di isi dengan perlakuan romantis keduanya...


hari begitu indah..


*********


Alvin membuka pintu sebuah ruangan gelap dan ia menatap sosok Mikha yang sedang berbaring lemah di ranjang, lalu mendekatinya seiring lampu yang di nyalakan..


Mikha terkejut melihat sorot mata Alvin yang begitu tajam..


''Alvin...''desah Mikha dengan suara yang lemah..


Namun tatapan Alvin begitu dingin dan tak tersentuh hingga Mikha merasa sedikit takut..


''Mengapa kau menatapku seperti itu..''


Alvin lalu mendekati Mikha dan tersenyum...


''Aku akan mengirimmu kembali ke masa lalu...''


''Kita akan kembali Alvin...oh..aku senang....''


''Kita....kau pikir aku akan kembali bersama denganmu...tidak Mikha..aku menyukai tempat ini dan kau yang akan kembali sendirian...''


Mikha terkejut..tidak ia bukan hanya terkejut namun ia begitu syok menghadapi ucapan Alvin yang sama sekali tidak ia duga...


''Alvin....apa maksudmu..''


Alvin tak menjawab kata-kata Mikha segera ia mengambil jubah besar miliknya dan mendekati Mikha yang lemah dan memakaikannya..


Namun disaat yang sama Mikha menghempaskan pegangannya hingga keduanya bertatapan tajam...


''Apa maksudmu aku kembali sendirian Alvin...bukankah kau mencintaiku..''ucap Mikha dengan nada kecewa...


Alvin tertawa hingga Mikha menjadi takut...


''Mikhaylania....aku baru sadar sekarang yang aku cintai adalah Mikhaylarisa dan bukan dirimu...di tempat ini aku betah, aku punya uang dan kehormatan..di banding kembali aku lebih memilih tinggal disini...''


''Tidak mungkin apakah ini semua karna Mikhaylarisa...kau..menginginkannya sekarang..'' teriak Mikhaylania dengan tatapan hancur..


Alvin kemudian mengeluarkan belati yang pernah di berikan Mikha padanya...


''Bagaimana kalau kau lenyap saja Mikhaylania...''desis Alvin dengan kejam...


Wajah Mikha menjadi pucat...


''Tidak............''

__ADS_1


__ADS_2